JATIMTIMES - Kabar duka datang dari industri hiburan Hollywood. RJ Mitte, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Walter White Jr atau Flynn dalam serial kriminal Breaking Bad, meninggal dunia pada usia 34 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia hiburan sekaligus komunitas penyandang disabilitas yang selama ini mendapat dukungan dari kiprahnya.
Kabar meninggalnya RJ Mitte pada Senin (12/10/2026) waktu setempat dikonfirmasi oleh perwakilannya kepada sejumlah media, termasuk Variety. Sementara itu, juru bicara kantor Justice of the Peace Cindy Hinojosa di Brownsville, Texas, Amerika Serikat, juga mengonfirmasi kabar tersebut kepada CNN. Perwakilannya mengenang Mitte sebagai aktor, filantropis, dan pembela hak penyandang disabilitas yang menggunakan pengaruhnya untuk mendorong inklusi dan melawan stereotip.
“Dengan kesedihan yang mendalam, kami menyampaikan berpulangnya aktor, filantropis, sekaligus pembela hak penyandang disabilitas yang dicintai, RJ Mitte,” demikian pernyataan perwakilannya, dikutip Selasa (13/10).
RJ Mitte Dikenal lewat Peran Walter White Jr di Breaking Bad
Nama RJ Mitte melejit setelah memerankan Walter White Jr, putra Walter White yang dimainkan Bryan Cranston dan Skyler White yang diperankan Anna Gunn, dalam serial Breaking Bad.
Serial garapan Vince Gilligan tersebut tayang di AMC pada 2008 hingga 2013. Ceritanya berpusat pada Walter White, seorang guru kimia yang terlibat dalam bisnis narkoba dan harus menghadapi dampak keputusannya terhadap keluarga.
Karakter Walter White Jr, yang juga dikenal dengan nama Flynn, menjadi bagian penting dalam kisah keluarga White. Ia digambarkan sebagai remaja yang hidup dengan cerebral palsy, kondisi yang juga dialami Mitte dalam kehidupan nyata.
Menurut laporan Variety, Mitte didiagnosis mengalami cerebral palsy ketika berusia tiga tahun. Pengalaman tersebut membantunya membawakan karakter Walter Jr. secara lebih autentik sekaligus memperluas representasi penyandang disabilitas di layar kaca.
Mitte mulai terlibat dalam Breaking Bad ketika berusia sekitar 14 tahun. Selama lima musim penayangannya, ia tampil dalam 56 episode dari total 62 episode serial tersebut.
Perannya bukan sekadar menjadikannya dikenal luas oleh penonton. Kehadirannya juga memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas dapat mengambil bagian penting dalam sebuah produksi televisi tanpa harus menjadikan kondisi fisik sebagai satu-satunya identitas karakter.
Perjalanan Karier RJ Mitte sebelum dan sesudah Breaking Bad
Sebelum mendapatkan peran besar di Breaking Bad, Mitte telah tampil dalam sejumlah serial televisi, termasuk Hannah Montana dan Everybody Hates Chris.
Setelah serial tersebut berakhir pada 2013, ia melanjutkan kariernya melalui berbagai proyek film dan televisi. Beberapa judul yang pernah dibintanginya antara lain Switched at Birth, Now Apocalypse, dan The Guardians of Justice.
Dalam film Triumph yang dirilis pada 2021, Mitte memerankan seorang remaja dengan cerebral palsy yang berjuang mewujudkan impiannya di bidang gulat. Peran tersebut kembali mempertemukan pengalaman pribadinya dengan karakter yang ia mainkan.
Selain berakting, Mitte juga mengembangkan karier di bidang musik dan tampil sebagai DJ sejak 2015. Ia turut terlibat dalam sejumlah proyek independen di industri film.
Menjelang kepergiannya, Mitte tengah mempromosikan film Talking to Strangers. Ia masih tampil dalam sejumlah podcast beberapa hari sebelum kabar duka tersebut muncul, termasuk The Joe Vulpis Podcast, tempat ia membicarakan pengalamannya selama membintangi Breaking Bad.
Salah satu hal yang dibahasnya adalah adegan percakapan telepon antara Flynn dan ayahnya. Adegan tersebut menjadi momen emosional dalam serial ketika Flynn menghadapi kenyataan mengenai kehidupan Walter White.
Aktif Memperjuangkan Hak Penyandang Disabilitas
Di luar dunia akting, RJ Mitte dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan pentingnya kesetaraan dan inklusi bagi penyandang disabilitas.
Ia pernah menjadi duta United Cerebral Palsy dan Shriners Children's. Mitte juga menjabat sebagai presiden Mitte Foundation, organisasi yang mendukung berbagai kegiatan filantropi dan upaya meningkatkan representasi penyandang disabilitas.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Mitte mendorong industri hiburan agar memberikan kesempatan yang lebih luas bagi aktor dengan disabilitas. Ia juga berupaya mengubah pandangan masyarakat yang kerap mengaitkan disabilitas dengan keterbatasan semata.
Perjuangannya memiliki hubungan erat dengan pengalaman hidupnya sendiri. Diagnosis cerebral palsy yang diterimanya sejak kecil tidak menghentikannya untuk menekuni dunia akting dan membangun karier di Hollywood.
Perjalanan tersebut menjadikan Mitte salah satu figur yang mendorong pembicaraan mengenai representasi penyandang disabilitas di film dan televisi. Kiprahnya menunjukkan pentingnya menghadirkan karakter yang lebih beragam sekaligus memberikan ruang bagi aktor dengan pengalaman hidup yang relevan.
Kabar meninggalnya Mitte juga mendapat perhatian dari Bryan Cranston, pemeran Walter White yang menjadi ayahnya dalam Breaking Bad.
Dalam penghormatan yang dibagikan melalui media sosial, Cranston mengungkapkan kesedihannya atas kepergian Mitte. Ia mengenang aktor tersebut sebagai sosok yang penuh semangat dan memiliki tekad kuat selama menjalani proses produksi serial.
Cranston juga menyoroti kontribusi Mitte dalam memperjuangkan kesempatan bagi para aktor penyandang disabilitas. Menurutnya, pengalaman Mitte di dunia hiburan tidak hanya menghasilkan penampilan akting yang berkesan, tetapi juga membuatnya menjadi suara penting bagi komunitas tersebut.
Hubungan keduanya di layar kaca memang berakhir bersama perjalanan Breaking Bad. Namun, kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun membuat kepergian Mitte menjadi kehilangan personal bagi Cranston.
RJ Mitte Bertunangan dengan Kennedy Suarez
Dalam kehidupan pribadinya, Mitte menjalin hubungan dengan Kennedy Suarez selama beberapa tahun sebelum keduanya bertunangan. Kabar pertunangan mereka turut menjadi bagian dari perjalanan hidup Mitte di luar dunia hiburan.
Menjelang akhir hayatnya, Mitte masih aktif menjalani kegiatan profesional dan mempromosikan proyek film terbaru. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa ia tetap terlibat dalam industri yang telah membesarkan namanya.
Kepergian Mitte pada usia 34 tahun meninggalkan warisan yang lebih luas daripada perannya sebagai Walter White Jr. di Breaking Bad. Ia dikenang sebagai aktor yang membawa pengalaman pribadinya ke layar kaca sekaligus menggunakan popularitasnya untuk memperjuangkan inklusi, kesetaraan, dan representasi penyandang disabilitas.
Bagi penggemar Breaking Bad, Mitte akan selalu lekat dengan sosok Flynn. Sementara bagi komunitas penyandang disabilitas, kontribusinya menjadi bagian dari upaya panjang untuk menciptakan industri hiburan yang lebih terbuka dan memberikan kesempatan setara bagi semua orang.



