JATIMTIMES - Bingung mencari ide camilan atau minuman bernutrisi untuk anak yang susah makan? Belakangan ini viral resep egg banana smoothies yang dibagikan konten kreator Pienkie Lestari di Threads menarik untuk dicoba.

Dalam unggahannya, Pienkie membagikan resep smoothies berbahan pisang, susu UHT, telur rebus, peanut butter, dan madu. Kombinasi tersebut membuat minuman ini mengandung protein, lemak dan karbohidrat dalam satu sajian.

Ia mengatakan smoothies tersebut menjadi salah satu cara untuk membantu anaknya mengonsumsi telur setiap hari.

"Smoothies telur andalan mama thread ini berhasil bantu anakku nambah konsumsi telur setiap hari, protein nambah, kalori juga merokett," tulisnya.

Bahan-bahan yang diperlukan cukup sederhana. Berikut takaran yang dibagikan Pienkie:

• 200 ml susu UHT
• 1 buah pisang ukuran sedang, pilih yang matang dan manis
• 2 sendok makan peanut butter jenis smooth, tanpa gula dan pengawet
• 1 butir telur rebus
• 2 sendok makan madu
• Es batu secukupnya jika suka

"Cara membuatnya juga mudah. Masukkan seluruh bahan ke dalam blender, kemudian haluskan sampai teksturnya lembut dan tercampur rata," tulis Pienkie. 

"Smoothies bisa langsung diminum setelah dibuat. Jika ingin lebih dingin, tambahkan es batu sesuai selera," sambungnya. 

Berikut ini kandungan dan manfaat bahan-bahan yang ada dalam egg banana smoothies: 

1. Telur sebagai sumber protein

Telur menjadi salah satu bahan utama dalam resep ini. Protein dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Telur juga mengandung sejumlah zat gizi lain. Agar lebih aman untuk anak, telur sebaiknya dimasak sampai matang sebelum dicampurkan ke dalam smoothies.

2. Pisang menambah energi

Pisang memberikan karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi. Buah ini juga mengandung serat serta berbagai vitamin dan mineral, termasuk kalium.

Pemilihan pisang yang matang dan manis juga membuat rasa smoothies lebih mudah diterima anak tanpa perlu menambahkan gula tambahan.

3. Peanut butter menambah lemak dan energi

Peanut butter membuat smoothies menjadi lebih padat energi. Selai kacang juga mengandung protein dan lemak.

Untuk anak kecil, pilih peanut butter dengan tekstur halus dan jangan memberikan selai kacang dalam bentuk gumpalan karena dapat meningkatkan risiko tersedak.

Perlu diperhatikan juga bahwa kacang merupakan salah satu makanan yang dapat memicu alergi. Jika anak belum pernah mengonsumsi kacang atau memiliki riwayat alergi, pemberiannya perlu dilakukan dengan hati-hati.

4. Susu UHT menyumbang protein dan kalsium

Susu UHT menjadi sumber protein dan kalsium dalam resep. Kandungan tersebut dapat melengkapi asupan zat gizi anak.

Jenis susu yang digunakan bisa disesuaikan dengan usia dan kondisi anak. Untuk anak yang masih kecil, orang tua sebaiknya memperhatikan jumlah susu yang dikonsumsi agar tidak membuat anak terlalu kenyang dan akhirnya mengurangi porsi makanan utama.

5. Madu memberikan rasa manis

Madu digunakan untuk menambah rasa manis pada smoothies. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 1 tahun karena risiko botulisme. Setelah usia 1 tahun, madu sudah dapat diberikan, tetapi tetap perlu memperhatikan jumlah gula tambahan dalam makanan dan minuman anak.

Karena pisang yang matang sudah memiliki rasa manis alami, penggunaan madu sebenarnya bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan anak.

Perlu diketahui, kombinasi susu, telur, pisang dan peanut butter membuat smoothies ini cukup padat zat gizi. Minuman seperti ini bisa menjadi salah satu cara memasukkan beberapa kelompok makanan sekaligus, terutama untuk anak yang sedang sulit mengonsumsi makanan tertentu.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut smoothies dapat menjadi pilihan untuk anak yang membutuhkan tambahan nutrisi atau sulit mengonsumsi makanan tertentu. Namun, buah utuh tetap perlu diberikan karena anak juga perlu belajar mengunyah dan mengenal tekstur makanan.

Jadi, egg banana smoothies bisa ditempatkan sebagai camilan atau pelengkap menu, bukan pengganti makanan utama.

Resep yang dibagikan Pienkie ditujukan untuk anak usia 1 tahun ke atas. Pada usia tersebut, madu sudah boleh diberikan.

Sementara bubuk cokelat dalam resep dapat ditambahkan untuk anak usia di atas 2 tahun. Sebaiknya pilih bubuk cokelat tanpa atau rendah gula tambahan agar rasa manis dalam minuman tidak berlebihan.

Orang tua juga perlu memperhatikan kondisi anak sebelum memberikan bahan tertentu, terutama telur, susu dan kacang yang dapat menjadi pemicu alergi. Selamat mencoba Sobat JatimTIMES!