JATIMTIMES - Industri makanan dan minuman (mamin) menghadapi ancaman kekurangan bahan baku menjelang 2027. Sejumlah perusahaan mulai mengalami kekurangan stok, sedangkan persediaan yang ada diperkirakan hanya mampu menopang kebutuhan produksi hingga akhir tahun ini.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) pun meminta pemerintah segera memastikan tambahan pasokan. Sebab, tanpa kepastian tersebut, stok bahan baku yang tersedia berisiko habis pada awal 2027.

Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman mengatakan persoalan itu terungkap dalam koordinasi dengan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian. Dalam pembahasan tersebut, ditemukan kebutuhan tambahan bahan baku dari sejumlah perusahaan anggota Gapmmi.

"Ya, kami sebetulnya sudah menyampaikan beberapa kebutuhan tambahan untuk bahan baku. Karena ternyata ada beberapa industri anggota kami yang kekurangan," kata Adhi, dilansir Warta Ekonomi, Jumat (16/10/2026).

Menurut Adhi, pemerintah perlu mempertemukan perusahaan yang kekurangan bahan baku dengan pihak yang masih memiliki persediaan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan industri hingga akhir 2026.

Namun, persoalan yang lebih mendesak adalah kepastian pasokan untuk tahun depan. Gapmmi memperkirakan persediaan yang ada saat ini dapat habis pada awal 2027 jika tidak ada tambahan bahan baku.

"Kalau untuk 2026 ini mudah-mudahan cukup. Tapi kita minta tahun 2027 awal itu sudah stoknya, kami hitung akan habis," ujar Adhi.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, Gapmmi mendesak pemerintah mempercepat penetapan Neraca Komoditas (NK). Kepastian ini dibutuhkan agar kebutuhan bahan baku industri dapat dipenuhi sebelum stok yang tersedia habis.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian industri mamin antara lain gula, garam, jagung, daging, serta bahan baku lain yang digunakan dalam proses produksi.

Adhi menegaskan percepatan penetapan Neraca Komoditas menjadi salah satu hal yang perlu segera dilakukan pemerintah.

"Justru itu yang kami minta, percepatan untuk NK-nya supaya bisa diputuskan oleh pemerintah segera," katanya.

Kepastian pasokan menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk menyusun rencana produksi. Jika bahan baku tidak tersedia sesuai kebutuhan, industri berisiko kesulitan mempertahankan kapasitas produksi sekaligus memenuhi permintaan pasar.

Gangguan pasokan juga dapat menambah tekanan bagi perusahaan dalam menjaga harga produk tetap kompetitif, baik di pasar domestik maupun ekspor.

Persoalan pasokan bahan baku tersebut tidak bisa diselesaikan oleh Kementerian Perindustrian sendirian. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan penyelesaiannya membutuhkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain karena berkaitan dengan ketersediaan komoditas serta kebijakan perdagangan.

Selain memastikan ketersediaan bahan baku, pemerintah juga perlu mencari solusi atas perbedaan harga yang dapat memengaruhi daya saing industri dalam negeri.

Dengan kebutuhan produksi yang terus berjalan dan awal 2027 semakin dekat, kepastian pasokan menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dituntaskan. Tanpa tambahan bahan baku yang sesuai kebutuhan, industri makanan dan minuman berisiko menghadapi keterbatasan produksi saat memasuki tahun depan.