JATIMTIMES - Unggahan dokter spesialis kulit, kelamin, dan estetika dr Teguh Priyanto, Sp.KK (Sp.DVE), soal dugaan modus pelayanan pasien menggunakan nama dokter yang telah meninggal viral di media sosial. Dalam unggahannya, dr Teguh menjelaskan ada pasien yang masih datang berobat tanpa mengetahui dokter yang biasa menangani sudah meninggal dunia.
dr Teguh mengungkap cerita tersebut melalui akun Threads miliknya. Ia mengatakan jika dokter senior yang dimaksud adalah almarhum dr Agus Sukamto, SpKK, yang meninggal pada Juni 2025.
Menurut dr Teguh, pasien yang belum mengetahui kabar duka tersebut tetap datang ke tempat praktik. Namun, pasien justru dilayani oleh asisten dan bukan dokter.
"Ada modus,seorang dokter kulit senior sudah meninggal,pasien2nya pd tidak tahu.Banyak pasien yg tetep masih mau periksa,ketemu asistennya (bukan dokter), asistennya bilang 'dokternya masih sakit,sy fotokan kondisi kulitnya trus saya kirim ke dokternya,nanti ibu/bapak dapet obatnya ya,bayarnya ke saya'," tulis dr Teguh.
Dalam unggahan yang sama, dr Teguh menyebut dr Agus merupakan dokter senior yang dikenal di kalangan dokter kulit.
"Alm dr.Agus Sukamto,SpKK senior kami semua,berpulang juni 2025," tulisnya.
Dokter Teguh juga mengunggah kembali ucapan duka cita atas meninggalnya dr Agus yang sebelumnya telah diunggah akun @ika_medica sejak 30 Juni 2025.
Dokter Teguh mengaku hal ini diketahui oleh para pasiennya. Ia juga mengaku sempat merasa heran karena masih menemukan unggahan di Threads yang menyarankan orang untuk berobat kepada dr Agus.
"Iya kebetulan IG perdoski ternyata tidak mencantumkan ya (meningalnya), sy tahunya setelah pasien2 yg periksa ke saya.sama sempet merasa aneh krn di treads masih ada yg menyarankan periksa ke beliau baru2 ini.sy kaget lho beliau kan udah meninggal 1 th yll....brarti banyak yg belum tahu pasien2nya...," tulis dr Teguh.
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Salah satunya mengaku baru membeli salep untuk eksim di apotek yang dikaitkan dengan tempat praktik dr Agus.
"Baru kemarin beli salep eksim di apotek nya dok, info dari apoteker nya alm cuma sakit kanker prostat sampai gabisa praktek lagi, ternyata sudah meninggal, innalillahi wainnailaihi rajiun," tulis akun @vania****.
Warganet lain menduga adanya penggunaan resep atau rekam medis pasien lama. Namun, dugaan tersebut disampaikan oleh pengguna media sosial dan belum terverifikasi.
"Sepertinya apotik mengumpulkan semua resep2 beliau, terus di tiru sesuai keluhan pasien yg datang.......Rekam Medik pasien alm ada di apotik tsb, kemungkinan besar pemilik tau, apoteker dan asisten apoteker bekerja sama dg menggunakan salinan resep alm untuk dijual kembali.........," tulis @rutin****.
Ada juga warganet yang mengaku baru datang ke tempat praktik dr Agus saat Lebaran lalu. Saat itu, ia disebut mendapat informasi bahwa sang dokter sedang menjalani pemulihan.
"baru lebaran kemarin datang ke tempat praktik dokternya. kata apotekernya, beliau habis operasi jadi belum bisa praktik. akhirnya saya dikasih salep sama ibu" apotekernya ? aku gatau lho kalau dokternya sudah meninggal mana sejak tahun kemarin," tulis @nurai****.
Dalam kolom percakapan di unggahannya, dr Teguh juga menanggapi dugaan mengenai cara obat diberikan kepada pasien.
"Sepertinya tidak pake resep tp lgs dibuatkan krim2 berdasarkan riwayat CM pasien kl gak sesuai keluhan pasien saat itu,jadi penjaga apoteknya main dokter2an," tulis dr Teguh.
Nama dr Agus Sukamto, SpKK memang tercatat dalam sejumlah direktori layanan kesehatan di Kota Semarang. Salah satunya mencantumkan praktik dr Agus Sukamto di Jalan Jenderal Sudirman, Semarang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi dari pihak keluarga maupun yang disebut dalam unggahan dr Teguh terkait dugaan pelayanan pasien menggunakan nama almarhum dr Agus Sukamto.





