JATIMTIMES – Transformasi sektor pertanian di Kota Batu terus dipacu menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan memiliki daya saing tinggi. Koperasi Multi Pihak CooSAE (Smart Agriculture Ecosystem) bersama Pemerintah Kota Batu tengah menggalakkan penerapan konsep Smart Integrated Farming (SIF) sebagai solusi menyeluruh dari pengelolaan hulu hingga hilir.
Gagasan SIF dirancang tidak sekadar untuk mendorong peningkatan hasil panen di lahan (on-farm), melainkan membangun ekosistem pertanian terpadu yang terkoneksi langsung dengan industri pengolahan serta akses pasar.
Ketua CooSAE Kota Batu Rakhmad Hardiyanto membeberkan bahwa pengembangan SIF menjadi jawaban strategis agar komoditas lokal memiliki nilai tambah (value added) dan tidak berhenti sebagai bahan mentah semata.
"Secara prinsip, Smart Integrated Farming adalah model pertanian yang terintegrasi antara hulu hingga hilir. Mulai dari budidaya, produk olahan turunan seperti sari lemon dan cuka, hingga jaminan akses pasarnya," ujar Rakhmad Hardiyanto.
Dirinya mengungkapkan bahwa sebagai percontohan awal, Pemkot Batu telah menyiapkan lahan prototype SIF seluas 2,7 hektar yang memanfaatkan aset daerah di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji.
Pria yang disapa Hardi itu menjelaskan, kawasan percontohan di Giripurno ini akan memadukan lahan pertanian hortikultura, perkebunan, greenhouse, hingga peternakan ayam umbaran dan kambing yang saling terintegrasi dalam skema sirkular tanpa limbah (zero waste).
Di samping integrasi fisik di lapangan, SIF juga menyentuh ranah digitalisasi melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada rantai pasokan (supply chain).
Melalui platform digital tersebut, ketersediaan hasil tani dari kawasan Giripurno dan sekitarnya dapat dipantau secara real-time oleh agregator untuk mensuplai kebutuhan sektor Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka) di wilayah Malang Raya.
Pendekatan berbasis kebutuhan pasar (market driven) serta kepemilikan sertifikasi BPOM pada produk olahan menjadi kunci utama agar para petani lokal sanggup menembus pasar B2B (Business to Business).
"SIF ini berbicara tentang ekosistem, baik di on-farm maupun tata kelola bisnisnya. Dengan standarisasi produk dan dukungan teknologi, petani-petani kita punya daya saing tinggi untuk masuk ke dunia industri," tegas Hardi.



