JATIMTIMES - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur (Jatim) melalui pintu masuk Bandara Internasional Juanda mencapai 41.024 kunjungan sepanjang Agustus 2026. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 naik 19,03 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 34.464 kunjungan.

Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, jumlah kunjungan wisman juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,67 persen atau bertambah 3.618 kunjungan dari 37.406 kunjungan pada tahun sebelumnya.

Kebangsaan Tiongkok menjadi penyumbang wisman terbesar ke Jawa Timur melalui pintu masuk Juanda selama Agustus 2026. Jumlahnya mencapai 15.605 kunjungan atau berkontribusi 38,04 persen dari total kunjungan wisman.

Posisi berikutnya ditempati wisman berkebangsaan Malaysia dengan 9.826 kunjungan dan Singapura sebanyak 2.610 kunjungan.

Dari sejumlah negara asal wisman, kunjungan wisatawan berkebangsaan Malaysia mencatat pertumbuhan bulanan paling besar. Dibandingkan Juli 2026, jumlah kunjungan wisman asal Malaysia meningkat 47,27 persen atau bertambah 3.154 kunjungan.

Sementara jika dibandingkan dengan Agustus 2025, peningkatan terbesar berasal dari wisman berkebangsaan Taiwan yang tumbuh 22,69 persen atau bertambah 162 kunjungan.

Plt Kepala BPS Jatim, Herum Fajarwati, mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 menjadi salah satu indikator positif bagi aktivitas pariwisata Jawa Timur.

“Pada bulan Agustus 2026 jumlah kunjungan wisman ke Jatim melalui pintu masuk Juanda sebanyak 41.024 kunjungan. Kondisi tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juli 2026,” kata Herum.

Meski kunjungan wisman meningkat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur justru mengalami penurunan secara bulanan. TPK hotel bintang pada Agustus 2026 tercatat 48,40 persen, turun 4,32 poin dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 52,72 persen.

Penurunan terjadi pada seluruh kelas hotel bintang. TPK hotel bintang satu turun 6,49 poin, bintang dua turun 2,70 poin, bintang tiga turun 3,19 poin, bintang empat turun 5,67 poin, sedangkan bintang lima turun 4,98 poin.

Meski demikian, hotel bintang dua menjadi kelas hotel dengan TPK tertinggi pada Agustus 2026, yakni mencapai 50,53 persen.

Di tingkat kabupaten/kota, Kota Mojokerto mencatat TPK hotel bintang tertinggi di Jawa Timur dengan 67,71 persen. Berikutnya Kabupaten Gresik sebesar 61,06 persen dan Kabupaten Sidoarjo sebesar 60,99 persen.

Sebaliknya, Kabupaten Trenggalek mencatat TPK hotel bintang terendah sebesar 17,44 persen, disusul Kabupaten Mojokerto 27,71 persen dan Kabupaten Pasuruan 28,50 persen.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) asing pada hotel bintang di Jawa Timur mencapai 1,49 malam. Angka tersebut turun 0,04 poin dibandingkan Juli 2026.

Untuk RLMT keseluruhan hotel bintang, BPS mencatat angka 1,32 malam atau turun 0,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi perjalanan domestik, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Jawa Timur pada Agustus 2026 mencapai 16,44 juta perjalanan. Angka tersebut turun 4,99 persen dibandingkan Juli 2026, tetapi masih tumbuh 2,35 persen dibandingkan Agustus 2025.

Kabupaten Malang menjadi daerah tujuan wisata dengan jumlah perjalanan wisnus terbesar kedua setelah Kota Surabaya. Kota Surabaya mencatat 2,15 juta perjalanan, sedangkan Kabupaten Malang mencapai 1,11 juta perjalanan.

BPS berharap tren pertumbuhan kunjungan wisman ke Jawa Timur dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. “Diharapkan jumlah kunjungan wisman ke Jawa Timur pada bulan-bulan berikutnya selalu mengalami peningkatan,” harap Herum.