JATIMTIMES - Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, terutama ketika seseorang banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, minum air menjadi salah satu kebiasaan penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Namun, bukan berarti semakin banyak minum air dalam waktu singkat selalu lebih baik. Cara dan kebiasaan saat minum juga perlu diperhatikan. Ada beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat cuaca panas dan justru bisa membuat kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi dengan baik.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tubuh membutuhkan lebih banyak air ketika berada di lingkungan panas atau melakukan aktivitas fisik. Air membantu menjaga suhu tubuh tetap normal dan mencegah dehidrasi.

Lantas, apa saja kesalahan minum air yang sebaiknya dihindari saat cuaca panas?

1. Baru Minum saat Sudah Sangat Haus

Rasa haus sering dijadikan tanda bahwa tubuh sudah membutuhkan air. Padahal, ketika cuaca panas, sebaiknya jangan menunggu sampai rasa haus muncul atau menjadi sangat kuat.

Tubuh kehilangan cairan melalui keringat sehingga kebutuhan air bisa meningkat. CDC dan NIOSH menyarankan agar seseorang minum secara berkala ketika berada di lingkungan panas, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

Karena itu, membawa botol air dan meminumnya secara berkala bisa menjadi kebiasaan sederhana untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi sepanjang hari.

2. Minum Air dalam Jumlah Banyak Sekaligus

Kesalahan lain adalah menenggak air dalam jumlah sangat banyak sekaligus setelah merasa kepanasan atau haus.

Padahal, minum secara bertahap lebih dianjurkan daripada mengonsumsi cairan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Untuk orang yang melakukan aktivitas di tengah panas, NIOSH menyebut minum dalam interval lebih pendek lebih efektif dibandingkan menunggu lama lalu minum dalam jumlah besar.

Minum terlalu banyak air dalam waktu singkat juga tidak selalu aman. Asupan cairan yang berlebihan dapat menurunkan kadar natrium dalam darah dan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan keadaan darurat medis.

3. Mengandalkan Minuman Manis untuk Mengganti Air Putih

Saat cuaca panas, minuman dingin seperti soda, minuman berpemanis, atau minuman dengan tambahan gula memang terasa menyegarkan. Tetapi, minuman tersebut sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber cairan.

CDC menyebut air putih sebagai pilihan yang baik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Mengganti minuman manis dengan air juga dapat membantu mengurangi asupan kalori.

WHO juga menyarankan untuk minum air secara teratur saat cuaca panas dan menghindari minuman yang tinggi gula.

4. Terlalu Banyak Mengonsumsi Minuman Berkafein atau Alkohol

Kopi, minuman energi, dan minuman berkafein lainnya kerap dikonsumsi untuk menjaga tubuh tetap segar. Namun, saat cuaca panas, konsumsi minuman tersebut sebaiknya tidak berlebihan.

WHO menyarankan untuk menghindari terlalu banyak kafein dan alkohol ketika cuaca panas. Alkohol khususnya perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko masalah akibat panas dan dehidrasi.

Bukan berarti setiap minuman berkafein otomatis membuat tubuh mengalami dehidrasi. Namun, air putih tetap menjadi pilihan yang lebih sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

5. Tidak Memperhatikan Kondisi Tubuh setelah Banyak Berkeringat

Banyak berkeringat bukan hanya membuat tubuh kehilangan air, tetapi juga dapat menyebabkan kehilangan elektrolit. Kondisi ini lebih perlu diperhatikan pada orang yang melakukan aktivitas fisik cukup lama di tengah cuaca panas.

Menurut NIOSH, keringat menyebabkan tubuh kehilangan air dan elektrolit seperti natrium, klorida, serta kalium. Untuk aktivitas sedang yang berlangsung lama dalam kondisi panas, minuman dengan elektrolit dapat dipertimbangkan sesuai kondisi.

Namun, untuk aktivitas biasa, air putih umumnya sudah cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan hidrasi.

Cara Sederhana Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Agar kebutuhan cairan tetap terjaga saat cuaca panas, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan:

• Minum air secara berkala, jangan menunggu sampai sangat haus.

• Bawa botol air ketika beraktivitas di luar rumah.

• Utamakan air putih dibandingkan minuman tinggi gula.

• Batasi alkohol dan konsumsi kafein berlebihan.

• Perhatikan warna urine. Urine berwarna kuning muda atau bening umumnya menunjukkan tubuh mendapatkan cukup cairan.

• Jika banyak berkeringat akibat aktivitas berat, perhatikan pula kebutuhan elektrolit.

Cuaca panas juga perlu diwaspadai jika mulai muncul tanda-tanda seperti pusing, lemas, mual, sakit kepala, kram otot, atau berkeringat sangat banyak. Gejala tersebut dapat menjadi tanda tubuh mulai mengalami gangguan akibat panas.

Dengan membiasakan minum air secara teratur dan tidak berlebihan, tubuh akan lebih siap menghadapi kondisi panas sepanjang hari.