JATIMTIMES - Stasiun Malang mencatat pergerakan lebih dari 1,6 juta pelanggan kereta api sepanjang Januari hingga September 2026. Dari total tersebut, mayoritas merupakan pelanggan kelas ekonomi.
PT KAI Daop 8 Surabaya mencatat sebanyak 1.668.821 pelanggan menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Malang hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 814.918 pelanggan yang naik dan 853.903 pelanggan yang turun di Stasiun Malang.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, volume pelanggan tersebut mengalami kenaikan sekitar 3,9 persen. Pada Januari-September 2025, jumlah pelanggan yang tercatat di Stasiun Malang mencapai 1.606.748 orang.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan adanya perubahan maupun pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan menggunakan kereta api. “Pergerakan pelanggan di Stasiun Malang sampai triwulan ketiga tahun ini cukup tinggi. Data tersebut juga menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota,” kata Mahendro, Rabu (7/10/2026).
Menurut dia, jumlah pelanggan yang turun di Stasiun Malang juga lebih banyak dibandingkan pelanggan yang naik. Kondisi tersebut menunjukkan Stasiun Malang tidak hanya menjadi titik keberangkatan, tetapi juga menjadi salah satu tujuan perjalanan masyarakat dari berbagai daerah.
“Kalau melihat komposisinya, pelanggan yang turun di Stasiun Malang lebih banyak dibandingkan yang naik. Ini menjadi salah satu gambaran bahwa Malang juga menjadi tujuan perjalanan menggunakan kereta api,” imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan kelas layanan, pelanggan ekonomi menjadi kelompok terbesar. Hingga September 2026, tercatat 984.229 pelanggan menggunakan layanan kelas ekonomi.
Jumlah tersebut terdiri dari 481.844 pelanggan yang naik dan 502.385 pelanggan yang turun di Stasiun Malang.
Mahendro menyebut tingginya jumlah pelanggan kelas ekonomi tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi dengan biaya perjalanan yang relatif terjangkau.
“Kelas ekonomi masih menjadi pilihan terbesar. Salah satu pertimbangannya tentu berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan perjalanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KAI Daop 8 Surabaya dalam melihat kebutuhan pelayanan di Stasiun Malang. Perhatian tidak hanya diarahkan pada jumlah perjalanan, tetapi juga pada kelancaran pelayanan ketika terjadi peningkatan volume pelanggan.
“Kami melihat data perjalanan ini sebagai bagian dari evaluasi pelayanan. Ketika volume pelanggan meningkat, yang perlu dipastikan adalah pelayanan di stasiun maupun perjalanan tetap berjalan tertib dan aspek keselamatan tetap terjaga,” ucap Mahendro.
KAI mengimbau pelanggan untuk tetap memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama berada di lingkungan stasiun maupun ketika melakukan perjalanan dengan kereta api.
Selain itu kepadatan aktivitas perjalanan perlu diimbangi dengan kepatuhan pelanggan terhadap aturan yang berlaku agar aktivitas di stasiun tetap berlangsung tertib.
“Dengan jumlah pelanggan yang cukup besar, ketertiban dan keselamatan menjadi hal yang penting. Kami mengimbau pelanggan untuk memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas di stasiun,” tutupnya.



