JATIMTIMES - Fenny Noviarma, atau yang dikenal dengan nama panggung Fe, membuka lembar baru dalam perjalanan kreatifnya melalui debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop bernuansa emosional tersebut menjadi pintu masuk Fe untuk memperkenalkan warna musik sekaligus sisi personal yang selama ini ia simpan dalam catatan harian.

“Selamat Datang” bukan sekadar karya perdana. Lagu berbahasa Indonesia ini lahir dari catatan diary pribadi Fe yang kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas.

Catatan tersebut merekam fase kehidupan ketika seseorang harus tumbuh di tengah situasi yang tidak selalu ideal. Ada patah, kehilangan arah, ketidakpastian hingga berbagai perjuangan yang kerap berlangsung tanpa diketahui orang lain.

Pengalaman itulah yang kemudian dirangkum dalam sebuah lagu dengan pesan sederhana namun cukup dalam. Salah satu penggalan liriknya berbunyi, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe.

Tema yang diangkat Fe sengaja dibuat terbuka. Karena itu, “Selamat Datang” dapat menemukan maknanya sendiri bagi setiap pendengar, baik mereka yang tengah menghadapi quarter-life crisis, menjalani kehidupan rumah tangga, memasuki fase menjadi ibu baru, maupun seseorang yang sedang mencari tempat pulang ketika hidup terasa berantakan.

Bagi Fe, luka dan kehilangan bukan semata bagian kehidupan yang harus disembunyikan. Sebaliknya, badai dan ketidakpastian dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam menemukan warna baru.

Nuansa tersebut terasa melalui lirik yang sederhana tetapi reflektif.

“Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira

Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat

Atau mungkin tak sempat melambat”

Lirik itu kemudian bergerak menuju suasana yang lebih lapang melalui kalimat, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”. Perubahan tersebut juga diterjemahkan dalam aransemen musik yang berkembang hingga bagian interlude yang megah.

Perpaduan antara suasana gelap dan harapan menjadi benang merah dalam karya perdana Fe. Ia menggambarkan perjalanan tersebut layaknya langit yang dijahit oleh petir, ketika cahaya justru muncul setelah seseorang melewati benturan dan kegelapan.

Perjalanan Fe menuju dunia musik sendiri tidak berlangsung secara instan. Perempuan yang kini menjadi ibu dari satu anak berusia satu tahun itu merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019.

Sebelum serius menapaki industri musik, Fe lebih dulu berkecimpung sebagai graphic designer dan stage photographer sejak masa kuliah. Latar belakang tersebut kemudian menjadi bekal dalam membangun identitas visual sekaligus pendekatan artistiknya sebagai musisi.

Dalam bermusik, Fe mengaku masih berada dalam tahap eksplorasi. Sejumlah nama seperti Yungblud, Sir Chloe dan Nadin Amizah menjadi bagian dari referensi musiknya.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” katanya.

Ruang musik yang digeluti Fe juga cukup luas. Ia menikmati berbagai genre, mulai punk rock, ballad, classical hingga lagu-lagu era 90-an.

Keragaman referensi itu menjadi bagian dari prosesnya menemukan karakter musik yang paling sesuai dengan dirinya. Dukungan dari keluarga, terutama sang suami, juga menjadi salah satu penguat langkahnya memasuki dunia musik.

“Bersyukurnya, keputusan saya untuk mulai menciptakan karya musik juga mendapat dukungan penuh dari suami, yang menjadi salah satu sumber inspirasi terbesar dalam perjalanan bermusik saya,” tuturnya.

Melalui karakter vokal yang ringan, balutan musik yang hangat serta aransemen yang terus berkembang, Fe mencoba menciptakan pengalaman mendengar yang terasa dekat dan intim, tetapi tetap memberi ruang bagi pendengar untuk menafsirkan cerita mereka sendiri.

“Selamat Datang” pun menjadi langkah pertama dari perjalanan yang ingin terus dikembangkan Fe. Dalam waktu dekat, ia menargetkan kembali memproduksi satu lagu baru.

Setelah itu, Fe mulai menatap rencana yang lebih panjang dengan menyiapkan sebuah EP sebagai bagian dari perjalanan eksplorasi musiknya. “Kedepan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya