JATIMTIMES - Timnas Indonesia akan menghadapi Bangladesh dalam pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda membawa modal positif dari catatan pertemuan kedua tim karena Indonesia lebih sering meraih kemenangan.
Mengacu pada data 11v11, Indonesia dan Bangladesh sudah tujuh kali bertemu di berbagai ajang. Dari tujuh pertandingan tersebut, Indonesia mencatat empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya sekali mengalami kekalahan.
Pertemuan pertama kedua negara berlangsung pada 29 Juli 1975 dalam ajang Merdeka Tournament. Ketika itu, Indonesia tampil meyakinkan dan menang telak 4-0 atas Bangladesh.
Sementara itu, pertemuan paling baru terjadi pada 1 Juni 2022. Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah harus puas bermain imbang tanpa gol atau 0-0 melawan Bangladesh.
Kini, kedua tim kembali bertemu dalam pertandingan yang sangat penting bagi perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel Indonesia vs Bangladesh dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026), mulai pukul 19.30 WIB.
Head-to-head Indonesia vs Bangladesh
Berikut catatan tujuh pertemuan Indonesia melawan Bangladesh berdasarkan data 11v11:
• Indonesia 4-0 Bangladesh — Merdeka Tournament, 29 Juli 1975
• Indonesia 2-1 Bangladesh — Laga persahabatan, 10 Agustus 1984
• Indonesia 2-0 Bangladesh — Kualifikasi Piala Dunia 1986, 18 Maret 1985
• Bangladesh 2-1 Indonesia — Kualifikasi Piala Dunia 1986, 2 April 1985
• Bangladesh 0-0 Indonesia — Quaid-i-Azam International Cup, 28 April 1985
• Bangladesh 0-2 Indonesia — Laga persahabatan, 13 November 2008
• Indonesia 0-0 Bangladesh — Laga persahabatan, 1 Juni 2022
Dari tujuh pertandingan tersebut, Indonesia mencetak 11 gol dan kebobolan tiga gol. Catatan itu menunjukkan dominasi Garuda dalam rekor pertemuan kedua tim.
Syarat Indonesia lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026
Pertandingan melawan Bangladesh bukan sekadar laga penutup fase grup. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan langkah Indonesia menuju partai final FIFA ASEAN Cup 2026.
Dalam format turnamen ini, hanya juara grup yang berhak melaju ke final. Sementara tim yang finis sebagai runner-up akan bermain dalam perebutan tempat ketiga.
Indonesia saat ini mengoleksi empat poin, sama seperti Malaysia. Namun, Malaysia berada di posisi lebih baik karena memiliki selisih gol +3, sedangkan Indonesia memiliki selisih gol +2.
Karena itu, Indonesia tidak sepenuhnya bisa bergantung pada hasil pertandingan sendiri. Laga Malaysia melawan Singapura yang digelar bersamaan juga akan menentukan posisi akhir Grup A.
Ada beberapa skenario yang bisa membawa Indonesia menjadi juara grup.
1. Indonesia menang, Malaysia vs Singapura imbang
Jika Indonesia mengalahkan Bangladesh dan pertandingan Malaysia kontra Singapura berakhir imbang, Garuda dipastikan menjadi juara grup tanpa harus menghitung selisih gol.
Indonesia akan mengoleksi tujuh poin, sedangkan Malaysia maksimal mengumpulkan lima poin.
2. Indonesia menang, Singapura mengalahkan Malaysia
Indonesia juga tidak perlu memikirkan selisih gol jika berhasil mengalahkan Bangladesh sementara Singapura menang atas Malaysia.
Dalam skenario tersebut, Indonesia akan mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan menjadi juara grup. Singapura akan menjadi runner-up dengan enam poin.
3. Indonesia dan Malaysia sama-sama menang
Situasinya akan menjadi lebih rumit apabila Indonesia dan Malaysia sama-sama meraih kemenangan.
Kedua tim akan sama-sama mengumpulkan tujuh poin sehingga penentuan juara grup akan ditentukan berdasarkan selisih gol dan kriteria berikutnya sesuai regulasi turnamen.
Saat ini Malaysia memiliki selisih gol +3, atau satu gol lebih baik dibandingkan Indonesia yang berada di angka +2.
Artinya, Indonesia perlu meraih kemenangan dengan margin gol yang cukup untuk membalikkan keunggulan tersebut apabila Malaysia juga menang atas Singapura.
Dengan demikian, laga Indonesia vs Bangladesh menjadi sangat penting bagi perjalanan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026. Selain mengejar kemenangan, tim asuhan pelatih juga perlu mencermati hasil pertandingan Malaysia vs Singapura yang berlangsung pada waktu bersamaan.



