JATIMTIMES - Rabu (7 Oktober 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 26 Bakda Mulud 1960 Ja dan berada dalam Wuku Wayang.
Weton hari ini adalah Rabu Pahing dengan jumlah neptu 16. Nilai tersebut berasal dari Rabu yang memiliki neptu 7 dan Pahing dengan neptu 9.
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton menjadi bagian dari perhitungan primbon untuk melihat watak, rezeki, pekerjaan, jodoh hingga perjalanan seseorang. Perhitungan ini masih digunakan sebagian masyarakat Jawa dalam menentukan waktu yang dianggap baik maupun kurang baik untuk berbagai keperluan.
Orang yang lahir pada weton Rabu Pahing dikenal memiliki sikap hati-hati dan tidak suka mencampuri urusan orang lain. Pemilik weton ini cenderung memilih menyelesaikan persoalan sendiri daripada ikut masuk dalam urusan orang lain.
Namun, ada sisi yang perlu dikendalikan. Dalam perhitungan primbon, Rabu Pahing terkadang memiliki sifat serakah ketika berhadapan dengan sesuatu yang diinginkan.
Pangarasan Rabu Pahing adalah Lakuning Banyu. Karakter ini diibaratkan seperti air yang selalu mengalir menuju tempat yang lebih rendah.
Maknanya, pemilik weton ini cenderung tenang dan pandai membaca keadaan. Sosok Rabu Pahing juga dinilai mampu mengetahui tempat atau jalan yang bisa mendatangkan rezeki.
Sifat tersebut membuat Rabu Pahing dikenal memiliki perencanaan yang matang. Sebelum mengambil langkah, pemilik weton ini cenderung mempertimbangkan tujuan dan hasil yang ingin dicapai.
Sementara itu, Pancasuda Rabu Pahing adalah Wasesa Segara. Wataknya digambarkan seperti lautan yang luas.
Dalam primbon terdapat ungkapan amot ujar ala becik, yakni ketika dicaci tidak menyimpan kebencian dan ketika dipuji tidak menjadi sombong.
Karakter Wasesa Segara juga berkaitan dengan sifat pemurah, pemaaf, berwibawa, memiliki wawasan luas dan bertanggung jawab.
Rabu Pahing 7 Oktober 2026 berada dalam Wuku Wayang. Wuku ini memiliki lambang dewa Bathari Sri.
Wuku Wayang menggambarkan kehidupan yang berkecukupan dalam urusan sandang dan pangan. Sosok dalam wuku ini juga memiliki sifat dermawan, menghormati sesama, berhati-hati, pandai berbicara dan mudah disenangi.
Air dalam jembangan yang berada di depan serta posisi duduk di air menggambarkan hati yang sejuk dan sabar. Kehidupan yang serba cukup juga membuat pemilik Wuku Wayang cenderung memperlihatkan apa yang dimiliki.
Pohon Wuku Wayang adalah cempaka. Simbol tersebut menggambarkan sosok yang disenangi dan tidak mudah dibenci orang lain.
Sementara burungnya adalah ayam hutan. Dalam primbon, ayam hutan menggambarkan pribadi yang dekat dengan orang besar. Tutur katanya menyenangkan dan enak didengar sehingga mudah menarik perhatian.
Karakter ini juga dipercaya mudah mendapatkan kepercayaan serta kasih sayang dari atasan. Sikapnya tampak berwibawa dan sigap ketika menjalankan tanggung jawab.
Ada pula simbol membelakangi senjata, yang menggambarkan sifat mudah di depan tetapi menghadapi kesulitan ketika berada di belakang.
Wuku Wayang juga diibaratkan seperti pelita yang menerangi langit dan bumi. Maknanya berkaitan dengan keselamatan serta banyaknya ilmu.
Namun, lambang sinar yang berjalan membawa gambaran lain. Karakter tersebut dapat membuat orang lain merasa iri.
Selama tujuh hari ketika Wuku Wayang berlangsung, terdapat pantangan untuk memanjat atau melakukan aktivitas yang menuju arah atas maupun naik.
Khusus Rabu Pahing yang berada dalam Wuku Wayang, primbon memberikan gambaran yang cukup berbeda.
Hari ini memiliki watak rahayu dan dinilai baik untuk berbagai macam pekerjaan. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yakni bepergian.
Rabu Pahing Wuku Wayang kurang baik digunakan untuk perjalanan. Dalam perhitungan primbon, bepergian pada hari ini dapat membawa dampak sakit selama perjalanan.
Karena itu, jika tidak ada keperluan mendesak, perjalanan jauh sebaiknya dipertimbangkan kembali.
Pemilik weton ini cocok menjadi pemimpin atau manajer tim karena memiliki kemampuan merencanakan langkah dan bertanggung jawab terhadap keputusan.
Bidang wirausaha juga menjadi pilihan yang cocok. Sifat mandiri dan kemampuan membaca peluang dapat mendukung seseorang dalam mengembangkan usaha sendiri.
Rabu Pahing juga dapat berkembang di bidang pendidikan, seperti guru, dosen atau pengajar. Kemampuan menyampaikan gagasan dan wawasan yang luas menjadi modal dalam pekerjaan tersebut.
Pilihan lainnya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membutuhkan tanggung jawab dan kemampuan menjalankan perencanaan secara matang.
Selain itu, bidang konsultan maupun pekerjaan di sektor hukum juga dapat menjadi pilihan karena membutuhkan kemampuan berpikir, analisis dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan.
Dalam urusan asmara, Rabu Pahing memiliki jumlah neptu 16. Dalam perhitungan primbon Jawa, weton ini cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 8, 13 atau 18. Untuk neptu 8, salah satu weton yang masuk dalam hitungan adalah Selasa Legi. Sementara neptu 13 antara lain Kamis Legi, Jumat Pon dan Sabtu Wage. Adapun pasangan dengan neptu 18 adalah Sabtu Pahing.



