JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi meminta kepada seluruh kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang untuk hadir memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat di wilayahnya masing-masing. 

Hal itu disampaikan Sanusi saat menghadiri dan mengikuti serangkaian kegiatan reuni dan doa bersama alumni Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang yang diikuti oleh sekitar 150 orang berlokasi di Pendapa Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. 

"Syukur alhamdulillah, kita diberikan sehat walafiat hadir pada acara reuni Ansor dan Banser yang acara hari ini diketuai Pak Mujib. Sebagai Ansor dan Banser tentunya harus berprinsip, apapun bentuknya, harus mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Banser dan Ansor harus bermanfaat bagi umat," ungkap Sanusi, Sabtu (3/10/2026). 

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang sejak muda telah aktif berorganisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) ini juga berpesan agar seluruh kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang dapat mengikuti perintah dan aturan yang berlaku. 

Selain itu, Sanusi juga menegaskan agar seluruh kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang dapat menjauhi larangan-larangan ketentuan yang ada pada agama maupun negara di berbagai bidang. Pasalnya, hal itu yang nantinya akan membawa kader Ansor dan Banser lebih memiliki intelektual serta integritas tinggi. 

Sesuai dengan tema kegiatan reuni dan doa bersama yang bertajuk "Merajut Kebersamaan dan Kemaslahatan Ummat", Sanusi mengatakan bahwa seluruh kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang harus dapat saling mendukung dan menolong dalam kebaikan. 

Karena menurut Sanusi, di tengah perkembangan teknologi dan persebaran informasi yang semakin cepat, saat ini terdapat golongan yang suka mencari kesusahan dan menghina atau bahkan melakukan tindakan bullying kepada orang lain. Selain itu, banyak juga generasi muda saat ini sudah meninggalkan akhlak dan tidak memerhatikan adab yang baik. 

"Suatu bangsa dan negara bisa kuat, jika rakyatnya bersatu. Persatuan dan kesatuan itu penting. Ansor dan Banser harus juga turut memerangi kemiskinan, kebodohan dan integritas atau kredibilitas," tutur Sanusi. 

Lebih lanjut, di hadapan ratusan kader Ansor dan Banser se-Kabupaten Malang, Sanusi menegaskan bahwa Pemkab Malang pada tahun 2027 mendatang akan menghadirkan Gerakan Zero ATS (Anak Tidak Sekolah) yang dimulai dari Kecamatan Wagir. Di mana gerakan ini telah dirintis sejak beberapa waktu lalu, termasuk yang berkaitan peningkatan pendidikan dan kualitas guru. 

"Yang dapat menggerakkan ekonomi, ya gerakkan ekonomi. Yang punya ilmu, ya sedekah ilmunya. Ilmu pengetahuan kunci dari keberhasilan dan kesuksesan. Yang punya kuasa atau menjadi pimpinan, jangan sampai menyalahgunakan," pungkas Sanusi.