JATIMTIMES - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang terus memperkuat sinergi dengan berbagai mitra sosial untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan. 

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Muhamad Sailendra mengatakan, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem perlindungan yang lebih responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Sailendra melalui kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan lingkup daerah Kabupaten/Kota Tahun 2026 yang mengusung tema “Penguatan Koordinasi Mitra Perlindungan Perempuan dan Anak”. Di mana dalam kegiatan ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menghadirkan dua narasumber utama. yakni Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) Agustinus Tedja Bawana dan akademisi Rr. Dwi Umi Badriyah. 

Sailendra menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga sosial, tenaga profesional, serta berbagai elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan.

Pihaknya menegaskan, bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan agar upaya perlindungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, koordinasi dan komunikasi antar mitra harus diperkuat agar setiap pihak mampu menjalankan peran sesuai kapasitas dan tanggung jawabnya. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Salah satu bentuk kolaborasi yang diperkuat ialah kerja sama dengan JKJT. Kemitraan tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring perlindungan, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta mendorong keterlibatan organisasi sosial dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

"Perlindungan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan merupakan tanggung jawab kita bersama. Upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kepedulian berbagai pihak,” ungkap Sailendra, Jumat (9/10/2026). 

Ia menyebut, melalui kegiatan ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mendorong terbentuknya koordinasi yang lebih efektif di antara mitra perlindungan perempuan dan anak. Komunikasi yang baik serta kejelasan peran masing-masing pihak menjadi fondasi penting dalam membangun kerja sama yang terarah dan berkesinambungan.

"Selain meningkatkan pemahaman dan kepedulian mitra, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komitmen bersama yang dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program pencegahan di tengah masyarakat," tutur Sailendra. 

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, perlindungan perempuan harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga sosial, tenaga profesional, dan masyarakat perlu mengambil peran aktif untuk mencegah kekerasan sejak dini serta membangun lingkungan yang aman, suportif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Dengan penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Malang berharap upaya perlindungan perempuan dapat berjalan semakin optimal, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berkelanjutan," pungkas Sailendra. (ADV)