JATIMTIMES — Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Ony Setiawan, menilai bahwa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jatim pada 12 Oktober 2026 menjadi momentum strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan wilayah pesisir.
Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut mendorong Pemprov Jatim bersama Pemerintah Kabupaten Tuban untuk mengakselerasi sektor perikanan di kawasan Pantai Utara (Pantura) melalui modernisasi sarana dan hilirisasi hasil laut.
Ony menegaskan bahwa Kabupaten Tuban memiliki garis pantai sepanjang 65 kilometer yang membentang di lima kecamatan pesisir. Sektor perikanan tangkap dan budidaya air payau di kawasan ini terbukti menjadi tumpuan ekonomi warga sekaligus penyokong utama pasokan komoditas perikanan di Jawa Timur melalui aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan pusat pengolahan hasil laut.
“Seiring arah kebijakan Pemprov Jatim dalam memperkuat daya saing wilayah pesisir, potensi kelautan dan perikanan di koridor Pantura Tuban harus dioptimalkan. Kita perlu mendorong hilirisasi produk hasil laut agar memberi nilai tambah pendapatan yang konkret bagi nelayan lokal,” ujar Ony, Senin (12/10/2026).
Di samping potensi kelautan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban ini menyoroti peran strategis Tuban sebagai hub industri manufaktur, petrokimia, dan energi nasional. Kehadiran kilang minyak, pabrik semen skala besar, serta rencana kawasan industri terpadu menjadikan Pantura Tuban sebagai daya tarik utama investasi.
Potensi tersebut kian lengkap dengan berkembangnya destinasi wisata bahari seperti Pantai Boom, Pantai Sowan, Pantai Kelapa, dan kawasan mangrove yang menggerakkan ekonomi kreatif berbasis komunitas lokal.
Menyesuaikan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jatim, “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”, Ony merumuskan beberapa langkah konkret yang perlu dipacu bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Selain penguatan infrastruktur dan percepatan konektivitas logistik jalur Pantura untuk memperlancar arus barang, modernisasi sektor perikanan menjadi skala prioritas utama.
Langkah modernisasi tersebut mencakup peningkatan sarana tangkap nelayan, penyediaan fasilitas rantai dingin (cold storage), hingga pengolahan pascapanen guna memastikan hasil laut memiliki daya saing dan nilai jual tinggi.
Di saat yang sama, kemudahan investasi industri di kawasan Pantura harus tetap diimbangi dengan perlindungan ekosistem pesisir, termasuk rehabilitasi hutan mangrove dan penanganan abrasi secara berkelanjutan.
“Melalui pemanfaatan potensi maritim dan hilirisasi perikanan secara optimal, Kabupaten Tuban siap menjadi benteng kekuatan ekonomi baru di Jawa Timur yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera,” pungkas legislator asal Daerah Pemilihan Jatim XII (Tuban–Bojonegoro) tersebut.



