JATIMTIMES - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi kembali mendorong (Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) melakukan pemeriksaan kepada anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Setelah menjalani tes urine, HMI mendorong BNK melakukan tes rambut pada pimpinan dan anggota DPRD Banyuwangi.

Permintaan dan dorongan tersebut disampaikan oleh pengurus HMI  Banyuwangi,  setelah BNNK  dan DPRD melakukan deklarasi dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba dengan melakukan tes urine terhadap pimpinan dan anggota dewan di Ruang Rapat Khusus DPRD Banyuwangi Senin (5/10/2026).

Dari 49 anggota DPRD Banyuwangi, tercatat 41 anggota sudah menjalani tes urine. Dari delapan orang satu anggota Fraksi Hj. Nunuk Sri Rahayiu masih ada kegiatan di luar kota dan 7 anggota yang lain telah menjalani tes urine susulan di Kantor BNNK Selasa (6/10/2026).

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Banyuwangi, Ilham Layli Mursidi, pihaknya mengapresiasi pemeriksaan urine yang telah dilakukan BNNK. Namun, pemeriksaan dapat diperkuat dengan menggunakan metode pemeriksaan lain yang hasilnya lebih akurat.

“Tes urine sudah dilakukan dan kami mengapresiasi langkah BNNK. Kami mendorong agar pemeriksaan juga dilengkapi dengan tes rambut. Bukan menggantikan tes urine, tetapi untuk melengkapinya,” kata Ilham.

Jajaran Ketua dan pengurus HMI Cabang Banyuwangi, menuturkan pemeriksaan rambut telah diatur dalam ketentuan pemeriksaan laboratoris BNN. UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juga mencantumkan tes urine, darah, rambut, dan bagian tubuh lainnya sebagai metode pemeriksaan.

HMI Cabang Banyuwangi kemudian menyampaikan surat tuntutan kepada Kepala BNNK Banyuwangi dengan perihal penguatan pemeriksaan penyalahgunaan narkotika Selasa (6 /10/ 2026)

“Yang kami dorong adalah penguatan pemeriksaan. Setiap metode memiliki karakteristik masing-masing. Karena itu, kami berharap pemeriksaan dilakukan secara tepat, melalui lembaga yang berwenang dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah Ilham.

Selain melakukan program pemeriksaan di lingkungan DPRD, HMI juga mendorong BNNK Banyuwangi memperkuat deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat.