JATIMTIMES - Kemenangan Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat, bakal menguntungkan bagi Pemerintah Indonesia. Hal ini ditegaskan Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, Adhi Cahya Fahadayna. 

Menurut Adhi, gagasan yang diangkat Donald Trump memiliki kedekatan dengan fokus pemerintah Indonesia saat ini. Hal ini sangat memungkinkan bahwa kepentingan strategis akan terbangun. 

"Kedekatan pemerintah sekarang dengan Presiden Terpilih Donald Trump bahkan sudah terjadi sejak 2015 lalu. Salah satu elit Partai Gerindra bahkan pernah ramai dibahas karena bertemu dengan Presiden Terpilih Donald Trump pada saat proses kandidasi Trump pada tahun 2015," ucapnya.

1

Tidak hanya itu, kata Adhi secara idiosinkratik, gaya kepemimpinan atau karakter kepemimpinan Presiden Prabowo dan Presiden Terpilih Donald Trump sangat mirip. Hal inipun memungkinkan relasi atau sinergi strategis akan terbangun dari faktor idiosinkratis ini. 

"Baik Presiden Terpilih Trump maupun Presiden Prabowo sama-sama menjadi presiden di usia tuanya, dan lebih mengedapankan kebijakan-kebijakan konvensional dan konservatif," paparnya.

Alumni Northeastern University Amerika Serikat ini menilai, ciri utama dari kepemimpinan Trump dan Prabowo adalah keperbihakan pada kalangan grass-root dan kelas pekerja atau petani. 

"Keberpihakan mereka pada isu-isu konsvensional dan konservatif inilah yang akan mendorong intensitas hubungan strategis bagi Indonesia dan Amerika Serikat," tegas Adhi.

Hal ini kemudian didukung dengan rencana lawatan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri salah satunya ke Amerika Serikat. "Sangat besar kemungkinan bagi Presiden Prabowo dan Presiden Terpilih Donald Trump akan bertemu pada kesempatan ini tentu dengan maksud untuk meningkatkan signifikansi kemitraan strategis Indonesia-Amerika Serikat," ucap Adhi.

Lebih lanjut Adhi menjelaskan, bahwa pemilu tahun ini Donall Trump masih menggunakan isu populis dalam kampanyenya. Dari isu populis ini, berdampak positif pada Trump. Di beberapa negara bagian yang menjadi penentu, seperti Georgia, North Carolina, Pennsylvania dan Wisconsin, Trump dapat meraih kemenangan .

Gagasan Make America Great Again yang diangkat Trump koheren dengan kondisi yang diharapkan oleh mayoritas warga Amerika Serikat. Seperti isu-isu pada gras root dan pekerja terutama di wilayah industri yang terdampak dari kemunduran ekonomi Amerika Serikat dan deindustrialisasi.  

"Gagasan ini masih koheren dengan kondisi ini dan mampu menguasai wilayah-wilayah Rust Belt yang identik dengan daerah-daerah industri tersebut. Selain itu faktor konservatisme yang ada pada masyarakat Amerika Serikat juga menjadi pengaruh sangat signifikan," pungkasnya.