JATIMTIMES - Tekanan harga di Kota Malang kembali meningkat pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) mencapai 3,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,29.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibandingkan September 2025 yang mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,67 persen. Secara bulanan, harga-harga di Kota Malang pada September 2026 juga mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, sementara inflasi sepanjang tahun berjalan atau year to date (y-to-d) mencapai 2,13 persen.

Kepala BPS Kota Malang Umar Sjaifudin mengatakan, kenaikan inflasi tahunan tercermin dari meningkatnya indeks pada hampir seluruh kelompok pengeluaran yang menjadi komponen pembentuk IHK.

“Pada September 2026 terjadi inflasi year on year sebesar 3,19 persen. Kenaikan tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada kelompok pengeluaran yang dipantau dalam pembentukan Indeks Harga Konsumen,” kata Umar.

Salah satu kelompok yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 9,48 persen secara tahunan dan menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap inflasi Kota Malang.

Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 3,99 persen. Kelompok transportasi juga mencatat kenaikan sebesar 3,79 persen, disusul rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 3,58 persen serta kesehatan sebesar 3,54 persen.

Jika dilihat dari komoditasnya, emas perhiasan menjadi salah satu komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan. Komoditas lain yang turut memberikan tekanan harga antara lain bensin, beras, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, telepon seluler, rokok kretek mesin, daging sapi hingga jeruk.

“Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi cukup beragam, mulai dari emas perhiasan, bensin, beras, cabai rawit, daging ayam ras, minyak goreng, hingga sejumlah komoditas dan jasa lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi secara tahunan, di antaranya telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, tarif kendaraan roda dua online, udang basah dan mainan anak.

Sementara jika dibandingkan dengan Agustus 2026, tekanan inflasi bulanan pada September lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, beras, labu siam atau jipang, upah asisten rumah tangga, kontrak rumah serta tongkol diawetkan.

Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga secara bulanan. Emas perhiasan, angkutan udara, ketimun, cabai merah, bawang putih dan jeruk tercatat memberikan andil terhadap deflasi month to month.

Secara historis, inflasi Kota Malang pada September 2026 juga lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada September 2025, inflasi y-on-y tercatat 2,67 persen, sedangkan pada September 2024 sebesar 1,62 persen.

Kondisi tersebut membuat perkembangan harga di Kota Malang sepanjang 2026 menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan, terutama pada kelompok kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi.

BPS Kota Malang mencatat hingga September 2026 inflasi year to date telah mencapai 2,13 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang berada di level 1,76 persen dan September 2024 sebesar 0,45 persen.