JATIMTIMES – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat terus diperkuat. Tidak hanya menghadirkan layanan berobat gratis melalui Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember juga meluncurkan program Home Care hingga Mobil Cinta untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan manusiawi.
Sejak April 2025, masyarakat yang memiliki KTP Jember dapat mengakses layanan berobat gratis di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia, sesuai ketentuan program yang berlaku.
Program tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Jember untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya dan rumitnya administrasi.
Namun, bagi Gus Fawait, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menggratiskan biaya pengobatan. Pemerintah juga harus hadir menjangkau warga yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan, terutama masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki kendaraan maupun biaya transportasi.
Atas dasar itu, Pemkab Jember menghadirkan program Home Care, yakni layanan kesehatan dengan sistem jemput bola yang mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan.
Gus Fawait menegaskan, program Home Care dirancang agar masyarakat kurang mampu juga bisa mendapatkan pelayanan layaknya memiliki dokter pribadi.
“Program Home Care ini khusus bagi masyarakat yang tidak mampu. Home Care merupakan dokter pribadi bagi masyarakat yang tidak mampu. Kalau masyarakat yang mampu punya dokter pribadi, masyarakat tidak mampu pun di Jember juga harus punya dokter pribadi,” tegasnya dalam sejumlah kesempatan.
Menurutnya, masih ada warga yang kesulitan memanfaatkan layanan kesehatan gratis bukan karena tidak adanya fasilitas, melainkan karena keterbatasan akses untuk menjangkaunya.
Masyarakat yang tidak memiliki kendaraan atau bahkan tidak mempunyai uang untuk ongkos perjalanan terkadang terpaksa menunda pemeriksaan kesehatan, meskipun layanan di puskesmas maupun rumah sakit tersedia secara gratis.
“Kadang masyarakat tidak mampu tidak bisa mendatangi puskesmas atau rumah sakit, meskipun gratis, karena memang tidak punya kendaraan atau ongkos untuk ke puskesmas. Untuk itu, Pemkab Jember mencetuskan program Home Care,” ungkap Gus Fawait.
Upaya memperkuat pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu kini dilengkapi dengan kehadiran Mobil Cinta. Layanan ini secara khusus membantu mengantarkan pasien kurang mampu yang telah dinyatakan sembuh setelah menjalani rawat inap di rumah sakit.
Kehadiran Mobil Cinta diharapkan dapat meringankan beban pasien dan keluarga, terutama mereka yang tidak memiliki kendaraan untuk membawa pasien pulang setelah menjalani perawatan.
Saat ini, layanan antar pulang tersebut masih diperuntukkan bagi pasien yang telah sembuh setelah menjalani rawat inap di tiga rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat.
Gus Fawait menjelaskan, Mobil Cinta menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pasien setelah selesai menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain membantu transportasi pasien, penggunaan Mobil Cinta juga diharapkan memberikan kenyamanan bagi pasien dan keluarga saat kembali ke rumah.
Menurut Gus Fawait, kendaraan yang digunakan untuk mengantar pasien pulang juga memiliki sisi sosial tersendiri. Kedatangan ambulans terkadang membuat tetangga khawatir karena identik dengan kondisi darurat atau kabar duka.
Karena itu, Mobil Cinta dihadirkan dengan pendekatan yang lebih ramah dan bersahabat bagi pasien yang telah sembuh.
Melalui program UHC, Home Care, dan Mobil Cinta, Pemkab Jember berupaya membangun pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh. Masyarakat tidak hanya dibantu dalam pembiayaan pengobatan, tetapi juga dalam mengakses layanan kesehatan hingga mendapatkan dukungan transportasi setelah menjalani rawat inap.
Bagi Gus Fawait, keterbatasan ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
Dengan pendekatan pelayanan yang menjangkau langsung kebutuhan warga, pemerintah daerah berharap masyarakat Jember dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih mudah, terjangkau, dan manusiawi. (*)



