JATIMTIMES – Pemkot Batu terus berupaya mendorong tata kelola sampah mandiri dan berkelanjutan dari tingkat desa. Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu. Progres TPS3R tersebut hampir rampung, dan ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menjelaskan bahwa fasilitas pengelolaan sampah ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.
Luasan tersebut dinilai sangat ideal untuk melayani kebutuhan penanganan sampah rumah tangga dari total 13 Rukun Warga (RW) yang ada di wilayah padat penduduk Desa Pesanggrahan yang sebelumnya belum memiliki pemilahan sampah.
Pembangunan TPS 3R ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Pesanggrahan melalui alokasi APBDes untuk hanggar utama, dan DLH Kota Batu yang melengkapi fasilitas infrastruktur penunjangnya.
"Beberapa infrastruktur tambahan telah kita selesaikan, di antaranya rumah kompos pada akhir tahun lalu. Kemudian pada 2026 ini kita melaksanakan perkerasan bangunan hanggar utama dan akses paving di dalam area TPS 3R Pesanggrahan," ujar Dian Fachroni saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Dian menegaskan bahwa operasional TPS 3R Pesanggrahan diprioritaskan khusus untuk mengolah limbah dari kawasan pemukiman warga setempat, sehingga dilarang keras menampung limbah komersial dari tempat usaha.
"TPS 3R di Desa Pesanggrahan ini tidak kita perkenankan untuk pelaku usaha, jadi murni untuk sampah permukiman," tegasnya.
Saat ini DLH Kota Batu masih melakukan penghitungan cermat terkait estimasi kapasitas dan volume timbulan sampah harian dari 13 RW guna menyesuaikan kebutuhan sarana pemilahan organik, anorganik, dan residu.
Penyelesaian akses perkerasan lantai dan jalan pendukung terus digenjot agar pengoperasian TPS 3R ini dapat mempercepat proses penataan tata kelola sampah ideal di seluruh wilayah Kota Batu pada akhir 2026 mendatang.
"Harapannya, TPS 3R Desa Pesanggrahan ini dapat diaktifkan pada akhir tahun 2026, sehingga kita semakin mendekati proses tata kelola sampah yang ideadl di seluruh wilayah Kota Batu," pungkas Dian.



