JATIMTIMES - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang mulai mengunci arah penggunaan anggaran Tahun Anggaran 2027 dengan menempatkan kebutuhan program dan ketersediaan pendapatan sebagai dua hal yang harus berjalan beriringan.

Penyelarasan tersebut menjadi bagian penting dalam finalisasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2027 yang dilaksanakan belum lama ini. MTsN 2 Kota Malang tidak hanya membahas daftar program, tetapi juga meninjau kembali kebutuhan anggaran pada setiap bidang agar rencana kerja tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Anita Yusianti MPd menegaskan bahwa setiap leading sector perlu menyesuaikan program yang telah dirancang dengan kemampuan pendapatan madrasah. Pendekatan itu diperlukan agar alokasi anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas.

"Terkait pendapatan madrasah pada Tahun Anggaran 2027, perlu diselaraskan program dan kebutuhan anggaran yang sudah dirancang oleh setiap leading sector," kata Anita.

Menurut dia, penyelarasan tersebut tidak dapat dilakukan secara sektoral. Setiap bagian harus melihat keterkaitan programnya dengan kebutuhan pengembangan madrasah secara keseluruhan, terutama pada aspek sumber daya manusia, fasilitas, dan pembelajaran.

"Harapannya, semua bagian saling bersinergi dan bekerja sama secara maksimal untuk meningkatkan kualitas, baik dari segi SDM, fasilitas, maupun kualitas pembelajaran di MTsN 2 Kota Malang," ujarnya.

Pembahasan RKT 2027 turut mencakup pemaparan Anggaran Pendapatan Madrasah yang bersumber dari DIPA dan Komite MTsN 2 Kota Malang. Data pendapatan tersebut menjadi dasar untuk menguji kembali program yang telah diajukan oleh masing-masing leading sector.

Dengan pola tersebut, setiap bidang dituntut melihat kembali program berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan. Program yang disusun harus memiliki sasaran yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.

Finalisasi RKT berlangsung di Aula MTsN 2 Kota Malang ini, kata Anita, melibatkan Kepala Madrasah, Komite, para Wakil Kepala Madrasah, serta anggota leading sector berdasarkan surat tugas.

Tambah Anita, bagi MTsN 2 Kota Malang, persoalan utama dalam penyusunan RKT 2027 bukan semata banyaknya program yang dapat dimasukkan dalam rencana kerja. Yang lebih penting adalah memastikan anggaran yang tersedia memiliki hubungan langsung dengan kebutuhan pengembangan madrasah.

Karena itu, masing-masing leading sector diminta memahami tanggung jawabnya sejak penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penggunaan anggaran tidak berjalan parsial dan tetap berada dalam satu arah pengembangan madrasah.