JATIMTIMES - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia tak hanya berdampak pada masyarakat di dalam negeri. Polusi udara yang menyebar hingga sejumlah negara tetangga juga memicu perhatian publik, termasuk di Malaysia.
Kali ini, karakter Ehsan Intan Payung dari serial animasi Upin & Ipin ikut menyinggung kondisi tersebut melalui unggahan di media sosial. Komentar Ehsan tentang musim jerebu atau kabut asap langsung menarik perhatian warganet, khususnya dari Indonesia.
Karakter yang memiliki nama lengkap Ehsan bin Azzarudin itu mengungkapkan bahwa kondisi udara yang buruk membuatnya harus menunda aktivitas olahraga di luar rumah.
"Baru nak start jogging, tapi musim jerebu," tulis Ehsan dalam unggahan Instagram yang dikutip pada Senin (19/10/2026). Kalimat tersebut berarti baru hendak mulai jogging, tetapi harus menghadapi musim kabut asap.
Dalam unggahan yang sama, Ehsan juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak mendukung.
"Duduk rumah je sekarang ni karena kesehatan lebih penting," tulisnya, yang berarti memilih tetap berada di rumah karena kesehatan lebih penting.
Kabut asap akibat karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir turut menjadi perhatian negara-negara Asia Tenggara. Dampaknya dilaporkan menjangkau Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Thailand.
Buruknya kualitas udara di kawasan tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga pun perlu membatasi kegiatan di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan polusi.
Singapura, misalnya, sempat mengalami kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) dilaporkan mencapai 288 pada pukul 15.00, menjadi angka tertinggi sejak 2015 berdasarkan informasi dalam laporan yang dirujuk.
Sementara itu, Malaysia juga pernah mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya di negara bagian Sarawak pada bulan sebelumnya. Kondisi kabut asap bahkan sempat mendorong penutupan sekolah demi melindungi kesehatan para siswa.
Situasi tersebut kembali menyoroti dampak lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan. Asap yang terbawa angin dapat melintasi wilayah administratif hingga perbatasan negara, sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi bersama.
Persoalan kabut asap turut mendapat perhatian Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Ia mengusulkan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada negara-negara tetangga dilakukan melalui mekanisme kerja sama ASEAN.
Anwar memahami bahwa penanganan bencana karhutla bukan perkara sederhana. Luasnya wilayah terdampak dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mengendalikan kebakaran.
Kerja sama regional dinilai penting karena dampak kabut asap tidak berhenti di negara tempat kebakaran terjadi. Selain pemadaman api, upaya pencegahan dan perlindungan kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menghadapi persoalan tersebut.
Unggahan Ehsan tentang musim jerebu mengundang beragam reaksi di kolom komentar. Sejumlah warganet Indonesia menyampaikan permintaan maaf kepada karakter yang dikenal sebagai salah satu teman dekat Upin dan Ipin tersebut.
Ada pula yang menanggapi unggahan itu dengan candaan. Beberapa warganet bahkan mengaitkan kondisi kabut asap dengan Susanti, karakter asal Indonesia yang menjadi teman Upin dan Ipin.
" Minta maaf ya Intan Payung, maaf sangat ," tulis akun @nayawasseng.
" Maafin layang-layang kamu Intan Payung ," timpal akun @kiki.doyouloveme.
" Marahin aja San, kami sudah cape ," komentar akun @efaerra.
Sementara itu, akun @asepmaulana345 ikut menyinggung karakter Susanti melalui pertanyaan, "Susanti apa kabar ya?"
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bagaimana isu kabut asap yang serius juga menjadi bahan perbincangan di media sosial melalui pendekatan humor. Meski demikian, dampak polusi udara terhadap kesehatan masyarakat tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Upin dan Ipin Sebelumnya Bagikan Tips Menghadapi Jerebu
Ehsan bukan satu-satunya karakter dari serial animasi Upin & Ipin yang menyinggung persoalan kabut asap. Sejak September 2026, akun resmi Upin & Ipin juga membagikan edukasi kesehatan untuk membantu masyarakat melindungi diri di tengah kondisi jerebu yang melanda sejumlah kawasan Asia Tenggara.
Melalui unggahan bertajuk "Cara Lindungi Diri dari Jerebu", Upin dan Ipin menyampaikan sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.
Ada lima panduan utama yang dibagikan, yakni menghindari paparan sinar matahari secara langsung, mencukupi kebutuhan air putih, menjaga daya tahan tubuh, mengenakan masker ketika beraktivitas, serta menjaga kebersihan diri.
Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk lebih waspada ketika kualitas udara memburuk. Membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang sesuai juga dapat membantu mengurangi paparan partikel polusi.
"Mari amalkan langkah mudah untuk kekal sihat dan selamat semasa jerebu," tulis akun resmi Upin & Ipin dalam takarir unggahannya.
Imbauan itu menjadi pengingat bahwa kabut asap bukan sekadar gangguan jarak pandang atau aktivitas sehari-hari. Paparan polusi udara juga dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Karena itu, penanganan karhutla dan upaya menjaga kesehatan masyarakat perlu berjalan beriringan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas.



