JATIMTIMES - Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kabupaten Sidoarjo terus menajamkan atletnya dengan mengikuti sejumlah turnamen. Turnamen yang diikuti terakhir ialah Kejurprov MPI 2025 Challenge pada 14 hingga 16 Februari 2025 di Kolam Renang Tirta Ambara, Abdurachman Saleh, Kabupaten Malang.
Ketua MPI Kabupaten Sidoarjo, Agus Dedy Krisbianto, SE MM mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 10 atlet pada Kejurprov MPI 2025 Challenge. 10 atlet tersebut telah melalui serangkaian seleksi dari 17 atlet yang dimiliki MPI Kabupaten Sidoarjo.
“Kami mengikuti pada sejumlah kategori kejuaraan. Dan hasilnya Alhamdulillah, kami meraih banyak medali pada Kejurprov tersebut,” kata Dedy kepada JatimTIMES.
Berikut daftar atlet MPI Kabupaten Sidoarjo yang meraih medali pada Kejurprov MPI 2025 Challenge:
Biathle U17 Putra
Ade Stevano Dwi Caesar (Perunggu)
Team Relay Biathle Open KU19, Junior, Senior Putra (Perak)
Ade Stevano Dwi Caesar
Ade Rio Satria Birawa Putra
Triathle U19 Open KU19, Junior, Senior Putra Putra
Ade Rio Satria Birawa Putra (Perunggu)
Triathle U17 Putra
Ade Stevano Dwi Caesar (Perunggu)
Triathle U13 Putra
Akhmal Bagas Pranaja (Perak
Team Relay Triathle Open KU19, Junior, Senior Putra (Perak)
Mochamad Nur Ardiansyah
Ade Rio Satria Birawa Putra
Laserrun Open Open KU19, Junior, Senior Putra
Mochamad Nur Ardiansyah (Perunggu)
Laserrun Open Open KU17, Putra
Setya Wardana Putra Pribadi (Perak)
Ade Stevano Dwi Caesar (Perunggu)
Laserrun Open Open KU13, Putra
Akhmal Bagas Pranaja (Perak)
Team Relay Laserrun Open KU19, Junior, Senior Putra (Emas)
Mochamad Nur Ardiansyah
Ade Rio Satria Birawa Putra
“MPI Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat 8 pada Kejurprov tersebut dengan perolehan medali 1 emas, 6 perak dan 5 perunggu,” beber Dedy.
Dedy menjelaskan bahwa baik secara provinsi ataupun secara nasional, kejuaraan ini baru digelar pertama kali oleh Pengurus MPI Provinsi Jawa Timur. Karena hal itu, Dedy menyebut ajang itu akan dijadikan ujicoba bagi pemain.
Di sisi lain, hal ini juga untuk mengenalkan MPI kepada masyarakat luas. Sebab, olahraga ini membutuhkan keahlian pada sejumlah cabang olahraga, mulai dari renang atau selam, menembak, lari, anggar hingga berkuda.
“Olahraga ini memang menggabungkan dari sejumlah cabor. Dan memang membutuhkan keahlian khusus dan fisik yang prima. Kenapa belum banyak dilombakan karena memang masih minim atlet,” ungkap Dedy.
“Alat untuk olahraga ini juga mahal, sehingga jika ada kejuaraan juga harus meminjam alat kepada pengurus provinsi, terutama tembak ya,” imbuh Dedy.
Kedepan, Dedy berharap MPI dapat dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga, olahraga ini dapat diikuti masyarakat umum.
“Saat ini untuk bibit atlet, kami masih mencari atlet dari cabor lain. Tapi kedepan saya harap ada yang tertarik mengikuti olahraga ini,” tukas Dedy.



