JATIMTIMES - Memasuki usia 30 tahun, banyak orang mulai berpikir untuk mengonsumsi berbagai vitamin dan suplemen demi menjaga kesehatan. Padahal, menurut dokter umum sekaligus certified health coach dr Dion Haryadi, ada sejumlah hal yang jauh lebih mendasar dan perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Dion menyampaikan lima hal yang menurutnya penting dilakukan ketika seseorang memasuki usia 30 tahun. Menariknya, dari lima hal tersebut, hanya poin terakhir yang berkaitan langsung dengan suplemen.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan mengenai suplemen yang penting dikonsumsi laki-laki berusia 30 tahun ke atas.
"Katanya kalau beli suplemen, stop. Saya kasih kamu 5 yang wajib kalau udah usia 30 tahun," kata Dion, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, Rabu (7/10/2026).
1. Latihan beban
Hal pertama yang ditekankan Dion bukanlah vitamin, melainkan latihan beban.
Menurutnya, bertambahnya usia berkaitan dengan penurunan massa otot apabila tidak diimbangi aktivitas fisik yang memadai. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh semakin lemah.
Ia pun mengingatkan bahwa latihan beban tidak selalu berarti harus pergi ke gym. "Latihan beban nggak harus ke gym. Push up, squat, lunges, pull up, itu juga latihan beban," ujarnya.
Dion juga menggambarkan perubahan kebiasaan aktivitas fisik dari masa muda hingga dewasa. Ketika masih muda, seseorang bisa lebih sering bergerak tanpa sengaja, misalnya berjalan kaki ketika hendak pergi ke suatu tempat.
Namun, perkembangan teknologi membuat banyak aktivitas menjadi lebih mudah dilakukan tanpa banyak bergerak. "Makain kamu tua, makin turun masa ototmu, makin lemah kamu," kata Dion.
2. Jangan lupakan kardio
Setelah latihan beban, aktivitas kardio menjadi hal kedua yang disarankan Dion.
Ia menjelaskan olahraga kardio tidak harus dilakukan secara ekstrem. Seseorang tidak perlu mengikuti maraton atau latihan berintensitas sangat tinggi untuk mendapatkan manfaatnya.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki juga dapat menjadi pilihan. "Targetnya agak ngos-ngosan, tapi masih bisa ngomong," ujarnya.
Dion menyarankan aktivitas kardio dilakukan selama 150-300 menit per minggu. Dengan durasi tersebut, aktivitas fisik bisa dibagi ke dalam beberapa sesi selama sepekan sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
3. Perhatikan makanan
Hal ketiga yang ditekankan Dion kembali bukan vitamin atau suplemen, melainkan pola makan.
Ia menyarankan orang yang memasuki usia 30 tahun untuk mencukupi kebutuhan protein dan serat. Di sisi lain, konsumsi garam, gula dan minyak perlu dibatasi.
Kondisi tubuh juga perlu dipantau secara rutin. Menurut Dion, berat badan dan perubahan bentuk tubuh dapat menjadi indikator yang diperhatikan.
Ia menyebut target lingkar pinggang yang disarankan adalah di bawah 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan.
4. Tidur cukup dan kelola stres
Hal keempat yang tidak kalah penting adalah tidur dan pengelolaan stres.
Dion menekankan bahwa menjalani hidup sehat bukan berarti seseorang harus terbebas sepenuhnya dari stres. Menurutnya, stres tetap menjadi bagian dari kehidupan.
"Manage stresmu. Bukan bebas stres. Tetap butuh stres. Kalau enggak, enggak berkembang kita, enggak jadi kuat," katanya.
Karena itu, yang perlu dilakukan adalah mengelola stres agar tidak berlebihan dan mengganggu kesehatan maupun aktivitas sehari-hari.
Tidur yang cukup juga menjadi bagian dari fondasi kesehatan yang perlu dijaga.
5. Baru pertimbangkan suplemen
Setelah empat fondasi tersebut dijalankan secara konsisten, barulah suplemen dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan.
Dion mengingatkan agar seseorang tidak menjadikan suplemen sebagai pengganti pola hidup sehat.
"Suplemen bisa saja membantu. Tapi kalau nomor 1 sampai 4 udah kamu jalani secara konsisten. Kalau belum, maksimalin dulu," ujarnya.
Menurut Dion, mengandalkan suplemen ketika fondasi kesehatan belum diperbaiki tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. "Dulu, suplemen itu cuma membantu kalau fondasinya jelek, ya sama aja, bohong," lanjutnya.
Dion kemudian menyebut sejumlah suplemen dan produk yang ia konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya.
Di antaranya vitamin D3 plus K2, minuman serat, magnesium, zinc, creatine monohydrate dan whey protein.
Namun, ia menjelaskan bahwa pilihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dirinya. Artinya, daftar yang ia konsumsi tidak serta-merta harus diikuti oleh semua orang.
"Semuanya sesuai dengan kebutuhan saya. Ya, kamu juga sesuaikan dengan kebutuhan dirimu," kata Dion.
Dari paparan di atas, pesan yang disampaikan dokter Dion adalah agar masyarakat tidak buru-buru menganggap suplemen sebagai kebutuhan utama ketika memasuki usia 30 tahun.
Sebelum memikirkan berbagai jenis suplemen, fondasi kesehatan seperti latihan kekuatan, aktivitas kardio, pola makan, tidur dan kemampuan mengelola stres perlu lebih dulu diperhatikan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.



