JATAIMTIMES - Departemen Kimia, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM), Universitas Brawijaya (UB), memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui program Dosen Berkarya (Dokar) periode Mei–Oktober 2026 bersama Pusat Riset (PR) Biomedis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program yang diketuai oleh Anna Safitri, Ph.D., ini mengusung tema “Strategi Multi-Omics untuk Penemuan Biomarker dan Kandidat Senyawa Terapeutik” sebagai upaya mengintegrasikan keilmuan kimia dan riset biomedis untuk mendukung pengembangan inovasi di bidang kesehatan.
Salah satu luaran utama program ini adalah dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FSTeM UB dan PR Biomedis BRIN yang ditandatangani pada 14 Oktober 2026 oleh Kepala PR Biomedis BRIN, Prof. Dr. Sunarno, M.Si.Med., dan Dekan FSTeM UB, Prof. Ir. Sukir Maryanto, Ph.D. Penandatanganan PKS tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat landasan formal kemitraan kedua institusi sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan penelitian bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Anna Safitri, Ph.D., selaku Ketua Program Dokar sekaligus Ketua Departemen Kimia FSTeM UB, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan kerja sama yang tidak hanya berorientasi pada penelitian, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan diseminasi hasil riset. “Program Dokar ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional. Kerja sama dengan PR Biomedis BRIN tidak hanya diarahkan pada penguatan penelitian melalui pendekatan multi-omics untuk penemuan biomarker dan kandidat senyawa terapeutik, tetapi juga pada pengembangan pendidikan, publikasi ilmiah, dan pertukaran pengetahuan. Penandatanganan PKS serta kontribusi dalam buku bunga rampai menjadi luaran penting yang diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Anna.
Selain menghasilkan dokumen PKS, program Dokar ini turut berkontribusi dalam penyusunan buku bunga rampai (chapter book) berjudul Inovasi Kimia untuk Masa Depan Berkelanjutan: Biomassa, Material Fungsional, Lingkungan, Energi, dan Kesehatan. Buku tersebut terdiri atas empat bagian yang mengangkat peran ilmu kimia dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. Hasil kolaborasi Departemen Kimia FSTeM UB dengan PR Biomedis BRIN dituangkan dalam Bagian IV dengan tajuk “Kimia Berkelanjutan untuk Kesehatan”, yang menyoroti kontribusi ilmu kimia dalam mendukung pengembangan inovasi dan penelitian di bidang kesehatan.
Program ini melibatkan dosen Departemen Kimia FSTeM UB, yaitu Prof. Aulanni’am, Dr. Arie Srihardyastutie, dan Sri Wardhani, M.Si., dengan Anna Safitri, Ph.D., sebagai ketua kegiatan. Sementara itu, tim PR Biomedis BRIN terdiri atas Dwi Wulandari, M.Biomed., Bugi Ratno Budiarto, M.Sc., Ph.D., Dr. Siti Hamidatul ‘Aliyah, M.Sc., Rina Isnawati, M.Biotech., dr. Frans Dany, M.Biomed., dan Asep Muhamad Ridwanuloh, M.Si. Keterlibatan para akademisi dan peneliti dari kedua institusi mencerminkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan penelitian yang mengintegrasikan kimia, biokimia, bioteknologi, dan ilmu biomedis.
Dwi Wulandari, M.Biomed., sebagai kontak person dari PR Biomedis BRIN dalam kegiatan ini, menilai bahwa program Dokar menjadi kesempatan untuk melanjutkan dan memperkuat sinergi yang telah terjalin antara kedua institusi. “Kolaborasi dengan Departemen Kimia FSTeM UB merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terbangun, termasuk melalui keterlibatan peneliti BRIN sebagai dosen praktisi dalam kegiatan pembelajaran. Melalui program Dokar ini, kami berharap kerja sama yang telah berjalan dapat semakin diperkuat melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Integrasi keilmuan kimia dengan riset biomedis memiliki potensi untuk membuka peluang penelitian yang lebih luas, khususnya dalam mendukung penemuan biomarker dan kandidat senyawa terapeutik,” ujarnya.
Sebelumnya, kerja sama antara Departemen Kimia FSTeM UB dan PR Biomedis BRIN telah terwujud melalui keterlibatan peneliti BRIN sebagai dosen praktisi dalam sejumlah mata kuliah, antara lain Biokimia Medis, Bioteknologi, dan Biokimia Teknik. Dwi Wulandari dan Bugi Ratno Budiarto merupakan peneliti yang telah berkontribusi dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Kehadiran peneliti sebagai dosen praktisi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai perkembangan riset, pengalaman penelitian, serta penerapan ilmu kimia dan biomedis dalam konteks akademik dan penelitian.
Melalui program Dokar 2026, kolaborasi yang sebelumnya telah berkembang dalam kegiatan pembelajaran diharapkan semakin terstruktur dan meluas ke penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan sumber daya manusia, serta diseminasi hasil riset. Pendekatan multi-omics yang menjadi fokus kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peluang pengembangan penelitian yang mendukung identifikasi biomarker dan eksplorasi kandidat senyawa terapeutik untuk kebutuhan kesehatan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui kontribusi jangka panjang ilmu pengetahuan dan inovasi terhadap kesejahteraan masyarakat; SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan riset yang berorientasi pada kesehatan; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui kolaborasi pembelajaran dan pertukaran pengetahuan; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan kapasitas riset dan inovasi berbasis pengetahuan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional.
Dengan terlaksananya penandatanganan PKS dan kontribusi dalam buku bunga rampai, program Dokar Departemen Kimia FSTeM UB bersama PR Biomedis BRIN menjadi wujud nyata komitmen kedua institusi dalam memperkuat ekosistem riset dan pendidikan yang kolaboratif. Kerja sama ini diharapkan terus berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang produktif, menghasilkan inovasi berbasis ilmu kimia dan biomedis, serta memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Catatan: Kutipan langsung Anna Safitri dan Dwi Wulandari di atas merupakan draf redaksional yang perlu dikonfirmasi kepada narasumber sebelum dipublikasikan sebagai pernyataan resmi.



