JATIMTIMES - Senin (12 Oktober 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam kalender Jawa. Hari ini masuk 1 Jumadilawal 1960 Ja, tahun Be, dan berada dalam Wuku Kulawu. Dalam kalender Hijriah, tanggal ini juga bertepatan dengan 1 Jumadilawal 1448 H.
Weton hari ini adalah Senin Pahing dengan jumlah neptu 13, berasal dari Senin 4 dan Pahing 9. Dalam tradisi Jawa, weton kerap menjadi acuan untuk membaca watak, pekerjaan, kecocokan pasangan hingga perjalanan hidup seseorang.
Orang yang lahir pada Senin Pahing dikenal memiliki hati baik, jujur, dan ringan tangan dalam membantu orang lain. Namun, di balik sifat tersebut, ada sisi keras yang bisa muncul ketika pemilik weton ini mempertahankan pendirian.
Pangarasan Senin Pahing adalah Lakuning Lintang. Watak ini menggambarkan sosok yang dapat menjadi penunjuk arah dan teladan bagi orang di sekitarnya.
Pemilik weton ini berpeluang menjadi tempat orang lain mencari contoh atau pertimbangan. Namun, ada kecenderungan sulit menetap dalam satu keadaan. Hal itu bisa terlihat dalam urusan pekerjaan, tempat tinggal, maupun perjalanan hidup.
Sementara itu, Pancasuda Senin Pahing adalah Bumi Kapetak. Menurut primbon, pemilik weton ini dikenal sebagai pekerja keras yang kuat menghadapi kekecewaan dan penderitaan.
Sifatnya juga menyukai kerapian serta kebersihan. Meski demikian, ada sisi negatif yang perlu diwaspadai, yakni kecenderungan menyimpan dendam. Kebaikan yang dilakukan terkadang juga tidak mudah terlihat oleh orang lain.
Senin Pahing 12 Oktober 2026 berada dalam Wuku Kulawu, yang dilambangkan oleh Bathara Sadana. Wuku ini menggambarkan pribadi yang kukuh, kuat pendiriannya, dan memiliki banyak keberuntungan.
Simbol air di tempayan yang berada di depan melukiskan kecerdasan dan kebijaksanaan. Pemilik wuku ini dipercaya memiliki peluang keberuntungan besar, meski perlu menjaga hati agar tidak mudah dikuasai perasaan negatif.
Ada juga simbol gedhong di depan. Lambang ini menggambarkan sifat dermawan, tetapi terkadang suka memamerkan apa yang dimiliki. Sikap murah hati perlu disertai keikhlasan agar kebaikan tidak berhenti pada keinginan mendapat pengakuan.
Burung nuri menjadi lambang lain dalam Wuku Kulawu. Simbol ini berkaitan dengan sifat boros sehingga harta yang terkumpul bisa cepat habis. Pemilik wuku ini juga digambarkan rela memberi tanpa pamrih, tetapi perlu mengendalikan diri agar tidak terjerumus dalam keserakahan.
Wuku Kulawu memiliki lambang membelakangi senjata tajam. Artinya, keputusan tidak selalu bisa diambil dengan cepat. Pemiliknya cenderung membutuhkan waktu sebelum menentukan pilihan.
Gambaran rezekinya diibaratkan seperti bun yang menetes di sendhang. Kehidupan awalnya bisa berada dalam kondisi miskin, kemudian berangsur membaik hingga akhirnya menjadi kaya.
Dalam urusan asmara, Wuku Kulawu memiliki lambang burung dewata yang bergerombol atau kawin. Simbol ini menggambarkan hubungan cinta yang lestari dan dapat bertahan lama.
Meski begitu, ada bahaya yang perlu diwaspadai, yakni gigitan ular. Dalam kepercayaan primbon, Kala berada di arah utara. Selama tujuh hari ketika Wuku Kulawu berlangsung, perjalanan jauh ke arah utara untuk urusan yang sangat penting sebaiknya dihindari.
Menurut perhitungan primbon, Senin Pahing ketika berada dalam Wuku Kulawu merupakan hari yang baik untuk pengobatan. Hari ini dipercaya manjur untuk mengobati berbagai penyakit, baik yang dialami manusia maupun hewan.
Dalam urusan pekerjaan, pemilik weton Senin Pahing dinilai lebih cocok menjalankan usaha secara mandiri daripada terus-menerus berada di bawah kendali orang lain.
Sebaliknya, primbon menilai Senin Pahing kurang cocok menjadi karyawan, pegawai negeri sipil (PNS), atau buruh yang terikat hierarki ketat dan terlalu banyak aturan.
Meski demikian, ada sejumlah bidang lain yang juga bisa menjadi pilihan, seperti peneliti, praktisi spiritual atau metafisika, psikolog, konselor, hingga pendidik. Bidang-bidang tersebut berkaitan dengan kemampuan berpikir mendalam, memahami persoalan, dan memberikan arahan kepada orang lain.
Dalam urusan asmara, Senin Pahing memiliki neptu 13. Menurut perhitungan primbon Jawa, weton ini dinilai cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 11 atau 16. Beberapa weton yang masuk dalam hitungan tersebut antara lain, Rabu Wage, Jumat Legi, Selasa Kliwon, Senin Pon, Kamis Kliwon dan Rabu Pahing.



