JATIMTIMES - Cuaca panas sering kali membuat tubuh terasa gerah dan tenggorokan cepat kering. Dalam kondisi seperti ini, segelas air es menjadi pilihan banyak orang untuk menyegarkan tubuh sekaligus menghilangkan dahaga.

Sensasi dingin saat meneguk air es memang terasa melegakan, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan. Namun, apakah minum es benar-benar lebih efektif menghilangkan rasa haus dibandingkan air putih bersuhu ruang? Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik sensasi menyegarkan tersebut.

Minum Air Es Bisa Membantu Mengurangi Rasa Haus

Air dingin dapat membantu meredakan rasa haus, bahkan dalam beberapa kondisi terasa lebih menyegarkan dibandingkan air bersuhu ruang. Hal ini bukan sekadar sugesti, melainkan berkaitan dengan respons tubuh terhadap sensasi dingin di dalam mulut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One pada 2016 dengan judul Oral Cooling and Carbonation Increase the Perception of Drinking and Thirst Quenching in Thirsty Adults menemukan bahwa sensasi dingin dapat meningkatkan persepsi seseorang terhadap kemampuan minuman dalam menghilangkan dahaga.

Dalam penelitian tersebut, peserta yang mengalami haus diminta meminum 400 mililiter air dengan suhu berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa air dingin membantu mengurangi rasa haus secara lebih efektif dibandingkan air bersuhu ruang dalam pengujian tersebut.

Artinya, minum air es dapat menjadi pilihan untuk membantu meredakan dahaga ketika cuaca sedang panas. Meski begitu, hasil penelitian tersebut tidak berarti air es selalu lebih baik dalam setiap kondisi.

Mengapa Air Es Terasa Lebih Menyegarkan Saat Cuaca Panas?

Ada beberapa alasan mengapa air dingin terasa begitu nikmat ketika tubuh kepanasan.

1. Memberikan sensasi dingin di dalam mulut

Saat air es menyentuh rongga mulut, sensasi dingin memberikan rasa nyaman ketika tubuh sedang menghadapi suhu lingkungan yang tinggi. Respons ini juga dapat membuat rasa haus terasa lebih cepat mereda.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior pada 2017 menunjukkan bahwa suhu, rasa, dan tekstur minuman atau produk berbahan dasar air dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap kemampuan produk tersebut dalam menghilangkan dahaga.

2. Membantu meredakan sensasi mulut kering

Rasa haus sering disertai kondisi mulut yang terasa kering. Minum air membantu membasahi rongga mulut, sedangkan sensasi dingin dapat memberikan rasa lega yang lebih terasa.

Namun, berkurangnya rasa kering di mulut tidak selalu berarti kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi sepenuhnya. Karena itu, penting untuk tetap minum dalam jumlah yang cukup.

3. Membuat minum terasa lebih menyenangkan

Sebagian orang lebih menyukai air dingin dibandingkan air bersuhu ruang, terutama ketika cuaca sedang terik. Pilihan suhu yang sesuai dengan selera dapat membantu seseorang lebih nyaman saat minum.

Penelitian dalam jurnal PLOS One tersebut juga memperlihatkan bahwa karakteristik sensorik minuman, termasuk sensasi dingin, berpengaruh terhadap persepsi rasa haus dan pengalaman saat minum.

Apakah Air Es Lebih Baik daripada Air Biasa?

Tidak selalu. Air es memang dapat memberikan sensasi lebih menyegarkan, tetapi hal terpenting untuk menjaga hidrasi adalah memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup.

Air putih dingin maupun air putih bersuhu ruang sama-sama dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Pilih suhu air yang paling nyaman agar tidak enggan minum, terutama ketika beraktivitas di tengah cuaca panas.

Perlu dibedakan pula antara air es dan minuman manis yang ditambahkan es batu. Minuman dingin dengan kandungan gula tinggi mungkin terasa menyegarkan, tetapi konsumsi gula berlebihan tetap perlu dibatasi.

Jika ingin menghilangkan dahaga sekaligus menjaga asupan gula, air putih dingin bisa menjadi pilihan sederhana.

Tips Minum Saat Cuaca Panas agar Tubuh Tetap Terhidrasi

Selain memilih minuman yang menyegarkan, ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kecukupan cairan tubuh ketika suhu udara meningkat.

Minum secara berkala. Jangan hanya minum ketika rasa haus sudah terasa kuat, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Sediakan air minum. Bawalah botol minum agar lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari.

Perhatikan aktivitas fisik. Ketika banyak berkeringat akibat cuaca panas atau olahraga, kebutuhan cairan dapat meningkat.

Batasi aktivitas berat saat terik. Jika memungkinkan, hindari aktivitas fisik berat pada jam-jam ketika suhu udara paling tinggi.

Perhatikan tanda dehidrasi. Rasa haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna lebih gelap, dan frekuensi buang air kecil yang berkurang dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan.

Jika mengalami pusing berat, kebingungan, atau kondisi tubuh memburuk setelah terpapar panas, segera cari pertolongan medis karena gejala tersebut dapat menandakan masalah serius akibat panas.

Kesimpulannya, minum air es dapat membantu meredakan rasa haus dan memberikan sensasi lebih menyegarkan ketika cuaca panas. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa sensasi dingin dapat memengaruhi persepsi seseorang terhadap rasa haus.

Meski demikian, air es bukan satu-satunya pilihan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Air putih bersuhu ruang juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

Jadi, ketika cuaca panas membuat tenggorokan terasa kering, tidak masalah memilih air es jika terasa lebih nyaman. Yang terpenting, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi dan jangan mengandalkan sensasi segar semata sebagai tanda bahwa tubuh sudah mendapatkan cukup air.