JATIMTIMES - Tidur bersama kucing menjadi kebiasaan bagi sebagian pemilik hewan peliharaan. Selain karena merasa lebih dekat dengan hewan kesayangan, keberadaan kucing di tempat tidur juga dianggap bisa memberikan rasa nyaman sebelum tidur.

Namun, apakah tidur dengan kucing benar-benar aman bagi kesehatan? Jawabannya bisa berbeda pada setiap orang. Kondisi kesehatan pemilik, kebersihan kucing, hingga kebiasaan kucing sehari-hari menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Melansir Healthline, Bill Fish, salah satu pendiri Tuck.com, menyebut keberadaan kucing dapat memberikan manfaat emosional bagi sebagian pemilik. Suara dengkuran dan napas kucing yang teratur, misalnya, dapat membuat seseorang merasa lebih tenang sehingga lebih mudah untuk tertidur.

Meski demikian, tidur bersama kucing juga memiliki sejumlah risiko yang sebaiknya tidak diabaikan.

Kucing Bisa Mengganggu Kualitas Tidur

Kucing memiliki pola aktivitas yang berbeda dengan manusia. Beberapa kucing justru lebih aktif pada malam atau dini hari.

Saat pemilik sedang tidur, kucing mungkin berjalan-jalan, bermain, mencakar selimut, atau bahkan membangunkan pemiliknya. Jika terjadi berulang kali, kebiasaan tersebut dapat membuat waktu tidur terputus dan akhirnya menurunkan kualitas istirahat.

Karena itu, jika seseorang merasa tidurnya justru terganggu setelah membiarkan kucing tidur di tempat yang sama, sebaiknya pertimbangkan untuk menyediakan tempat tidur khusus bagi kucing.

Alergi Juga Perlu Diperhatikan

Bagi orang yang memiliki alergi terhadap kucing, tidur bersama hewan peliharaan dapat memperburuk gejala.

Bukan hanya bulu, ketombe atau serpihan kulit kucing juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya dapat berupa bersin, hidung tersumbat, mata gatal, hingga gangguan pernapasan pada kondisi tertentu.

Oleh sebab itu, orang yang memiliki riwayat alergi sebaiknya mempertimbangkan kondisi tubuh sebelum menjadikan tidur bersama kucing sebagai kebiasaan.

Kucing yang Sering Keluar Rumah Punya Risiko Lebih Tinggi

Risiko kesehatan juga perlu diperhatikan jika kucing sering berada di luar rumah.

Menurut Dr. Jennifer Maniet, dokter hewan di Petplan Pet Insurance, kucing yang sering berkeliaran di luar rumah berpotensi bersentuhan dengan hewan lain maupun berbagai sumber penyakit. Paparan tersebut dapat berasal dari kutu, caplak, nyamuk, cacing, hingga mikroorganisme tertentu.

Kondisi ini bukan berarti kucing tidak boleh tidur bersama pemiliknya. Namun, pemilik perlu memastikan kesehatan dan kebersihan hewan tetap terjaga.

Kotak pasir juga menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Jika tidak dibersihkan dengan baik, area tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya parasit dan mikroorganisme tertentu.

Bagaimana Agar Tidur Bersama Kucing Tetap Aman?

Tidur bersama kucing pada dasarnya dapat dilakukan selama kondisi hewan dan pemilik memungkinkan. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risikonya.

1. Rutin memeriksakan kucing ke dokter hewan

Pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui kondisi kucing sekaligus memastikan vaksinasi dilakukan sesuai kebutuhan.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan perawatan kesehatan hewan yang tepat, termasuk vaksinasi sesuai anjuran, untuk membantu menjaga kesehatan hewan dan mengurangi risiko penyakit yang dapat menular kepada manusia.

2. Berikan perlindungan terhadap kutu dan parasit

Kucing yang sering keluar rumah membutuhkan perhatian lebih terhadap kemungkinan terkena kutu, caplak, maupun parasit lainnya.

Gunakan pengendalian parasit sesuai rekomendasi dokter hewan, terutama jika kucing memiliki kebiasaan berkeliaran di luar rumah.

3. Rajin mencuci perlengkapan tidur

Jika kucing tidur di atas kasur, kebersihan seprai, sarung bantal, dan selimut perlu dijaga.

Cuci perlengkapan tidur secara rutin untuk membantu mengurangi penumpukan bulu, ketombe, kotoran, maupun alergen yang mungkin terbawa oleh kucing.

4. Jangan tidur bersama kucing yang sedang sakit

Perhatikan perubahan kondisi kucing. Jika hewan mengalami batuk, bersin, muntah, diare, lesu, masalah kulit, atau kerontokan bulu yang tidak biasa, sebaiknya jangan membiarkannya tidur di tempat yang sama terlebih dahulu.

Konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter hewan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

5. Pertimbangkan kondisi kesehatan pemilik

Tidak semua orang cocok tidur bersama hewan peliharaan. Orang yang memiliki alergi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan tidur bersama kucing sebagai kebiasaan.

6. Jangan biarkan bayi tidur bersama kucing

Bayi sebaiknya memiliki tempat tidur sendiri dan tidak tidur satu tempat dengan kucing.

Pastikan pula kucing tidak dapat masuk ke area tidur bayi tanpa pengawasan. Langkah ini penting untuk menjaga keamanan bayi selama tidur.

Jadi bisa disimpulkan bahwa tidur bersama kucing tidak otomatis berbahaya bagi kesehatan. Bagi sebagian orang, kehadiran kucing bahkan dapat memberikan rasa nyaman dan membantu menciptakan suasana rileks sebelum tidur.

Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan, mulai dari alergi, kebersihan tempat tidur, kesehatan kucing, paparan parasit, hingga kemungkinan terganggunya kualitas tidur.

Dengan memastikan kucing mendapatkan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi dan pengendalian parasit yang sesuai, serta menjaga kebersihan lingkungan, risiko tersebut dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, keputusan untuk tidur bersama kucing perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan kucing dan pemiliknya.