JATIMTIMES - Pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang, Kota Malang, terus dikebut. Progres pengerjaan di sisi utara bahkan telah melampaui target, sementara proyek di sisi selatan terus dipacu agar bisa rampung sesuai jadwal pada November 2026.
Berdasarkan data terbaru per Rabu (14/10/2026), progres pembangunan jalan sisi utara mencapai 62,630 persen, sedikit di atas target rencana sebesar 62,264 persen. Sementara itu, pengerjaan di sisi selatan telah menyentuh 47,628 persen.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Kristiyan Bagus Muryanto melalui pelaksana teknis Arif Muji Santosa menyebut pekerjaan sisi utara masih memiliki sisa waktu kontrak 43 hari kalender. “Dengan kekurangan sisa hari 43 hari kalender,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (14/10/2026).
Pembangunan di kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya membenahi akses jalan di sekitar Pasar Gadang, khususnya untuk mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan mobilitas kendaraan di kawasan Bumiayu. Dengan kondisi jalan yang lebih memadai, aktivitas masyarakat di salah satu pusat perdagangan tersebut diharapkan tidak lagi terkendala kondisi infrastruktur.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pembangunan ini adalah ketahanan jalan terhadap beban kendaraan berat dan paparan air. Kondisi lingkungan pasar dengan aktivitas yang padat dinilai membutuhkan konstruksi yang lebih kuat agar jalan tidak cepat mengalami kerusakan.
Arif menjelaskan, penggunaan beton pada bagian tertentu menjadi pilihan karena dinilai lebih tahan menghadapi kondisi tersebut dibandingkan aspal. Terlebih, kawasan Pasar Gadang juga dilintasi truk pengangkut tebu dan kendaraan lain dengan beban cukup besar.
“Di posisi beton, kita bisa pastikan secara teknis lebih tahan lama daripada aspal,” jelasnya.
Selain mengandalkan konstruksi yang lebih kuat, DPUPRPKP Kota Malang juga menyoroti pentingnya menjaga fungsi jalan setelah pembangunan selesai. Keberadaan lapak pedagang yang tidak sesuai dengan titik penempatan berpotensi mengganggu akses kendaraan maupun mobilitas warga.
Karena itu, Arif meminta para pedagang mematuhi penataan lapak yang telah ditentukan oleh dinas pengelola pasar. Menurut dia, jalan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut harus tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
"Saya minta kesadaran pedagang untuk berjualan di titik-titik lapak yang sudah ditentukan oleh Dinas Pasar, karena fungsi jalan ini untuk aktivitas warga dan kita semua,” ungkapnya.
Sementara itu, pembangunan jalan sisi selatan yang dikerjakan CV Darussalam mencatat progres 47,628 persen. Pelaksana proyek, Suliyanto, memastikan pengerjaan terus dikebut agar penyelesaian dapat tercapai sesuai target pada November 2026.
Lingkup pekerjaan di sisi selatan meliputi pembangunan jalan sepanjang sekitar 600 meter, pengecoran beton dengan spesifikasi FS 38 dan FC 20 pada bagian tertentu, pengaspalan, pemasangan U-ditch untuk saluran drainase, serta sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.
Adapun lebar jalan pada masing-masing sisi direncanakan mencapai 7,5 meter, ditambah bahu jalan selebar 1,3 meter. Penataan tersebut diharapkan mampu menunjang kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur di sekitar pasar.
Dalam pelaksanaannya, proyek sempat menghadapi kendala di titik awal atau titik nol pekerjaan. Aktivitas pedagang di area tersebut membuat lokasi perlu ditata terlebih dahulu agar pemasangan U-ditch dapat dilakukan. Namun, kendala itu kini telah teratasi dan pekerjaan kembali berjalan.
Untuk mengejar target penyelesaian, pelaksana proyek menerapkan pola kerja tujuh hari dalam sepekan. Pengerjaan juga dilakukan pada malam hari, terutama ketika memasuki tahap pengecoran beton.
Sebanyak 30 personel dikerahkan untuk mendukung percepatan pembangunan. Dengan pola kerja tersebut, pelaksana proyek optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat yang telah ditetapkan. “Kami pastikan selesai pada November,” tegas Suliyanto.



