JATIMTIMES - Minggu (11 Oktober 2026) jatuh pada pasaran Legi dalam kalender Jawa. Hari ini bertepatan dengan 30 Bakda Mulud 1960 Ja, tahun Be, dan berada dalam Wuku Kulawu.

Sementara dalam kalender Hijriah, tanggal ini bertepatan dengan 30 Rabiul Akhir 1448 H.

Weton hari ini adalah Minggu Legi atau Ngahad Legi dengan jumlah neptu 10, berasal dari Minggu 5 dan Legi 5.

Dalam tradisi Jawa, weton menjadi salah satu acuan untuk membaca watak, pekerjaan, jodoh hingga peruntungan seseorang. Perhitungan ini biasanya merujuk pada primbon yang diwariskan secara turun-temurun.

Orang yang lahir pada Minggu Legi dikenal pandai menyimpan perasaan. Pemilik weton ini juga memiliki kecerdikan dalam menghadapi persoalan, terutama masalah rumit untuk menemukan jalan keluar.

Menurut perhitungan primbon, Pangarasan Minggu Legi adalah Aras Pepet. Watak ini menggambarkan kehidupan yang kerap diwarnai keprihatinan. Keinginan tidak selalu mudah terwujud, sementara kondisi hidup terkadang terasa serba kekurangan.

Di sisi lain, Pancasuda Minggu Legi adalah Sumur Sinaba, yang memiliki makna dadi pangungsening kapinteran. Maknanya, pemilik weton ini memiliki kepandaian dan wawasan luas. Pengetahuan yang dimiliki membuatnya kerap menjadi tempat orang lain mencari nasihat, petuah, maupun jawaban atas persoalan yang sedang dihadapi.

Minggu Legi 11 Oktober 2026 berada dalam Wuku Kulawu yang dilambangkan oleh Bathara Sadana. Sosok ini menggambarkan kepribadian yang kukuh, kuat, serta memiliki banyak keberuntungan.

Simbol air di tempayan yang berada di depan melukiskan pribadi pandai dan bijaksana. Keberuntungan juga menaungi pemilik wuku ini, meski ada kecenderungan memiliki sisi gelap hati.

Wuku Kulawu juga memiliki simbol gedhong di depan. Gambaran ini berkaitan dengan sifat dermawan, tetapi terkadang suka memamerkan apa yang dimiliki. Sikap murah hati juga perlu dibarengi keikhlasan agar pemberian tidak sekadar menjadi cara untuk mendapat pengakuan.

Burung yang menjadi lambangnya adalah nuri. Simbol ini menggambarkan sifat boros sehingga harta yang dimiliki bisa cepat habis. Ada juga sifat rela memberi tanpa pamrih, tetapi jika tidak berhati-hati, pemilik wuku ini berisiko kehilangan keberuntungan dan tumbuh menjadi pribadi yang serakah.

Simbol berikutnya adalah membelakangi senjata tajam. Maknanya, pemilik Wuku Kulawu cenderung lambat ketika mengambil keputusan. Keputusan tidak selalu bisa ditetapkan saat itu juga dan terkadang baru muncul setelah melalui pertimbangan panjang.

Gambaran rezeki dalam wuku ini cukup menarik. Ada simbol seperti bun yang menetes di sendhang, yang melukiskan perjalanan hidup dari kondisi miskin, kemudian menjadi agak kaya, hingga akhirnya hidup berkecukupan atau kaya.

Wuku Kulawu juga digambarkan seperti burung dewata yang sedang bergerombol atau kawin. Simbol ini berkaitan dengan kelestarian hubungan asmara, sehingga pemiliknya dipercaya mampu menjaga hubungan cinta dalam waktu lama.

Namun, ada hal yang perlu diwaspadai, yakni bahaya yang dilambangkan dengan gigitan ular.

Dalam perhitungan primbon, Kala pada Wuku Kulawu berada di arah utara. Selama tujuh hari ketika wuku ini berlangsung, perjalanan jauh ke arah utara untuk urusan yang sangat penting sebaiknya dihindari.

Pantangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan tradisional Jawa yang digunakan sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu dan arah perjalanan.

Ada perhitungan khusus untuk Minggu Legi ketika berada dalam Wuku Kulawu. Hari ini dinilai baik untuk mengobati orang sakit karena dipercaya dapat membantu mempercepat kesembuhan.

Selain itu, Minggu Legi dalam wuku ini juga dianggap baik untuk melakukan transaksi jual beli ternak unggas.

Bidang yang dinilai sesuai untuk pemilik weton Minggu Legi adalah tenaga sales, pedagang, makelar hingga distributor. Selain itu, pemilik weton ini juga dinilai cocok menekuni profesi guru, dosen atau peneliti. Bahkan profesi dokter maupun tenaga kesehatan masuk dalam pilihan pekerjaan yang sesuai.

Dalam urusan asmara, pemilik weton Minggu Legi memiliki neptu 10. Menurut perhitungan primbon Jawa, pasangan yang dianggap cocok adalah orang dengan weton berneptu 9 atau 14.

Beberapa weton yang masuk dalam daftar kecocokan tersebut antara lain, Senin Legi, Sabtu Legi, Rabu Pon, Minggu Pahing, Minggu Wage dan Jumat Kliwon.