JATIMTIMES - Proses pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga Senin (28/9), Basarnas mencatat sebanyak 175 korban telah ditemukan.

Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, 67 korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 68 korban yang hingga kini belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR, termasuk tim penyelaman dari Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL. Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai sumber daya, baik melalui jalur laut, udara maupun penyelaman di lokasi kapal.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan seluruh unsur SAR terus berupaya menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.

“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang. Setiap temuan akan segera dievakuasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur,” kata Syafii dalam keterangannya, Senin (28/9).

Dalam operasi pencarian pada hari yang sama, tim penyelaman gabungan kembali menemukan satu korban. Korban tersebut ditemukan sekitar pukul 09.40 WITA.

Setelah berhasil dievakuasi, korban kemudian dibawa menuju KRI Gusti Ngurah Rai untuk proses penanganan lebih lanjut.

Basarnas juga memperluas dukungan operasi melalui jalur udara. Helikopter HR-3604 dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dua korban yang sebelumnya ditemukan di Kabupaten Sukamara.

Kedua korban tersebut selanjutnya dibawa menuju Palangkaraya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan mengalami kontak hilang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9).

Sehari kemudian, tepatnya Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA, kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa setelah menghadapi cuaca buruk. Kapal kemudian ditemukan pada hari yang sama di wilayah perairan Masalembo, Laut Jawa.

Hingga kini, proses pencarian korban masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan penyelaman untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.