JATIMTIMES - Kuliner Indonesia kembali mencuri perhatian dalam daftar makanan terbaik di Asia Tenggara. Kali ini, sejumlah makanan khas Tanah Air masuk dalam daftar 10 lauk pendamping terenak di Asia Tenggara 2026 versi TasteAtlas.
Dari 10 besar tersebut, tujuh di antaranya merupakan makanan Indonesia. Perkedel bahkan menempati posisi pertama, disusul tempe mendoan, nasi kuning, sambal, tempe goreng, sambal matah, dan kerupuk. Daftar ini menunjukkan betapa beragamnya makanan pendamping yang menjadi bagian dari kuliner Indonesia.
Daftar tersebut merupakan bagian dari “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara” yang dirangkum TasteAtlas. Berdasarkan pemutakhiran hingga Selasa (15/9/2026), daftar itu telah memperoleh 1.807 penilaian, dengan 1.362 di antaranya dinyatakan sah oleh sistem TasteAtlas.
Lantas, makanan apa saja yang masuk dalam 10 besar? Berikut daftarnya.
1. Perkedel - Indonesia
Perkedel berada di posisi pertama dalam daftar lauk pendamping terbaik Asia Tenggara 2026 versi TasteAtlas.
Makanan ini umumnya dibuat dari kentang tumbuk yang dapat dicampur dengan berbagai bahan, seperti daging cincang, jagung, atau ikan. Adonannya biasanya diberi daun bawang dan merica.
Setelah dibentuk, adonan dicelupkan ke dalam telur kocok sebelum digoreng. Perkedel kemudian disajikan sebagai lauk maupun pendamping berbagai makanan, termasuk soto ayam dan nasi kuning.
Nama perkedel berasal dari kata Belanda frikadel. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh kuliner Belanda dalam perkembangan makanan tersebut.
2. Tempe Mendoan - Indonesia
Di posisi kedua ada tempe mendoan, makanan yang sangat lekat dengan kuliner Banyumas, khususnya Purwokerto.
Tempe mendoan dibuat dari irisan tempe tipis yang dicelupkan ke dalam adonan tepung berbumbu. Bahan yang umum digunakan antara lain bawang putih, ketumbar, dan daun bawang.
Tempe kemudian digoreng dalam waktu singkat sehingga bagian luarnya tidak terlalu kering, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Dalam bahasa Banyumasan, istilah “mendo” berarti setengah matang.
Tempe mendoan biasanya disantap bersama sambal atau kecap manis.
3. Rau Muống Xào Tỏi - Vietnam
Vietnam menyumbang satu makanan dalam daftar 10 besar, yakni Rau Muống Xào Tỏi.
Hidangan ini berupa tumis kangkung dengan bawang putih. Selain kedua bahan tersebut, bumbunya dapat terdiri dari kecap ikan, garam, gula, dan saus tiram.
Kangkung biasanya direbus sebentar sebelum ditumis bersama bumbu. Hidangan tersebut umumnya disajikan panas dan cocok disantap bersama nasi putih.
4. Nasi Kuning - Indonesia
Nasi kuning menjadi makanan Indonesia berikutnya yang masuk daftar, yakni di peringkat keempat.
Hidangan ini dibuat dari beras yang dimasak menggunakan santan dan kunyit. Serai serta daun jeruk purut juga dapat digunakan untuk memberikan aroma yang khas.
Nasi kuning biasanya disajikan bersama beragam lauk dan pelengkap, seperti ayam goreng, perkedel kentang, telur dadar iris, ikan teri goreng, udang, dan tempe goreng.
Sambal dan serundeng juga sering hadir sebagai pelengkap. Secara tradisional, nasi kuning banyak dikaitkan dengan kuliner Pulau Jawa.
5. Sambal - Indonesia
Berada di posisi kelima, sambal menjadi salah satu pelengkap yang hampir tidak terpisahkan dari berbagai hidangan Indonesia.
Bahan dasarnya umumnya berupa cabai dan garam. Namun, jenis sambal yang berbeda dapat menggunakan tambahan bahan seperti jeruk nipis, bawang, gula, jahe, terasi, hingga cuka.
Sambal secara tradisional dibuat menggunakan cobek dan ulekan. Cara tersebut menghasilkan tekstur dan cita rasa yang khas.
Selain memberikan rasa pedas, sambal dapat digunakan sebagai bumbu maupun pelengkap berbagai makanan, mulai dari daging dan makanan laut hingga sayuran serta nasi.
6. Lumpia - Filipina
Dari Filipina, ada lumpia yang menempati posisi keenam.
Lumpia Filipina memiliki pengaruh dari kuliner China. Makanan ini dibuat menggunakan kulit lumpia dengan isian berupa daging dan sayuran.
Daging sapi cincang dapat dipadukan dengan kol, wortel, bawang bombai, dan bawang putih. Setelah digulung, lumpia digoreng hingga bagian luarnya renyah.
Lumpia dapat dinikmati sebagai camilan maupun lauk. Hidangan ini umumnya disajikan bersama saus asam manis.
7. Tempe Goreng - Indonesia
Tempe goreng menempati posisi ketujuh. Makanan sederhana ini menjadi salah satu lauk yang banyak ditemukan dalam masakan Indonesia, terutama Jawa dan Sunda.
Tempe biasanya diiris kemudian direndam dalam bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, dan garam. Beberapa variasi juga menggunakan daun jeruk untuk menambah aroma.
Setelah dibumbui, tempe digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih. Pada sejumlah variasi daerah, tempe terlebih dahulu dimasak dalam kaldu santan berbumbu sebelum digoreng.
8. Sambal Matah - Indonesia
Sambal matah berada di peringkat kedelapan. Sambal khas Indonesia ini memiliki karakter berbeda karena bahan-bahannya umumnya disajikan dalam kondisi mentah.
Bahan yang digunakan antara lain bawang merah, serai, cabai, dan terkadang bawang putih. Semua bahan kemudian dicampur dengan minyak kelapa atau minyak sayur serta perasan jeruk nipis.
Karena tidak dimasak, sambal matah memiliki rasa yang segar, pedas, dan sedikit asam. Sambal ini banyak digunakan dalam masakan Bali dan Lombok serta cocok disajikan bersama daging panggang, makanan laut, maupun hidangan nasi.
9. Khao Niao - Laos
Laos menyumbang khao niao atau beras ketan yang berada di posisi kesembilan.
Khao niao merupakan makanan pokok di Laos dan juga dikenal luas di wilayah Isan, Thailand bagian timur laut.
Proses pembuatannya dimulai dengan merendam beras ketan selama beberapa jam. Setelah itu, beras dikukus menggunakan keranjang bambu.
Ketan yang sudah matang biasanya ditempatkan dalam wadah bambu untuk membantu mempertahankan suhu dan kelembapannya. Khao niao secara tradisional dimakan menggunakan tangan dengan cara membentuk nasi menjadi bola kecil.
Nasi ketan tersebut kemudian digunakan untuk mengambil berbagai makanan lain, seperti som tam, ayam panggang, atau sambal.
10. Kerupuk - Indonesia
Menutup daftar 10 besar ada kerupuk dari Indonesia.
Makanan bercita rasa gurih dan bertekstur renyah ini umumnya dibuat dari bahan berpati yang dicampur dengan bahan tambahan tertentu sebelum digoreng.
Salah satu jenis yang populer adalah kerupuk udang. Kerupuk dapat menjadi pendamping berbagai hidangan, digunakan sebagai pelengkap atau topping, maupun disantap langsung sebagai camilan.
Makanan sejenis juga dikenal di sejumlah negara lain. Di Malaysia, makanan ini dikenal dengan sebutan keropok, sedangkan di Filipina terdapat istilah kropek. Sementara di Belanda, kerupuk dikenal dengan nama kroepoek.
Cara Penilaian TasteAtlas
Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian audiens TasteAtlas. Sistem yang digunakan memproses suara pengguna untuk mengenali pengguna asli dan mengabaikan penilaian yang dianggap berasal dari bot, nasionalis, maupun penilaian patriotik lokal.
TasteAtlas juga memberikan bobot tambahan terhadap penilaian pengguna yang dianggap memiliki pengetahuan mengenai kuliner.
Hingga Selasa (15/9/2026), daftar “54 Lauk Pendamping Terbaik Asia Tenggara” telah memperoleh 1.807 penilaian. Sebanyak 1.362 penilaian di antaranya dinyatakan valid oleh sistem.
Dengan tujuh makanan yang masuk dalam 10 besar, Indonesia menjadi negara yang paling banyak menyumbang hidangan dalam daftar tersebut. Mulai dari perkedel hingga kerupuk, makanan yang akrab dalam menu sehari-hari Indonesia ternyata mendapat tempat dalam daftar kuliner Asia Tenggara versi TasteAtlas.




