JATIMTIMES - Kabar duka datang dari dunia pesantren dan dakwah Indonesia. KH Syukron Ma'mun, pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan, meninggal dunia pada Minggu (18/10/2026) dalam usia 84 tahun.
Informasi wafatnya ulama yang dikenal dengan julukan Singa Podium itu disampaikan M. Romahurmuziy atau Rommy, Wakil Sekjen DPP PPP periode 2007–2011. Menurut Rommy, kabar tersebut diterimanya secara lisan dari kedua putra almarhum, Gus Ridho dan Gus Faiz.
“Innalillahi wainna ilaihi roji'uun. Telah meninggal dunia KH Syukron Ma'mun pada usia 84 tahun (lahir 21 Des 1941), dalam perjalanan dari kediaman ke RS Pondok Indah, Jakarta, hari ini sekitar pukul 9.00 WIB,” tulis Rommy dalam unggahan di Instagram pribadinya, Minggu (18/10/2026).
Rommy menyebut KH Syukron merupakan ulama yang aktif berdakwah di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri. Selain mengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, almarhum pernah menjabat Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP pada periode 2011–2014 dan 2014–2019.
“Sebagai pengasuh pondok pesantren Darul Rahman, almarhum adalah muballigh lintas Nusantara dan lintas negara. Almarhum memiliki forum pengajian rutin setiap tahun di Singapura, Malaysia, dan Brunei,” kata Rommy.
KH Syukron juga pernah memimpin Forum Ulama dan Habaib (FUHAB). Melalui peran tersebut, almarhum turut mendorong persatuan di kalangan mubalig dan habib.
“Almarhum adalah juga Ketua FUHAB (Forum Ulama dan Habaib), yang menjadikannya sebagai penggiat persatuan lintas muballigh dan para habib,” ujarnya.
Profil Singkat
KH Syukron Ma'mun lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan kehidupan keagamaan. Kakeknya dari pihak ayah merupakan seorang kiai, sedangkan ibunya mengajar mengaji Al-Qur'an.
Pendidikan pesantren menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. KH Syukron tercatat sebagai alumni Pesantren Modern Gontor dan Pesantren Sidogiri. Kemampuan berbicaranya di hadapan publik kemudian membuatnya dikenal sebagai Singa Podium.
Dakwahnya menjangkau berbagai kalangan. Saat masih menempuh pendidikan di Gontor, ia mulai berdakwah. Pada awal 1967, ketika usianya belum genap 30 tahun, ia telah mengisi pengajian di sejumlah daerah, termasuk Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Magetan.
Perjalanan dakwahnya tidak selalu mudah. Dalam sejumlah kegiatan pengajian rutin, ia pernah menghadapi penolakan dari kelompok pemuda komunis.
Setelah pindah ke Jakarta, KH Syukron memperdalam ilmu agama dengan belajar kepada Habib Ali bin Husein di kawasan Bungur dan mempelajari kitab Sahih Bukhari bersama Habib Abdurrahman Al-Habsyi di Kwitang.
Pada 1971, ia mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta sekaligus mengisi ceramah rutin di Islamic Center. Namun, ia kemudian meninggalkan kegiatan mengajar di kampus untuk lebih memusatkan perhatian pada dakwah.
Aktivitasnya berkembang hingga ke Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan berbagai daerah lain di Indonesia. Ia juga berdakwah ke sejumlah negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei.
Nama KH Syukron Ma'mun lekat dengan Pondok Pesantren Daarul Rahman yang berdiri sejak 1975. Pesantren tersebut menjadi tempatnya mendidik santri sekaligus mengembangkan dakwah Islam.
Rommy menyebut pesantren yang diasuh KH Syukron telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.
“Sebagai alumni pesantren modern Gontor dan pesantren Sidogiri, almarhum dikenal sebagai singa podium yang dakwahnya merangkul semua kalangan. Pesantrennya yang telah berdiri sejak 1975, telah menghasilkan ratusan ribu alumni yang berprestasi di berbagai bidang,” tulis Rommy.
Bagi Rommy, KH Syukron menjadi sosok tempat berkonsultasi ketika menghadapi sejumlah persoalan penting di lingkungan politik.
“Sebagai ulama sepuh yang sudah malang-melintang di belantara politik, saya sering berkonsultasi kepada almarhum dalam berbagai hal. Termasuk saat-saat harus mengambil keputusan penting Partai seperti Pilpres, Pilkada, dan isu penodaan agama di DKI jelang 2018,” ungkapnya.
Rommy juga mengenang pertemuan terakhirnya dengan KH Syukron saat menghadiri undangan peringatan 50 tahun Pondok Pesantren Daarul Rahman.
“Terakhir saya menghadiri undangan almarhum pada peringatan 50 tahun Darul Rahman yang digelar pada 25 Oktober 2025 di SICC, Sentul,” katanya.
KH Syukron Ma'mun dijadwalkan dimakamkan pada Minggu (18/10/2026) setelah salat Zuhur di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
“Insya allah pemakaman akan dilangsungkan hari ini, Ahad, 18 Okt 2026 ba'da dzuhur di pesantren beliau Darul Rahman, Jagakarsa, Jaksel,” tulis Rommy.



