JATIMTIMES - Badan Bank Tanah menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk mengoptimalkan pengelolaan tanah berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan lahan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat dalam kegiatan Landsmart Regional Forum di Universitas Brawijaya, belum lama ini. Menurutnya, pengelolaan tanah memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan daerah, terutama dalam menopang kehidupan sosial dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Dengan kolaborasi kami ingin memastikan tanah tidak menjadi sekadar aset tersimpan, namun sebagai ruang yang memberikan manfaat dan membuka peluang bagi masyarakat," kata Hakiki.
Hakiki menegaskan, pengelolaan tanah tidak bisa dilakukan dengan pendekatan seragam di setiap wilayah. Karakteristik daerah, kebutuhan masyarakat, serta pertimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan perlu menjadi dasar dalam menentukan arah pemanfaatan lahan.
"Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengelolaan tanah," ucap dia.
Melalui sinergi dengan UB, Badan Bank Tanah berharap mekanisme pengelolaan lahan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Dengan demikian, pemanfaatan tanah tidak hanya berorientasi pada pengelolaan aset, tetapi juga mampu membuka peluang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat di daerah.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Internasionalisasi UB Prof Andi Kurniawan mengatakan, perguruan tinggi akan berkontribusi melalui kegiatan riset dan pelibatan mahasiswa dalam program magang. Kedua langkah tersebut diharapkan dapat mendukung sekaligus memperkuat upaya pengelolaan tanah yang dijalankan Badan Bank Tanah.
"Itu kesepakatannya, perihal magang secara pasti jadwalnya belum ada karena kami baru tahu mengenai detail kegiatannya apa saja tetapi diharapkan paling tidak pada tahun akademik yang akan datang terlaksana," katanya.
Andi menjelaskan, mahasiswa yang berpotensi dilibatkan dalam program magang berasal dari program studi yang relevan dengan tugas dan fungsi Badan Bank Tanah. Beberapa di antaranya adalah administrasi publik, ilmu pemerintahan, dan hukum.
Keterlibatan mahasiswa tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi sarana pembelajaran di luar kampus, tetapi juga memberikan dukungan akademis dalam proses pengelolaan dan pemanfaatan tanah.
"Karena kebanyakan kontribusi yang diharapkan dari UB adalah bagaimana mendukung pengambilan kebijakan lebih tepat, terutama untuk memanfaatkan aset tanah, baik negara maupun yang masuk ke dunia usaha," tutur dia.
Kolaborasi Badan Bank Tanah dan UB ini pun membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan berbasis riset. Harapannya, pemanfaatan aset tanah negara maupun yang berkaitan dengan dunia usaha dapat dilakukan secara lebih terarah, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.



