JATIMTIMES – Dinas Perhubungan Pemkab Jember, mulai hari ini Senin (28/9/20926) mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Pasar Tanjung, khususnya di Jalan Samanhudi yang berada di sisi barat Pasar Tanjung.
Jika sebelumnya arus lalu lintas di jalan Samanhudi, diberlakukan satu arah, dari pertigaan Jembatan Jompo Jalan Sultan Agung ke arah Jalan Trunojoyo atau dari utara ke selatan, mulai hari ini Dishub melakukan rekayasa, dengan mengembalikan jalur di Jalan Samanhudi, dari Jalan Trunojoyo ke arah jalan Sultan Agung yakni dari selatan ke utara.
Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Jember Gator Triyono, kepada wartawan menyampaikan, bahwa rekayasa lalu lintas ini, bagian dari aspirasi masyarakat dan pedagang pasar, dimana uji coba rekayasa lalu lintas ini dilakukan selama satu bulan, dan akan di lakukan evaluasi setiap seminggu sekali.
“Rekayasa lalu lintas ini berlaku selama 30 hari, dan nanti setiap seminggu sekali akan kami lakukan evaluasi, terutama dampak dari perubahan arus ini, tadi kami juga sudah keliling, dampak pertama yang terjadi, penumpukan di jalan Ahmad Yani, tapi ini masih hari pertama, jadi masih akan kami lakukan pemantauan,” ujar Gatot.
Gatot tidak menampik, jika perubahan arus lalu lintas di jalan Samanhudi, kedepan juga akan merubah arus lalu lintas yang lain, terutama untuk mengurai kepadatan di jalan Ahmad Yani, dan di jalan Trunojoyo sisi timur.
“Kepadatan selama ini ada di jalan timur Trunojoyo tapi di sisi timur, terutama dari pertigaan hingga di SMP Al Furqan dan SMK Santo Paulus, setelah melawati jalur tersebut, kendaraan sudah mulai berkurang,” jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah pedagang, mengeluhkan sepinya pasar Tanjung, dikarenakan kesemrawutan jalan Samanhudi, menyebabkan banyak pembeli yang enggan berbelanja ke pasar Tanjung, terutama di lantai 2, sehingga kondisi ini dianggap sebagai penyebab sepinya pembeli.
Perubahan arus lalu lintas ini juga disepakati antara pedagang dan mahasiswa yang menggelar aksi demo beberapa waktu lalu di pendopo Pemkab Jember, saat Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait SE. MSc, menggelar dialog dengan pedagang pasar. (*)




