JATIMTIMES - Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait SE. MSc., di sela-sela melakukan home care di Dusun Sumberbulus Desa Darungan Tanggul pada Minggu 18 Oktober 2026, menyempatkan pengecekan terhadap program revitalisasi sekolah di SDN Tanggul Kulon 01. 

Kedatangan Bupati di sambut oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jember Hafit Nurul Yasin dan sejumlah kepala sekolah sek Kecamatan Tanggul. 

Di hadapan seluruh kepala sekolah yang ikut hadir, Bupati menyampaikan, bahwa saat ini banyak pihak yang menyatakan, dengan adanya program MBG, pemerintah dianggap abai terhadap dunia pendidikan.

"Banyak netizen yang mencaci pemerintah, kalau MBG hanya buang buang anggaran, dan mengabaikan pendidikan, padahal Presiden Prabowo sangat peduli terhadap pendidikan, salah satunya adalah adanya revitalisasi sekolah, dan ini bukti nyata," ujar Gus Fawait.

Gus Fawait juga menjelaskan, bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Jember mendapatkan anggaran Revitalisasi sekolah terbesar se Indonesia, dimana jumlah sekolah yang direvitalisasi, mencapai 126 sekolah.

"Dan tahun 2027? Jumlah sekolah yang mendapatkan revitalisasi ada 254 sekolah, dan ini juga yang terbesar dalam sejarah, termasuk anggarannya, dana transfer pusat ke daerah memang dikurangi, tapi bantuan anggaran yang kita dapat, jauh lebih besar, selain revitalisasi, kita juga dapat anggaran oplah (optimalisasi lahan), dan ini juga terbesar se Indonesia," ujar Bupati.

Bupati berpesan kepada seluruh kepala sekolah, agar adanya revitalisasi ini, juga memberi dampak secara ekonomi kepada masyarakat Jember, anggaran yang besar tetap berputar di Kabupaten Jember. 

"Saya minta, pekerja pada program revitalisasi ini semua menggunakan tenaga kerja lokal warga Jember, sehingga anggaran yang besar ini, bisa memberi dampak secara ekonomi kepada masyarakat," pesannya. 

Sementara Kepala Sekolah SDN Tanggul Kulon 01 Titin Agustin menyatakan, bahwa sekolah yang di pimpinnya, sebelumnya belum pernah mendapatkan program revitalisasi, dan baru tahun ini, mendapatkan revitalisasi perbaikan ruang belajar kelas dan juga ruang sarana prasarana. 

“Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan revitalisasi untuk 22 ruang, dimana 14 diantaranya adalah ruang belajar, selema pekerjaan revitalisasi ini, seluruh siswa kami proses belajar mengajarnya dpindah ke asrama militer 515,” jelas Titin.

Titin berharap, dengan direvitalisasinya sekolah yang memiliki 416 anak didik ini, kedepan semakin nyaman saat melaksanakan proses belajar mengajar. “Kami berharap dengan adanya revitalisasi ini, proses belajar mengajar siswa kami semakin nyaman,” pungkasnya. (*)