JATIMTIMES – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Kota Batu, tepatnya di kawasan hutan produksi Petak 26 RPH Punten, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji. Insiden yang menghanguskan vegetasi seluas sekitar 1 hektare tersebut terjadi pada Minggu (20/9/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan hasil kaji cepat tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu di lokasi kejadian, sumber api diduga kuat berasal dari sisa aktivitas pembakaran serasah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Bara api yang belum benar-benar padam tersebut kemudian kembali menyala, meluas tak terkendali, lalu merambat ke area vegetasi hutan produksi di sekitarnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan bahwa penanganan kebakaran dilakukan secara sigap melalui koordinasi lintas instansi, melibatkan BPBD, Perhutani, Polri, perangkat desa Punten, LMDH Batu Makmur, linmas, Corre Indonesia, dan warga setempat.
"Tim gabungan di lapangan langsung melakukan kaji cepat dan pemadaman secara manual, dilanjutkan dengan pendinginan serta penyisiran area terdampak agar api benar-benar terkendali," ujarnya.
Suwoko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Berkat respons cepat tim gabungan, kobaran api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke kawasan hutan lainnya.
Menanggapi berulangnya insiden kebakaran akibat kelalaian manusia, BPBD Kota Batu melayangkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak membakar serasah daun atau sampah secara sembarangan, terutama di sekitar area hutan.
"Masyarakat kami minta untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyisakan bara sebelum ditinggalkan. Hindari aktivitas pembakaran saat cuaca kering dan angin kencang, serta segera laporkan jika menemukan titik api," tegas Suwoko.





