JATIMTIMES – Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin berziarah ke Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat (25/9/2026). Ziarah menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia yang diperingati pada 5 Oktober 2026.
Prosesi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan mengikuti upacara ziarah, dilanjutkan doa dan tabur bunga di pusara Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Forkopimda Kota Blitar, serta Komandan Kodim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan.
Bagi Mas Ibin, ziarah tersebut bukan sekadar agenda rutin menjelang hari jadi TNI. Kehadiran jajaran TNI di pusara Bung Karno memperlihatkan kuatnya hubungan antara perjalanan institusi negara dan sejarah berdirinya Republik Indonesia.
"Ini bagian dari mengenang jasa Bung Karno sebagai pendiri bangsa,” ujar Mas Ibin.
Menjaga Ingatan Sejarah di Pusara Bung Karno

Mas Ibin mengatakan, ziarah Pangdam V/Brawijaya menjadi momentum mengenang kembali jasa Bung Karno sebagai proklamator, presiden pertama, sekaligus salah satu tokoh utama dalam sejarah pembentukan negara dan angkatan bersenjata Indonesia.
“Hari ini Pak Pangdam berkunjung ke Kota Blitar, ke Makam Bung Karno dalam rangka HUT TNI ke-81. Menjelang HUT, beliau berziarah dan tidak melupakan akar historis TNI serta Bung Karno sebagai pendiri bangsa,” kata Mas Ibin.
HUT ke-81 TNI tahun ini mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat telah digelar TNI di berbagai daerah sebagai bagian dari rangkaian peringatan.
Menurut Mas Ibin, tradisi ziarah ke Makam Bung Karno juga dilakukan berbagai institusi negara dan tokoh nasional. Posisi Blitar sebagai tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator membuat kota ini terus menjadi salah satu tujuan penting dalam perjalanan kebangsaan.
“Ini rutin tahunan. Institusi pemerintah, terutama yang dekat dengan sejarah pendiri bangsa, selalu mengadakan ziarah untuk mengenang jasa-jasa beliau,” ujarnya.
Pemkot Perkuat Layanan Peziarah Makam Bung Karno

Intensitas kunjungan tersebut, menurut Mas Ibin, harus dijawab dengan kesiapan Kota Blitar sebagai tuan rumah. Pemerintah daerah tidak hanya menyambut kunjungan kenegaraan, tetapi juga memperkuat pelayanan bagi masyarakat yang datang berziarah.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah membuka akses ziarah Makam Bung Karno selama 24 jam. Kebijakan tersebut memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berziarah tanpa hanya bergantung pada jam kunjungan siang hari.
“Pemerintah Kota Blitar sangat siap dan sigap memperhatikan layanan para peziarah ke Makam Bung Karno. Kami juga sampaikan bahwa Makam Bung Karno sekarang sudah dapat dikunjungi 24 jam,” kata Mas Ibin.
Ia menilai kunjungan berbagai tokoh dan institusi sekaligus membawa pesan bagi masyarakat Kota Blitar. Kota ini harus semakin siap menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai daerah dengan sejarah Bung Karno.
“Pemerintah Kota Blitar dan warga Kota Blitar harus siap menyambut tamu-tamu yang datang untuk mendekatkan diri pada sejarah pendiri bangsa, Bung Karno,” ujarnya.
Pecel Mbok Bari Jadi Pilihan Pangdam

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya tak berhenti di kompleks Makam Bung Karno. Selepas ziarah, rombongan menikmati kuliner khas Kota Blitar di Pecel Mbok Bari. Momen itu sekaligus menunjukkan potensi kunjungan wisata dan ziarah untuk menggerakkan usaha kuliner lokal.
Mas Ibin mengatakan pecel menjadi salah satu identitas kuliner yang perlu terus dikenalkan kepada tamu Kota Blitar. Pecel Blitar, menurut dia, memiliki karakter rasa tersendiri.
“Kalau di Blitar itu ada manisnya. Rasanya khas. Ini salah satu kekayaan kuliner yang kita punya,” katanya.
Pangdam, menurut Mas Ibin, bukan kali pertama menikmati Pecel Mbok Bari. Ia menyebut Rudy Saladin sebelumnya pernah singgah ke tempat tersebut bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan dirinya. Karena itu, ketika ditawari tempat makan seusai ziarah, Pangdam kembali memilih kuliner khas Blitar tersebut.
“Ketika disuguhi makan, beliau bilang, ‘Saya Pecel Mbok Bari saja.’ Mungkin beliau ingin mengulang,” kata Mas Ibin.
Mas Ibin melihat tingginya kunjungan ke Makam Bung Karno dan destinasi lain sebagai peluang bagi pelaku usaha. Ia mendorong warga semakin percaya diri mengenalkan makanan khas agar tamu yang datang tidak hanya berwisata, tetapi juga berbelanja dan menikmati produk lokal.
“Kalau ada yang khas memang harus kita dorong. Tamu-tamu yang datang ke Kota Blitar sekaligus kita arahkan meramaikan dagangan dan menikmati apa yang menjadi ciri khas Kota Blitar,” ujarnya.
Bagi Mas Ibin, kunjungan tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kota Blitar. Dari Makam Bung Karno hingga kuliner khasnya, Blitar terus menjadi ruang yang menghadirkan sejarah, keramahan, dan kekhasan daerah bagi setiap tamu yang datang.




