JATIMTIMES – UKM Mahasiswa Wirausaha Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Lingkarpreneur 2026 sebagai wadah untuk mempertemukan startup mahasiswa, organisasi kewirausahaan, praktisi bisnis, hingga calon investor. Melalui forum ini, mahasiswa yang tengah merintis usaha diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis dan investasi.
Dalam kegiatan yang digelar di UB Guest House lantai 3 Universitas Brawijaya, Sabtu (17/10/2026), para peserta terbaik berkesempatan mempresentasikan produk dan model bisnis mereka di hadapan dewan juri serta calon investor. Sebanyak 10 tim finalis terpilih dari sekitar 100 pendaftar untuk mengikuti sesi pitching dan mendapatkan masukan langsung mengenai potensi serta pengembangan usaha masing-masing.
Ketua Pelaksana Lingkarpreneur 2026, Tegar Rizky Nur Hidayatullah, menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini menghadirkan konsep yang lebih aplikatif dengan melibatkan mahasiswa yang benar-benar memiliki dan menjalankan bisnis. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang lebih banyak diikuti organisasi kewirausahaan mahasiswa, kali ini peserta juga berasal dari kalangan perintis startup.
“Alhamdulillah, tahun ini sekitar 90 persen dari peserta yang kami seleksi sudah menjalankan bisnisnya. Jadi, bukan hanya ide, tetapi memang ada usaha yang sedang mereka rintis dan kembangkan,” kata Tegar.
Sepuluh tim finalis tersebut berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai Jakarta, Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga sejumlah daerah di Jawa Timur. Keberagaman peserta ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan pelaku usaha muda dengan latar belakang, pengalaman, serta potensi bisnis yang berbeda.
Dalam sesi pitching, setiap tim mempresentasikan produk, model bisnis, dan potensi pengembangan usahanya. Presentasi tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis untuk menunjukkan keunggulan produk sekaligus meyakinkan dewan juri dan calon investor mengenai prospek bisnis yang mereka bangun.
Tidak hanya memberikan penilaian terhadap presentasi peserta, calon investor juga menyampaikan sejumlah masukan terkait startup yang dinilai berpotensi memperoleh investasi maupun usaha yang masih perlu dikembangkan. Umpan balik tersebut diharapkan membantu peserta memahami aspek-aspek bisnis yang perlu diperkuat agar lebih menarik bagi investor.
Selain membuka peluang investasi, Lingkarpreneur 2026 juga menyediakan hadiah berupa uang tunai atau fresh moneybagi tiga tim terbaik. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan modal sekaligus mendorong para finalis untuk terus mengembangkan bisnisnya.

(Foto: Para peserta saat menampilkan produknya)
Tegar menambahkan, forum ini tidak hanya ditujukan untuk mempertemukan startup dengan investor, tetapi juga membangun kolaborasi antara pemilik usaha, praktisi bisnis, dan organisasi kewirausahaan mahasiswa. Melalui pertemuan tersebut, peserta diharapkan dapat menemukan mitra yang memiliki visi sejalan untuk mengembangkan usaha secara bersama-sama.
“Harapannya, mereka bisa bertemu mentor yang memang praktisi langsung di lapangan, memperluas networking, dan membuka peluang kolaborasi, baik ant startup maupun dengan UKM kewirausahaan,” harapnya.
Menurutnya, keterlibatan pelaku startup yang telah menjalankan bisnis menjadi salah satu pembeda Lingkarpreneur tahun ini. Forum tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa yang sedang membangun usaha.
Lewat Lingkarpreneur 2026, UKM Mahasiswa Wirausaha UB mendorong terciptanya ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang lebih terbuka terhadap kolaborasi, pendampingan profesional, dan investasi. Dengan demikian, startup mahasiswa tidak hanya memperoleh ruang untuk memperkenalkan produknya, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat bisnis dan memperluas jangkauan pasar.



