JATIMTIMES - Jumlah penumpang sejumlah moda transportasi di Jawa Timur mengalami penurunan pada Agustus 2026. Penurunan terjadi pada angkutan udara domestik untuk keberangkatan, angkutan laut, hingga kereta api dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, jumlah penumpang kereta api tercatat sebanyak 2,53 juta orang pada Agustus 2026. Angka tersebut turun 3,34 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 2,62 juta penumpang.
Penurunan juga terjadi pada angkutan udara domestik, khususnya untuk keberangkatan penumpang. Jumlah penumpang yang berangkat dari bandara-bandara di Jawa Timur mencapai 469,19 ribu orang, turun 5,59 persen dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 496,94 ribu orang.
Sementara itu, jumlah penumpang pesawat domestik yang datang ke bandara di Jawa Timur justru mengalami kenaikan tipis. Pada Agustus 2026, jumlah kedatangan mencapai 485,45 ribu orang atau naik 0,58 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 482,63 ribu orang.
Plt Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati mengatakan, perkembangan angkutan udara pada Agustus 2026 menunjukkan pergerakan yang berbeda antara penumpang keberangkatan dan kedatangan.
“Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke bandar udara di Jawa Timur pada Agustus 2026 sebanyak 485,45 ribu orang atau naik 0,58 persen dibanding kondisi pada Juli 2026,” kata Herum.
Bandara Juanda masih mendominasi pergerakan penumpang pesawat domestik di Jawa Timur. Bandara yang berada di Kabupaten Sidoarjo tersebut melayani 95,30 persen dari total kedatangan penumpang domestik dan 94,81 persen dari total keberangkatan penumpang domestik pada Agustus 2026.
Meski demikian, pergerakan penumpang internasional di Bandara Juanda menunjukkan tren berbeda. Jumlah kedatangan penumpang internasional turun 1,35 persen secara bulanan menjadi 102,45 ribu orang, sedangkan keberangkatan penumpang internasional justru meningkat 11,04 persen dibandingkan Juli 2026.
Penumpang Angkutan Laut Turun Signifikan
Penurunan jumlah penumpang juga terjadi pada angkutan laut domestik. BPS Jawa Timur mencatat, jumlah penumpang yang datang melalui pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur pada Agustus 2026 mencapai 113,69 ribu orang.
Jumlah tersebut turun 38,69 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 185,41 ribu orang. Namun, jika dibandingkan dengan Agustus 2025, kedatangan penumpang angkutan laut justru mengalami peningkatan sebesar 22,24 persen.
“Pelabuhan Tanjung Perak masih menjadi pintu utama pergerakan penumpang angkutan laut domestik di Jawa Timur. Pelabuhan tersebut menyumbang 71,31 persen dari total kedatangan penumpang angkutan laut domestik di seluruh pelabuhan di Jawa Timur,” imbuhnya.
Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan-pelabuhan di Jawa Timur pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 100,57 ribu orang. Angka tersebut merosot 44,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Meski mengalami penurunan secara bulanan, jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan laut domestik masih tumbuh 18,67 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Kereta Api Masih Didominasi Layanan Lokal
Pada moda transportasi kereta api, jumlah penumpang di Jawa Timur selama Agustus 2026 mencapai 2,53 juta orang. Jumlah tersebut turun 3,34 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 2,62 juta orang.
“Penurunan terjadi pada kedua kelompok layanan. Penumpang kelas lokal tercatat sebanyak 1,60 juta orang atau turun 2,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1,64 juta orang,” tambah Herum.
Sementara itu, penumpang kelas utama turun 4,73 persen dari 980 ribu orang pada Juli 2026 menjadi 940 ribu orang pada Agustus 2026.
Meski mengalami penurunan, layanan kereta api lokal masih mendominasi mobilitas penumpang di Jawa Timur. Kontribusinya mencapai 63 persen dari total penumpang kereta api pada Agustus 2026.
Dari sisi wilayah operasional, Daerah Operasi (Daop) VIII Surabaya menjadi kontributor terbesar dengan porsi 79,39 persen dari total penumpang kereta api di seluruh Daop di Jawa Timur.
Sedangkan Daop VII Madiun mencatat penurunan bulanan paling tinggi pada layanan kereta api kelas lokal. Sementara pada kelas utama, Daop VII Madiun mengalami penurunan paling rendah, yakni sebesar 1,72 persen.
Herum Fajarwati menyebutkan, perkembangan jumlah penumpang kereta api pada Agustus 2026 menunjukkan penurunan pada hampir seluruh segmen layanan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Total penumpang mengalami penurunan sebesar 3,34 persen secara month-to-month, dari 2,62 juta penumpang menjadi 2,53 juta penumpang,” demikian keterangan BPS Jawa Timur.
Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan penumpang di Jawa Timur pada Agustus 2026 cenderung melemah secara bulanan pada sejumlah moda transportasi. Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angkutan laut masih mencatat pertumbuhan jumlah penumpang, sementara angkutan udara domestik dan kereta api mengalami penurunan pada sejumlah indikator.



