JATIMTIMES - Ujian sekolah menjadi salah satu momen yang bisa membuat anak merasa gugup. Meski sudah belajar dan mempersiapkan diri, rasa khawatir terkadang tetap muncul saat harus menjawab soal di ruang ujian. Orang tua pun ikut berharap anaknya bisa mengerjakan soal dengan tenang dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Selain mendampingi anak belajar, orang tua dapat memberikan dukungan melalui doa. Doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan kemudahan, ketenangan hati, serta membantu anak mengingat pelajaran yang sudah dipelajari.

Dalam Islam, doa juga menjadi bentuk ikhtiar dan tawakal setelah seseorang berusaha. Orang tua dapat memohon agar anak diberi kelancaran saat mengerjakan soal, memperoleh ilmu yang bermanfaat, dan mampu menghadapi ujian dengan baik.

Lantas, apa saja bacaan doa untuk anak yang sedang ujian agar diberi kelancaran?

Dilansit dari buku Membangun Peradaban karya Rustana Ahmad dan Kitab Doa Mustajab Terlengkap karya Ustaz H. Amrin Ali al-Kasyaf, berikut tujuh bacaan doa yang dapat diamalkan.

1. Doa Memohon Kemudahan Saat Ujian

Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan dalam menghadapi urusan yang terasa sulit. Orang tua dapat membacanya sebagai doa untuk anak yang sedang menghadapi ujian.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Bacaan latin:

Allahumma la sahla illa ma ja'altahu sahlan, wa anta taj'alul hazna idza syi'ta sahlan.

Artinya: "Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali yang telah Engkau permudah. Jika Engkau berkehendak, Engkau dapat membuat yang sulit menjadi mudah."

Doa ini dapat dibaca ketika anak merasa kesulitan memahami soal atau membutuhkan ketenangan saat menghadapi ujian. Bacaan tersebut juga dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dalam berbagai urusan lainnya.

2. Doa agar Hati Anak Dipenuhi Cahaya dan Hikmah

Orang tua juga dapat memanjatkan doa agar anak memperoleh ilmu, kebijaksanaan, serta menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهِّلْهُمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَأَصْلِحْهُمْ وَأَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

Bacaan latin:

Allahummamla' quluba auladina nuran wa hikmatan wa ahhilhum liqabuli ni'matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah.

Artinya: "Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaikilah umat ini melalui mereka."

Doa ini memuat harapan agar anak tumbuh dengan hati yang terang, memiliki kebijaksanaan, dan mendapatkan bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.

3. Doa Memohon Kemudahan dalam Urusan yang Sulit

Ketika anak menghadapi ujian, orang tua bisa memohon agar segala kesulitan yang dihadapi diberi jalan keluar. Doa berikut berisi permohonan pertolongan, kemudahan, dan keselamatan di dunia maupun akhirat.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرَ الْعَسِيرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْأَلُكَ الْيَسِيرَ وَالْمُعَافَاةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Bacaan latin:

Allahummalthuf bina fi taisiri kulli 'asirin fa inna taisiral 'asiri 'alaika yasirun wa nas'alukal yasira wal mu'afata fiddunya wal akhirah.

Artinya: "Ya Allah, berilah kami taufik dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau. Kami memohon kepada-Mu kemudahan dan keselamatan di dunia dan akhirat."

Melalui doa ini, orang tua memohon agar anak mendapatkan pertolongan Allah SWT saat menghadapi kesulitan. Doa tersebut dapat menjadi pengingat bahwa setiap usaha perlu disertai permohonan kepada Allah dan sikap berserah diri setelah berikhtiar.

4. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat

Belajar untuk menghadapi ujian tidak semata-mata bertujuan memperoleh nilai tinggi. Ilmu yang didapat juga diharapkan membawa manfaat bagi kehidupan anak. Karena itu, orang tua dapat mendoakan agar ilmu yang dipelajari mudah dipahami dan mendapat keberkahan.Bacaan Arab:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Bacaan latin:

Subhanakallahumma la 'ilma lana illa ma 'allamtana wa 'allimna ma yanfa'una wa barik lana fi ma 'allamtana innaka antal 'aliimul hakim.

Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah. Kami tidak memiliki ilmu kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Ajarkanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat dan berkahilah ilmu yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Doa ini mengingatkan bahwa ilmu merupakan karunia Allah SWT. Orang tua dapat membacanya sambil berharap anak mampu memahami pelajaran, mengingat materi yang sudah dipelajari, serta menggunakan pengetahuannya untuk hal-hal yang baik.

5. Doa agar Anak Tidak Lupa Pelajaran

Salah satu hal yang dikhawatirkan saat ujian adalah anak lupa terhadap materi yang sudah dipelajari. Doa berikut berisi permohonan agar ilmu yang telah diberikan Allah SWT dapat diingat kembali ketika dibutuhkan.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَوْدِعُكَ مَا عَلَّمْتَنِيهِ فَارْدُدْهُ إِلَيَّ عِنْدَ حَاجَتِي إِلَيْهِ وَلَا تُنْسِنَاهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Bacaan latin:

Allahumma inni astaudi'uka ma 'allamtanihi fardud-hu ilayya 'inda hajati ilaihi wa la tunsinahu ya rabbal 'aalamin.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku menitipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku. Maka kembalikanlah kepadaku ketika aku membutuhkannya dan janganlah Engkau membuatku melupakannya, wahai Tuhan semesta alam."

Doa ini dapat diamalkan sebagai permohonan agar anak lebih mudah mengingat materi ketika menjawab soal. Selain berdoa, anak tetap perlu membiasakan diri mengulang pelajaran, beristirahat cukup, dan mengerjakan soal dengan teliti.

6. Doa Memohon Perlindungan dan Keteguhan Hati

Orang tua juga dapat memanjatkan doa untuk memohon perlindungan dan keteguhan hati bagi anak ketika menghadapi ujian maupun berbagai tantangan lainnya.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ بِحُبِّ ذَاتِكَ تَحَصَّنَّ يَا اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ سَيِّدُنَا مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ حَقًّا وَصِدْقًا

Bacaan latin:

Allahumma bihubbi dzatika tahashshinna ya Allah, la ilaha illallah, sayyiduna Muhammadur rasulullahi haqqan wa sidqan.

Artinya: "Ya Allah, dengan mencintai Zat-Mu, kuatkanlah kami, ya Allah. Tiada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah yang benar dan yang haq."

Bacaan ini memuat ungkapan keimanan dan permohonan keteguhan kepada Allah SWT. Orang tua dapat menjadikannya bagian dari doa untuk anak, sembari mengingatkan anak agar tetap tenang, percaya diri, dan tidak mudah menyerah ketika menemukan soal yang sulit.

7. Doa agar Diberi Kelapangan Hati dan Kemudahan Urusan

Doa terakhir merupakan bagian dari Surah Taha ayat 25-28. Doa ini dipanjatkan Nabi Musa AS ketika memohon kepada Allah SWT agar dilapangkan dadanya, dimudahkan urusannya, dan diberi kelancaran dalam menyampaikan perkataan.

Bacaan ini juga dapat diamalkan ketika anak membutuhkan ketenangan dan kelancaran saat menghadapi ujian.

Bacaan Arab:

رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙ وَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ يَفْقَهُوْا قَوْلِيْ

Bacaan latin:

Rabbisyrahli shadri wa yassirli amri wahlul 'uqdatam millisani yafqahu qauli.

Artinya: "Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka mengerti perkataanku.'"

Meski dalam konteks ayat doa ini berkaitan dengan permohonan Nabi Musa AS agar dimudahkan saat menyampaikan perkataan, kandungannya juga mengajarkan untuk memohon kelapangan hati dan kemudahan dalam menjalani urusan.

Bagi anak yang sedang ujian, orang tua dapat membacanya sambil berharap anak tidak mudah panik, mampu berpikir jernih, dan bisa mengerjakan soal sesuai kemampuan.

Demikian tujuh doa yang dapat diamalkan orang tua sebagai bentuk dukungan spiritual kepada anak yang sedang menghadapi ujian. Tidak ada salahnya membiasakan anak berdoa sebelum belajar maupun sebelum mulai mengerjakan soal.

Namun, doa tetap perlu disertai usaha. Anak perlu mempersiapkan diri dengan belajar, memahami materi, menjaga kesehatan, dan beristirahat cukup agar bisa berkonsentrasi saat ujian berlangsung.

Orang tua juga dapat membantu dengan memberikan semangat tanpa menambah tekanan. Hasil ujian memang penting, tetapi proses belajar, kejujuran, dan keberanian anak menghadapi tantangan juga patut dihargai.

Dengan ikhtiar, doa, dan dukungan keluarga, anak diharapkan dapat menjalani ujian dengan lebih tenang serta menerima hasilnya dengan lapang dada. Semoga informasi ini bermanfaat.