JATIMTIMES - Kabar kematian menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. Ketika mendengar kabar duka, seorang muslim dianjurkan mengucapkan istirja dan mendoakan orang yang telah meninggal dunia.
Mendoakan jenazah juga menjadi bagian penting dalam takziah. Doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, serta tempat yang baik bagi orang yang telah berpulang.
Takziah sendiri merupakan bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka. Dalam Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa takziah dilakukan dengan menguatkan orang yang terkena musibah, menghibur hati, serta mengajak keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar.
Salah satu doa yang dapat disampaikan ketika bertakziah adalah:
أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ
Arab latin: A‘dlamaLlâhu ajraka wa aḫsana ‘azâ’aka wa ghafara li mayyitika.
Artinya: “Semoga Allah memperbesar pahalamu, menjadikan baik musibahmu, dan mengampuni jenazahmu.”
Selain doa tersebut, terdapat beberapa bacaan yang dapat diamalkan ketika mendengar kabar kematian, berziarah, maupun mendoakan jenazah.
1. Bacaan ketika mendengar kabar orang meninggal
Ketika mendapat kabar duka, umat Islam dianjurkan mengucapkan kalimat istirja. Bacaan ini menjadi bentuk pengakuan bahwa seluruh manusia adalah milik Allah SWT dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Arab latin:Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”
Selain istirja, seseorang dapat melanjutkannya dengan doa untuk orang yang meninggal, di antaranya:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللَّهُمَّ اكْتُبْهُ عِنْدَكَ فِي الْمُحْسِنِينَ، وَاجْعَلْ كِتَابَهُ فِي عِلِّيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي أَهْلِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَلَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
Arab latin:Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahummaktubhu 'indaka fil-muhsinin, waj'al kitabahu fi 'illiyyin, wakhlufhu fi ahlihi fil-ghabirin, wa la tahrimna ajrahu wa la taftinna ba'dahu.
Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Sesungguhnya kepada Tuhan kami akan kembali. Ya Allah, catatlah dia di sisi-Mu termasuk orang-orang yang baik. Jadikanlah catatannya di Illiyyin. Gantikanlah dia di tengah keluarganya yang masih tinggal. Jangan Engkau haramkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau jadikan kami mendapat fitnah setelah kepergiannya.”
2. Doa untuk orang yang telah meninggal
Doa untuk orang yang telah meninggal dapat dipanjatkan kapan saja. Salah satu doa yang dikenal dalam riwayat adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Arab latin:Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khataya kama naqqaitats-tsaubal abyadha minad-danasi, wa abdilhu daran khairan min darihi, wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a'idhhu min 'adzabil qabri wa 'adzabin nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju dan embun es. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah untuknya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka.”
Doa ini bersumber dari doa Rasulullah SAW ketika menyalatkan jenazah dan diriwayatkan dalam sejumlah kitab hadis, di antaranya Shahih Muslim dan Sunan an-Nasa'i.
3. Doa untuk jenazah perempuan
Jika jenazah yang didoakan adalah perempuan, kata ganti dalam doa disesuaikan menjadi ha.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Arab latin:Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha, wa akrim nuzulaha wa wassi' mudkhalaha, waghsilha bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqiha minal-khataya kama naqqaitats-tsaubal abyadha minad-danasi, wa abdilha daran khairan min dariha, wa ahlan khairan min ahliha, wa zaujan khairan min zaujiha, wa adkhilhal jannata wa a'idhha min 'adzabil qabri wa 'adzabin nar.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berikanlah keselamatan kepadanya dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya dan luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, salju dan embun es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan sebagaimana Engkau membersihkan pakaian putih dari kotoran. Gantilah untuknya rumah yang lebih baik daripada rumahnya, keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, dan pasangan yang lebih baik daripada pasangannya. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur serta siksa neraka.”
4. Doa saat berziarah ke makam
Ketika berziarah kubur, seorang muslim juga dapat mendoakan penghuni makam. Salah satu bacaan yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA adalah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُورِ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَنَا وَلَكُمْ، أَنْتُمْ سَلَفُنَا وَنَحْنُ بِالْأَثَرِ
Arab latin:Assalaamu 'alaikum yaa ahlal qubuur, yaghfirullaahu lanaa wa lakum, antum salafunaa wa nahnu bil atsar.
Artinya: “Semoga keselamatan terlimpah kepada kalian, wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni kami dan kalian. Kalian adalah orang-orang yang telah mendahului kami dan kami akan menyusul.”
Doa ini tercantum dalam hadist Sunan at-Tirmidzi dari riwayat Ibnu Abbas RA.
5. Doa untuk keluarga yang sedang berduka
Takziah ditujukan kepada keluarga yang kehilangan orang terdekat. Karena itu, doa tidak hanya dipanjatkan untuk jenazah, tetapi juga untuk orang-orang yang ditinggalkan agar diberi kesabaran dan keteguhan.
Rasulullah SAW mengajarkan kalimat ketika menghadapi musibah:
إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ
Arab latin:Inna lillahi maa akhadza, wa lahu maa a'thaa, wa kullu syai'in 'indahu bi ajalin musamma, faltashbir wal tahtasib.
Artinya: “Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil dan milik-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya memiliki batas waktu yang telah ditetapkan. Maka hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala dari Allah.”
Pesan tersebut disampaikan Rasulullah SAW kepada putrinya ketika anaknya menghadapi kematian. Riwayat hadistnya terdapat dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.
Demikian 5 doa yang bisa dibaca saat mendengar orang meninggal hingga datang takziah atau saat mengunjungi makam. Mendoakan orang yang telah meninggal menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada orang yang telah berpulang.
Yang terpenting, doa tersebut menjadi ungkapan permohonan kepada Allah SWT agar memberikan ampunan dan rahmat kepada orang yang telah meninggal serta memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga informasi ini bermanfaat.



