JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar memperkuat fondasi karakter generasi muda sejak bangku sekolah. Sebanyak 91 pelajar SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kota Blitar yang mayoritas merupakan pengurus OSIS dibekali wawasan kebangsaan untuk menghadapi tantangan era digital sekaligus mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Penguatan itu dilakukan melalui Seminar Wawasan Kebangsaan bertema “Pelajar Berkarakter Wawasan Kebangsaan” yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Blitar di Balai Kusumo Wicitra, Senin (28/9/2026).

Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin membuka langsung kegiatan tersebut. Seminar menghadirkan Dr M. Taufik SH MAP, purna widyaiswara utama BPSDM Jawa Timur, serta Izaan Alvaro Setyawan, juara I mendongeng FLS2N tingkat Kota Blitar 2025, sebagai narasumber. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Blitar.

Mas Ibin menempatkan wawasan kebangsaan bukan sekadar sebagai pengetahuan tentang negara. Menurut dia, nilai kebangsaan perlu tumbuh bersama kemandirian, pendidikan, kepemimpinan, serta kepedulian sosial generasi muda.

“Wawasan kebangsaan ini penting bagi adik-adik semua. Pendidikan wawasan kebangsaan dan politik ini salah satu upaya membuka wawasan tentang kemasyarakatan, kebangsaan, politik, serta masa depan masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Mas Ibin.

OSIS Menjadi Laboratorium Kepemimpinan

Ibin

Di hadapan para pelajar, Mas Ibin memberikan perhatian khusus terhadap posisi mereka sebagai pengurus OSIS. Menurut dia, keberanian mengambil tanggung jawab organisasi sejak sekolah merupakan modal penting untuk membangun kepemimpinan.

Pengurus OSIS, kata dia, tidak cukup hanya mampu mengurus dirinya sendiri. Mereka juga dituntut menjadi teladan, membantu teman, menggerakkan kegiatan, sekaligus belajar menyelesaikan persoalan di lingkungan sekolah.

“Kalau menjadi pengurus otomatis termasuk siswa yang mandiri sekaligus teladan. Karena dia bisa mengurusi dirinya sendiri, sekaligus mengurusi teman-temannya, sekolahnya, dan kegiatan OSIS. Jadi ini anak-anak luar biasa,” ujarnya seusai kegiatan.

Mas Ibin kemudian membagikan pengalamannya ketika masih menjadi pelajar. Ia pernah aktif sebagai pengurus sejumlah organisasi ketika menempuh pendidikan menengah, mulai dari OSIS hingga organisasi di lingkungan asrama dan pondok.

Pengalaman tersebut, menurut dia, membentuk kebiasaan memikul tanggung jawab dan mengurus kepentingan bersama. Ia pun mendorong para pelajar tidak berhenti berorganisasi setelah lulus SMP atau MTs.

“Kita motivasi supaya jenjang pendidikannya bisa sampai perguruan tinggi dan di kemudian hari tanggung jawab sosialnya, tanggung jawab sebagai pengurusnya juga dilanjutkan,” ucapnya.

Mas Ibin berharap pengalaman organisasi itu terus ditempa ketika mereka masuk SMA, perguruan tinggi, hingga akhirnya terjun di tengah masyarakat. Bukan tidak mungkin, kata dia, dari pengurus OSIS hari ini kelak lahir pemimpin masyarakat maupun negara.

“Nanti ke jenjang berikutnya, SMA sederajat hingga kuliah, biar berorganisasi. Selanjutnya mungkin akan menjadi petinggi-petinggi masyarakat, petinggi-petinggi negara yang tentunya juga mengurusi masyarakat, mengurusi rakyat dengan wawasan kebangsaan yang cukup,” kata Mas Ibin.

Pendidikan Tinggi Jadi Fondasi Masa Depan

Ibin

Pesan lain yang ditekankan Mas Ibin adalah pentingnya pendidikan tinggi. Pemkot Blitar mendorong generasi mudanya memiliki cita-cita pendidikan setinggi mungkin, termasuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Menurut Mas Ibin, pendidikan tidak semata-mata diperlukan untuk memperoleh pekerjaan. Proses pendidikan juga membentuk kedewasaan, cara berpikir, kemampuan membaca persoalan, hingga cara seseorang memandang keluarga, masyarakat dan negara.

“Kota Blitar sekarang menekankan warga Kota Blitar minimal pendidikannya S1,” katanya.

Ia meminta para pelajar tekun mengejar cita-cita sejak dini. Menurut dia, keberhasilan tidak selalu dibangun melalui langkah besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan belajar, disiplin, berorganisasi, serta konsisten meningkatkan kapasitas diri.

Pendidikan yang baik juga dinilai menjadi benteng penting ketika generasi muda hidup di tengah derasnya informasi digital. Media sosial membuka akses pengetahuan yang luas, tetapi pada saat bersamaan membawa hoaks, informasi keliru, dan berbagai pengaruh yang harus disikapi secara kritis.

“Ketika main media sosial, isu di media sosial itu macam-macam. Maka wawasan kebangsaan Anda diuji, loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia diuji, termasuk kemampuan mengetahui bagaimana Indonesia bisa berdiri dan siapa tokoh-tokoh pendiri bangsa,” ujar Mas Ibin.

Ia mengajak pelajar mengisi kemerdekaan melalui prestasi dan pendidikan. Generasi muda, menurut dia, mempunyai tanggung jawab menyiapkan kualitas sumber daya manusia yang mampu membawa Indonesia semakin maju.

“Isi kemerdekaan dengan prestasi, dengan belajar sungguh-sungguh, dan mempersiapkan sumber daya yang baik,” tegas Mas Ibin.

Bentengi Pelajar di Tengah Tantangan Digital

Ibin

Kepala Bakesbangpol Kota Blitar Toto Robandiyo mengatakan seminar tersebut dirancang karena pelajar saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi membuat berbagai gagasan dan informasi dapat masuk melalui gawai serta media sosial tanpa batas ruang dan waktu.

Kondisi itu membuat penguatan karakter kebangsaan semakin relevan. Terlebih, para peserta merupakan pengurus OSIS yang diproyeksikan menjadi bagian penting Generasi Emas Indonesia pada 2045.

“Tujuannya menanamkan nilai-nilai kebangsaan bagi adik-adik pelajar, khususnya untuk menyiapkan Generasi Emas tahun 2045,” kata Toto.

Menurut Toto, pemerintah juga perlu memberikan perhatian terhadap potensi penyebaran paham radikal dan kekerasan di kalangan generasi muda. Karena itu, kemampuan menyaring informasi harus berjalan beriringan dengan pemahaman Pancasila, nasionalisme, toleransi, dan kecintaan terhadap NKRI.

“Generasi sekarang memiliki tantangan yang sangat luas dan berat karena berada di era globalisasi dan digital,” kata Toto.

Seminar ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Kebijakan tersebut menjadi pijakan pemerintah daerah untuk menjalankan pendidikan nilai kebangsaan secara berkelanjutan dan melibatkan perangkat daerah terkait.

Penguatan wawasan kebangsaan itu sejalan dengan misi mewujudkan Blitar sebagai kota Pancasilais, religius, dan nasionalis, sekaligus menopang visi pembangunan Kota Blitar yang Maju, Sehat dan Sejahtera menuju Kota Masa Depan.

Mas Ibin berharap bekal yang diberikan tidak berhenti setelah seminar berakhir. Nilai kepemimpinan, kepedulian sosial dan kebangsaan diharapkan tumbuh dalam keseharian para pelajar.

“Insyaallah mereka nanti menjadi orang-orang hebat yang bisa membanggakan keluarga, masyarakat sekitar, dan Kota Blitar tercinta,” pungkas Mas Ibin.