Malang - Perum Jasa Tirta I (PJT I) menyosialisasikan pelaksanaan flushing atau penggelontoran sedimen Bendungan Sengguruh yang berlangsung pada 5–15 Oktober 2026 kepada masyarakat di kawasan hulu dan hilir. Sosialisasi tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Jumat Berkah yang juga diisi penyaluran 800 paket sembako murah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PJT I.

Kegiatan berlangsung di area Bendungan Sengguruh dan diikuti sekitar 800 warga. Rangkaian acara diawali dengan senam sehat, kemudian dilanjutkan pemaparan mengenai agenda pemeliharaan bendungan serta imbauan keselamatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai.

PJT I Sosialisasikan Flushing Bendungan Sengguruh

Sosialisasi teknis disampaikan Kasubdiv Pengelolaan Wilayah Sungai Brantas 1 PJT I, Arief Satria Marsudi. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan flushing Bendungan Sengguruh yang berlangsung pada 5–15 Oktober 2026.

Informasi mengenai kegiatan pemeliharaan tersebut penting bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar bendungan maupun aliran sungai. Sosialisasi menjadi ruang bagi PJT I untuk menjelaskan agenda pemeliharaan sekaligus menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kegiatan tersebut, PJT I berkolaborasi dengan Kasat Samapta Polres Malang AKP Yunus Fahrizal. Ia menyampaikan imbauan keselamatan aktivitas sungai kepada masyarakat yang berada di kawasan hulu dan hilir.

Sosialisasi melibatkan masyarakat dari delapan desa, yaitu Desa Sengguruh, Jenggolo, Kemiri, Kanigoro, Balearjo, Kademangan, Gampingan, dan Sumberejo. Penyampaian informasi secara langsung diharapkan membantu masyarakat memahami agenda pemeliharaan sekaligus memperhatikan aspek keselamatan selama pelaksanaannya.

Flushing merupakan salah satu metode pengelolaan sedimen pada bendungan dengan memanfaatkan aliran air untuk menggelontorkan material yang mengendap. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan untuk membantu menjaga fungsi bendungan dan infrastruktur sumber daya air.

Flushing Berkaitan dengan Pemeliharaan Bendungan

Bendungan Sengguruh merupakan bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Brantas. Dalam pengelolaannya, sedimentasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena material yang masuk dan mengendap di waduk dapat memengaruhi kapasitas tampungan.

Karena itu, pengelolaan sedimen melalui pelaksanaan flushing menjadi bagian dari pemeliharaan infrastruktur sumber daya air untuk menjaga keberlanjutan fungsi bendungan sekaligus mendukung pengelolaan ketersediaan air. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga membutuhkan komunikasi dengan masyarakat, terutama warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan yang berkaitan dengan aliran sungai, agar informasi mengenai agenda pemeliharaan dan aspek keselamatan dapat dipahami dengan baik.

Keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan pemeliharaan serta memahami imbauan keselamatan yang disampaikan oleh pengelola dan aparat. Dengan komunikasi tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas di sekitar sungai selama periode pelaksanaan kegiatan.

Bagi PJT I, pemeliharaan bendungan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis infrastruktur. Koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan juga menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang aman dan berkelanjutan.

Jumat Berkah PJT I Salurkan 800 Paket Sembako Murah

Penyaluran paket sembako murah kepada warga menjadi bagian dari program TJSL PJT I dalam rangkaian kegiatan Jumat Berkah di kawasan Bendungan Sengguruh. (sumber : jasatirta1.co.id)

Selain sosialisasi flushing, kegiatan Jumat Berkah PJT I juga diisi dengan penyaluran 800 paket sembako murah kepada masyarakat. Paket tersebut memiliki nilai Rp100.000, tetapi dapat ditebus warga dengan harga Rp50.000.

Penyaluran paket sembako dilakukan di area parkir kantor dan menjadi bagian dari program TJSL PJT I. Program tersebut merupakan bentuk dukungan sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional sekaligus bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama warga. Aktivitas tersebut menjadi ruang interaksi antara PJT I dan masyarakat sebelum penyampaian materi teknis mengenai agenda pemeliharaan Bendungan Sengguruh.

Perpaduan antara sosialisasi teknis dan kegiatan sosial tersebut memperkuat komunikasi PJT I dengan masyarakat di sekitar infrastruktur sumber daya air. Informasi mengenai pemeliharaan bendungan dapat disampaikan secara langsung, sementara program TJSL memberikan dukungan sosial bagi warga.

Melalui kegiatan tersebut, PJT I mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendukung keamanan dan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air. Pemahaman mengenai agenda pemeliharaan dan imbauan keselamatan menjadi bagian penting agar aktivitas masyarakat di sekitar sungai tetap memperhatikan kondisi selama periode flushing.