JATIMTIMES - Udara dingin Kota Batu tak menyurutkan selera pencinta kuliner untuk berburu makanan yang berbeda. Salah satunya rica-rica nyambek atau biawak yang dijajakan sebuah warung di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji.
Menu tersebut menjadi salah satu pilihan kuliner malam bagi warga maupun pelanggan yang penasaran dengan olahan daging reptil. Warung ini bahkan baru melayani pembeli mulai petang hingga menjelang dini hari.
Rica-rica nyambek disajikan dengan bumbu pedas dan rempah yang cukup kuat. Dagingnya memiliki tekstur yang oleh sejumlah pelanggan dianggap menyerupai daging ayam ketika sudah dimasak hingga empuk.
Seorang pelanggan, Muhammad Fadli, mengaku sudah beberapa kali datang untuk menikmati menu tersebut. Biasanya menyantap rica-rica biawak bersama nasi hangat.
“Rasanya gurih dan pedas. Dagingnya juga empuk, jadi kalau sudah dicampur nasi hangat cocok sekali untuk dimakan malam-malam,” kata Fadli.
Menurut dia, rasa rica-rica biawak di warung tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan ketika mencoba mengolahnya sendiri di rumah.
“Saya pernah mencoba masak sendiri, tetapi rasanya belum bisa seperti yang di sini. Karena itu kalau sedang ingin makan, saya biasanya datang ke sini,” imbuhnya.
Pemilik warung, Meli, mengatakan menu rica-rica nyambek mulai dijual sekitar dua tahun terakhir. Sebelumnya, warung tersebut sudah lebih dulu menyediakan sejumlah menu pedas lainnya.
“Kalau warungnya sudah sekitar empat tahun. Untuk rica-rica nyambek kurang lebih dua tahun terakhir kami jual,” ungkap Meli.
Meli menambahkan, menu tersebut mendapat respons cukup baik dari pelanggan. Ia menyebut sebagian besar pembelinya berasal dari kalangan pemuda hingga orang dewasa yang memang penasaran atau sudah menyukai olahan daging tersebut.
Selain rica-rica biawak, warung tersebut juga menyediakan sejumlah pilihan menu lain seperti rica-rica bekicot, ceker pedas, sayap pedas, dan usus pedas.
Untuk bahan baku biawak, Meli mendapatkannya dari pengepul di wilayah Tumpang dan Singosari, Kabupaten Malang. Daging yang dibeli sudah melalui proses pembersihan sehingga dapat langsung dipersiapkan untuk dimasak.
“Kalau bahan baku nyambek sejauh ini relatif tersedia. Yang kadang sulit justru bekicot, terutama saat kemarau karena lebih susah mendapatkannya,” jelas Meli.
Mengolah daging biawak juga membutuhkan proses yang berbeda dibandingkan beberapa jenis daging lain. Meli mengatakan daging terlebih dahulu direbus dalam waktu cukup lama dengan bahan tertentu untuk mengurangi aroma amis.
“Cara memasaknya memang lebih lama. Daging harus digodok terlebih dahulu dan kami tambahkan daun kari untuk membantu menghilangkan bau amis. Setelah itu baru dimasak menggunakan rempah dan bumbu rica-rica,” terangnya.
Setelah melalui proses tersebut, daging kemudian dimasak dengan bumbu hingga meresap. Cita rasa pedas menjadi salah satu karakter utama yang membuat menu tersebut cocok disantap bersama nasi hangat.
Untuk satu porsi rica-rica nyambek lengkap dengan nasi, pelanggan cukup membayar sekitar Rp25 ribu. Warung tersebut melayani pembeli setiap hari mulai pukul 18.30 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB.
Lokasinya berada di sisi utara Jembatan Kali Lanang, Jalan Raya Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Meli menjelaskan pihaknya juga memiliki rencana menambah pilihan menu ekstrem lainnya. Salah satunya rica-rica kodok, meski hingga kini masih dalam tahap mencari pemasok bahan baku. “Untuk rica-rica kodok masih rencana. Kami masih mencari pemasok yang bisa menyediakan bahan bakunya,” tegasnya.
Bagi pencinta kuliner yang ingin mencoba makanan tak biasa, rica-rica nyambek ini menjadi salah satu pilihan yang dapat ditemukan saat malam hari di kawasan Kecamatan Bumiaji.




