JATIMTIMES - Dominasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang dalam ajang Islamic Global School Network (IGSN) kembali teruji. Sebanyak 11 penghargaan berhasil dibawa pulang delegasi madrasah tersebut dari kompetisi internasional ke-12 yang digelar di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Malaysia, pada 10 Oktober 2026. Hasil ini sekaligus mengukuhkan posisi MAN 2 Kota Malang sebagai juara umum untuk dua tahun berturut-turut setelah pencapaian serupa pada IGSN 2025.
Prestasi yang diraih tidak terbatas pada satu bidang. Peserta didik MAN 2 Kota Malang menunjukkan kompetensi dalam olimpiade sains dan matematika, penulisan esai, debat, hingga penampilan budaya. Sejumlah penghargaan individu juga diraih oleh siswa dan pendamping yang tergabung dalam delegasi.
Pada kompetisi sains individu, Daanish Arham Mustaqim dari kelas XI-H meraih juara pertama sekaligus predikat Best Male Participant. Sementara itu, Yusuf Wisnu Aji dari kelas X-K menempati posisi 1st Runner-up pada olimpiade sains. Di bidang matematika individu, Sakha Zwei Lokatara dari kelas X-C berhasil meraih 2nd Runner-up.
Keunggulan juga terlihat pada kompetisi matematika beregu. Tim yang terdiri atas Aysha Azalea Malihah dari kelas XI-A, Quinnsha Amirah Lovely Leksono dari kelas XI-E, dan Daniya Azra Khalisha dari kelas XI-F berhasil menempati peringkat pertama.
Pada kategori esai, Sakha Zwei Lokatara dan Muhammad Leonel Lingga Maulana, keduanya dari kelas X-C, meraih posisi 1st Runner-up. Prestasi berikutnya diraih Aysha Azalea Malihah dan Quinnsha Amirah Lovely Leksono yang menduduki posisi 2nd Runner-up pada kategori yang sama.
Sementara itu, tim debat yang diperkuat Daanish Arham Mustaqim, Daniya Azra Khalisha, dan Muhammad Yafi Cakra Wangsa dari kelas X-H berhasil meraih 1st Runner-up Debate Competition. Capaian tersebut memperlihatkan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan argumentasi dan berkompetisi dalam forum akademik internasional.
Penghargaan individu lainnya diberikan kepada Ustadzah Maftuhah yang meraih predikat Best Female Teacher serta Zulfa Nayla Rohmatika Abha dari kelas XI-J sebagai Best Female Participant.
Di luar kompetisi akademik, delegasi MAN 2 Kota Malang juga memperoleh penghargaan Best Cultural Performance. Penampilan yang membawa representasi kekayaan budaya Indonesia tersebut menjadi bagian dari pencapaian delegasi dalam ajang internasional itu.
Keterlibatan peserta didik MAN 2 Kota Malang turut tercatat dalam kategori Best Group, yang mempertemukan peserta dari berbagai sekolah. Empat siswa yang masuk dalam kelompok tersebut adalah Ahmad Nawwaf Arya Kemal dari kelas XI-M, Zhafira Eshmaal Fakhirah dari kelas X-J, Gendis Isny Kamila dari kelas X-I, serta Fadhli Ainur Rohman dari kelas X-N.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., menyebut keberhasilan mempertahankan gelar juara umum sebagai pencapaian yang membanggakan bagi madrasah. Menurutnya, hasil kompetisi tersebut memperlihatkan bahwa peserta didik madrasah mempunyai kapasitas untuk bersaing di lingkungan pendidikan global.
“Alhamdulillah, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum IGSN merupakan kebanggaan bagi keluarga besar MAN 2 Kota Malang. Semoga capaian ini menjadi inspirasi untuk terus berprestasi, memperluas wawasan global, dan membawa nama baik madrasah serta Indonesia,” ujar Samsudin di Kota Malang, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan potensi peserta didik akan terus diperkuat melalui program unggulan dan kerja sama internasional. Upaya tersebut diarahkan untuk membuka ruang lebih luas bagi siswa dalam mengasah kemampuan akademik, bahasa, komunikasi, serta pengalaman berkompetisi di tingkat dunia.
Pencapaian di Malaysia ini juga berkaitan dengan pengembangan program Mandi Madu atau Madrasah Indonesia Menjelajah Dunia. Program tersebut dirancang untuk memperluas internasionalisasi pendidikan madrasah melalui pemberdayaan dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan mitra.
Mandi Madu merupakan pengembangan dari Madu Manja, singkatan dari MAN 2 Kota Malang Menjelajah Dunia, yang dikelola melalui Language Development Center (LDC) MAN 2 Kota Malang. Jika Madu Manja menjadi penggerak program internasional di lingkungan MAN 2 Kota Malang, Mandi Madu memperluas jangkauan program melalui kemitraan agar kesempatan memperoleh pengalaman global tidak hanya dinikmati satu madrasah.
Dalam ajang IGSN 2026, madrasah mitra MAN 2 Tulungagung dan MAN 3 Kota Pekanbaru juga mencatatkan prestasi. Keterlibatan kedua madrasah tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperluas partisipasi peserta didik Indonesia dalam kompetisi internasional.
Ketua LDC dan Kerja Sama Internasional MAN 2 Kota Malang, Ahmad Thohir Yoga atau Mr. Yoga, menilai pencapaian delegasi merupakan hasil persiapan dan kesungguhan peserta dalam menghadapi kompetisi. Ia menyampaikan apresiasi atas kemampuan siswa mempertahankan prestasi yang telah diraih pada tahun sebelumnya.
“I am extremely proud of our students. Winning the overall championship at IGSN 2026, following our success in 2025, reflects their hard work and excellence. Our students continue to shine on the international stage,” ungkap Mr. Yoga.
Ia berharap capaian tersebut mendorong peningkatan kualitas program internasional sekaligus memperluas akses peserta didik madrasah untuk mengembangkan kompetensi, pengalaman lintas budaya, dan daya saing di tingkat global.



