JATIMTIMES - Bantal menjadi salah satu perlengkapan tidur yang digunakan setiap hari. Meski selalu dilapisi sarung, bukan berarti bantal terbebas dari kotoran. Debu, keringat, minyak dari kulit, hingga sel kulit mati tetap bisa menumpuk dan masuk ke bagian bantal.
Karena itu, bantal juga perlu dicuci secara rutin. Idealnya, bantal dibersihkan setiap 3-6 bulan sekali atau sekitar 3-4 kali dalam setahun. Namun, mencuci bantal tidak bisa dilakukan sembarangan karena setiap jenis memiliki bahan dan isian yang berbeda.
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah bantal menjadi kempis, menggumpal, atau berubah bentuk setelah dicuci. Apalagi jika bantal dicuci menggunakan mesin cuci. Padahal, beberapa jenis bantal memang bisa dicuci dengan mesin asalkan dilakukan dengan cara yang tepat.
Dilansir dari The Spruce, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali jenis bantal sebelum menentukan metode pencuciannya. Sebab, tidak semua bantal aman dimasukkan ke mesin cuci.
Kenali Jenis Bantal Sebelum Dicuci
1. Bantal bulu dan bulu angsa
Bantal dengan isian bulu atau bulu angsa dapat dicuci menggunakan mesin maupun secara manual. Namun, sebaiknya tidak menggunakan pelembut pakaian karena dapat merusak tekstur bulu di dalam bantal.
2. Bantal wol
Bantal berbahan wol sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin cuci. Pilihan yang lebih aman adalah mencucinya dengan tangan menggunakan air dingin dan deterjen lembut.
Hindari pula pemutih berbasis oksigen karena bahan tersebut dapat merusak material wol.
3. Bantal hias
Untuk bantal hias yang sarungnya tidak dapat dilepas, bagian yang terkena noda cukup dibersihkan secara lokal. Sementara itu, bagian isian dapat dicuci menggunakan tangan atau mesin, tergantung bahan yang digunakan.
4. Bantal lateks dan memory foam
Bantal berbahan lateks, memory foam, maupun memory foam dengan isian gel sebaiknya tidak dicuci menggunakan mesin. Gerakan mesin cuci dapat membuat struktur busa rusak.
Cara Mencuci Bantal dengan Mesin Cuci
Bagi bantal yang memang diperbolehkan dicuci menggunakan mesin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bentuknya tetap bagus setelah dicuci.
1. Bersihkan noda terlebih dahulu
Sebelum memasukkan bantal ke mesin, periksa apakah terdapat noda membandel. Jika ada, oleskan sedikit deterjen pada bagian tersebut.
Kemudian gosok perlahan menggunakan sikat berbulu lembut dan diamkan selama kurang lebih 15 menit sebelum bantal dicuci.
2. Periksa petunjuk pencucian
Jangan lupa melihat label perawatan pada bantal. Perhatikan jenis air yang dianjurkan, apakah menggunakan air dingin atau air hangat.
Saat mencuci, pastikan air cukup untuk merendam bantal. Gunakan siklus pencucian yang lembut dan jangan berlebihan dalam menggunakan deterjen. The Spruce menyarankan sekitar satu sendok teh deterjen.
3. Bilas beberapa kali
Bantal membutuhkan pembilasan yang lebih maksimal karena sisa deterjen bisa tertinggal di bagian dalam.
Karena itu, lakukan pembilasan beberapa kali hingga tidak ada lagi sisa deterjen. Langkah ini juga membantu menjaga bantal tetap nyaman ketika digunakan kembali.
4. Keringkan dengan benar
Setelah selesai dicuci, jangan buru-buru menggunakan mesin pengering. Bantal sebaiknya dikeringkan secara alami di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindari menjemur bantal tepat di bawah sinar matahari. Selama proses pengeringan, bantal juga perlu dibolak-balik dan dipijat secara berkala.
Cara tersebut membantu mencegah isi bantal menggumpal sekaligus membuat bentuknya kembali mengembang. Pastikan seluruh bagian bantal benar-benar kering sebelum digunakan kembali.
Dengan cara yang tepat, mencuci bantal tidak harus membuatnya menjadi kempis atau kehilangan bentuk. Namun, yang paling penting adalah memastikan jenis bantal terlebih dahulu sebelum menentukan apakah bisa dicuci menggunakan mesin atau harus dibersihkan secara manual.



