JATIMTIMES - Seragam putih abu-abu yang dikenakan Habib Wirazuda tampak berbeda di tengah aktivitas para aparatur sipil negara di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (28/9/2026). Siswa kelas 12 SMA Negeri 2 Batu itu mendapat pengalaman tak biasa karena sehari menjalankan tugas sebagai ajudan magang Wali Kota Batu, Nurochman.

Habib mengikuti program ADC Youth Talent Experience, sebuah program yang memberikan kesempatan kepada anak muda untuk melihat secara langsung bagaimana aktivitas seorang kepala daerah dan proses kerja pemerintahan dari jarak dekat.

Sejak pagi, Habib sudah mengikuti berbagai agenda Wali Kota. Ia tampak hadir dalam apel pagi, membantu menerima surat dan tamu, mencatat arahan dalam sejumlah agenda, hingga mengikuti kegiatan dan pertemuan yang dijalani Nurochman.

Bukan sekadar pengalaman berada di samping seorang pejabat, Habib juga dituntut mengikuti ritme kerja yang cepat. Ia harus memperhatikan setiap arahan dan memastikan berbagai hal yang menjadi tugasnya tidak terlewat.

Bagi Habib, bagian tersebut justru menjadi salah satu pengalaman yang paling membekas. Ia mengaku baru memahami bahwa pekerjaan seorang Wali Kota tidak sesederhana yang selama ini dibayangkannya.

“Awalnya saya cukup gugup karena harus mengikuti kegiatan Pak Wali Kota secara langsung. Tetapi setelah dijalani, saya justru merasa senang karena bisa melihat sendiri bagaimana pekerjaan pemerintahan berjalan dari pagi sampai sore,” kata Habib.

Menurutnya, salah satu hal yang paling menantang adalah ketika harus mencatat arahan Wali Kota dengan cepat saat menerima laporan dari sejumlah kepala perangkat daerah.

“Dari situ saya belajar bahwa bekerja di pemerintahan membutuhkan ketelitian, kecepatan dan tanggung jawab. Setiap arahan yang disampaikan ternyata harus benar-benar diperhatikan karena berkaitan dengan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Habib.

Pengalaman tersebut juga membuat Habib melihat aspirasi anak-anak dari sudut pandang yang berbeda. Selama ini sebagai bagian dari Forum Anak Kelurahan Songgokerto, ia kerap menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan anak di lingkungannya.

Namun setelah melihat langsung proses kerja pemerintahan, ia memahami bahwa sebuah usulan tidak serta-merta bisa diwujudkan.

“Aspirasi anak memang penting untuk disampaikan, tetapi setelah melihat langsung di pemerintahan saya jadi tahu bahwa ada proses, anggaran dan skala prioritas yang harus dipertimbangkan. Jadi sekarang saya lebih memahami bagaimana sebuah aspirasi bisa diproses menjadi kebijakan,” jelasnya.

Bagi Habib, sehari berada di sisi Wali Kota menjadi pengalaman yang membuat pandangannya terhadap pemerintahan berubah. Ia tidak hanya melihat sosok kepala daerah dari sisi jabatan, tetapi juga melihat padatnya tanggung jawab yang harus dijalankan setiap hari.

“Saya berharap program seperti ini terus dilanjutkan. Kalau semakin banyak anak Kota Batu yang mendapatkan kesempatan melihat langsung pemerintahan, mereka bisa lebih berani menyampaikan gagasan dan ikut terlibat membangun daerahnya,” ujar Habib.

Pengalaman sehari itu mungkin hanya berlangsung dari pagi hingga sore. Namun bagi Habib, kesempatan tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenal pemerintahan bukan dari buku pelajaran, melainkan dari aktivitas nyata yang berlangsung di balik meja pelayanan publik.

Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman menambahkan keterlibatan anak muda dalam pemerintahan tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau forum diskusi. Menurutnya, anak perlu diberikan pengalaman nyata agar memahami bagaimana pelayanan dan pengambilan kebijakan berlangsung.

“Anak-anak tidak cukup hanya diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Mereka juga perlu melihat bagaimana pendapat itu diproses di dalam pemerintahan, termasuk memahami tantangan dan pertimbangan yang harus dihadapi sebelum sebuah keputusan dibuat,” ucap Nurochman.

Ia menilai pengalaman sehari menjadi ajudan dapat memberikan gambaran yang lebih nyata kepada generasi muda mengenai tanggung jawab seorang pemimpin daerah.

“Ketika mereka melihat langsung agenda Wali Kota, menerima laporan, bertemu masyarakat dan mengikuti proses pengambilan keputusan, mereka akan mengetahui bahwa menjalankan pemerintahan membutuhkan ketelitian, kecepatan sekaligus kemampuan mendengarkan banyak pihak,” terangnya.

Nurochman berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada Habib sebagai peserta program. Ia ingin pengetahuan yang diperoleh selama berada di lingkungan pemerintahan dapat dibagikan kepada teman-temannya sehingga semakin banyak anak muda yang memahami sekaligus merasa memiliki ruang untuk terlibat dalam pembangunan Kota Batu.