JATIMTIMES - Manajemen Persebaya Surabaya tak puas dengan kinerja wasit pada laga menghadapi Borneo FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (20/12/2024) malam. Dalam laga itu, Persebaya memang meraih kemenangan 2-1.
"Tentu saja kami bahagia perjuangan keras seluruh pemain dan pelatih berbuah tiga poin. Namun, di sisi lain kami sedih, terhadap kepemimpinan wasit," tulis akun ofisial klub.
Dalam laga itu, Persebaya menilai, wasit Tommi Manggopa dan wasit VAR Aprisman Aranda membiarkan pelanggaran keras Ronaldo Rodrigues kepada Bruno Moreira pada babak pertama di kotak penalti.
Padahal, baik berdasarkan rekaman video tim media Persebaya maupun dari tayangan ulang Indosiar, jelas terlihat tangan Ronaldo menghentikan laju Bruno. Artinya, harusnya itu pelanggaran yang patut diganjar tendangan penalti.
"Aneh, situasi itu tidak terlihat. Wasit Tommi posisinya cukup ideal untuk melihat pelanggaran itu. Pun, wasit VAR Aprisman, seharusnya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Sayang, keduanya membiarkan saja…! ASTAGA…!" tulis ofisial Persebaya.
Lebih lanjut, Persebaya saat ini sedang mengumpulkan rekaman-rekaman lain atas kepemimpinan wasit yang tidak seharusnya, tentu saja wasit di lapangan maupun wasit VAR. Pihaknya yakin PSSI sekarang dan Liga 1 musim ini merupakan yang terbaik.
Persebaya berterima kasih kepada Ketum PSSI Erick Thohir yang memimpin transformasi sepak bola Indonesia dengan dengan berani dengan sikat semua yang melakukan praktik-praktik kecurangan. Persebaya berharap langkah itu konsisten.
Penggunaan VAR, teknologi yang seharusnya bisa mewujudkan pertandingan sepak bola yang fair dan sportif. "Namun, pertandingan Persebaya vs Borneo FC malam ini (semalam) membuktikan, bahwa VAR bisa menjadi alat melegalkan ketidakjujuran wasit. Baik wasit yang di lapangan maupun wasit VAR," lanjut Persebaya.
Karena itu, pihaknya meminta Erick Thohir mengevaluasi wasit yang memimpin pertandingan Persebaya vs Borneo FC malam ini. Bila tidak, hal ini bisa saja terjadi lagi. Tidak hanya kepada Persebaya, namun juga klub lain.
"Tentunya kita tidak mau transformasi sepak bola Indonesia yang sudah sangat baik selama ini, dinodai praktik-praktik curang yang terstruktur dan sistematis seperti malam ini," ungkap Persebaya.
Pihaknya juga memberi peringatan, jangan sampai suporter dan stake holder sepak bola Indonesia kehilangan kepercayaan kepada Liga 1 dan PSSI.



