JATIMTIMES - Timnas Indonesia baru saja mencatat sejarah dengan menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Gelar tersebut menjadi trofi pertama Indonesia di turnamen yang baru digelar FIFA tahun ini. Namun, muncul pertanyaan menarik, seberapa bergengsi FIFA ASEAN Cup jika dibandingkan dengan Piala AFF atau ASEAN Championship?

Seperti diketahui, kedua turnamen tersebut memang sama-sama mempertemukan tim nasional dari kawasan Asia Tenggara. Tetapi, FIFA ASEAN Cup dan ASEAN Championship merupakan dua kompetisi yang berbeda, baik dari sisi penyelenggara, peserta, format maupun status pertandingan dalam kalender internasional.

FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF Bukan Turnamen yang Sama

FIFA ASEAN Cup merupakan turnamen baru yang difasilitasi dan diselenggarakan FIFA. Edisi 2026 menjadi penyelenggaraan perdana.

FIFA menyebut turnamen tersebut digelar untuk memberikan pertandingan internasional yang lebih bermakna bagi tim-tim nasional di kawasan Asia Tenggara. Edisi perdana diikuti 14 negara, terdiri dari 11 anggota ASEAN dan tiga negara undangan, yakni Bangladesh, Pakistan, serta Hong Kong, China.

Sementara itu, Piala AFF yang kini menggunakan nama ASEAN Championship merupakan kompetisi yang dikelola ASEAN Football Federation (AFF).

ASEAN Championship sudah berlangsung sejak 1996, ketika turnamen tersebut masih dikenal dengan nama Piala Tiger. Kompetisi ini memiliki sejarah panjang di sepak bola Asia Tenggara dan menjadi salah satu ajang utama antarnegara di kawasan.

Dengan demikian, FIFA ASEAN Cup tidak menggantikan ASEAN Championship. Kedua turnamen tetap merupakan kompetisi yang berbeda.

Format Kompetisinya Juga Berbeda

Perbedaan berikutnya terdapat pada format. FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua kompetisi, yaitu Division 1 dan Division 2.

Division 1 diikuti delapan tim, sedangkan Division 2 diikuti enam tim. Masing-masing divisi memiliki fase grup sendiri dan berlanjut ke pertandingan final untuk menentukan juara divisi.

Indonesia tampil di Division 1 dan menjadi juara setelah mengalahkan Thailand di final.

Sementara itu, Hong Kong, China menjadi juara Division 2 setelah mengalahkan lawannya di partai final. FIFA menyebut kompetisi Division 2 tersebut sebagai FIFA ASEAN Challenge Cup.

Format ini berbeda dengan ASEAN Championship yang menggunakan fase grup kemudian dilanjutkan babak gugur. Pada edisi 2026, semifinal dan final ASEAN Championship dimainkan dalam format dua leg.

Bagaimana dengan Ranking FIFA?

Salah satu perbedaan mendasar terletak pada status pertandingan. FIFA ASEAN Cup 2026 digelar dalam periode International Match Calendar FIFA. 

Regulasi turnamen menyatakan pertandingan-pertandingan di ajang tersebut mendapatkan poin untuk FIFA/Coca-Cola Men's World Ranking dengan status sebagai rangkaian pertandingan persahabatan internasional yang berlangsung dalam jendela kalender internasional resmi. Artinya, hasil pertandingan FIFA ASEAN Cup tetap memengaruhi perolehan poin ranking FIFA.

Namun, penting dicatat bahwa pertandingan tersebut bukan diberi bobot seperti pertandingan kompetisi resmi FIFA atau konfederasi, misalnya kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia. Statusnya tetap setara dengan pertandingan persahabatan internasional dalam perhitungan ranking.

Mengapa Pemain Utama Lebih Mudah Tampil?

Status FIFA ASEAN Cup dalam International Match Calendar juga berpengaruh terhadap ketersediaan pemain.

Ketika pertandingan berlangsung dalam jendela kalender internasional FIFA, klub memiliki kewajiban melepas pemain yang dipanggil tim nasional sesuai regulasi yang berlaku. Hal tersebut membuat tim nasional memiliki peluang lebih besar untuk membawa pemain terbaiknya.

Situasi ini berbeda dengan ASEAN Championship 2026 yang berlangsung di luar jendela International Match Calendar. Karena itu, pemanggilan pemain yang berkarier di luar negeri dapat menghadapi kendala berbeda.

Pada FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia bisa diperkuat sejumlah pemain yang sebelumnya tidak tampil di ASEAN Championship, seperti Maarten Paes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Elkan Baggott, Ole Romeny dan Justin Hubner. Jay Idzes juga masuk skuad, tetapi kemudian absen karena cedera.

Hadiahnya Juga Berbeda

Dari sisi hadiah, FIFA ASEAN Cup 2026 juga memiliki nominal yang cukup besar. Juara Division 1, yakni Indonesia, mendapatkan hadiah yang direncanakan sebesar US$650 ribu atau sekitar Rp11,8 miliar. Sementara juara Division 2 mendapatkan US$300 ribu atau sekitar Rp5,4 miliar.

Adapun ASEAN Championship 2026 memiliki hadiah juara sebesar US$500 ribu berdasarkan informasi yang tersedia.

Dengan demikian, jika hanya melihat nominal hadiah juara Division 1, FIFA ASEAN Cup 2026 berada di atas ASEAN Championship 2026.

Lantas, Mana Yang Lebih Bergengsi?

Menentukan mana yang lebih bergengsi tidak bisa hanya dilihat dari satu faktor. ASEAN Championship memiliki keunggulan dari sisi sejarah dan tradisi. Turnamen ini sudah berlangsung sejak 1996 dan telah menjadi bagian penting dari sepak bola Asia Tenggara selama puluhan tahun.

Thailand menjadi negara tersukses dalam sejarah ASEAN Championship dengan tujuh gelar.

Sementara itu, FIFA ASEAN Cup memiliki keunggulan dari sisi penyelenggara dan status internasionalnya. Turnamen ini difasilitasi FIFA, masuk dalam International Match Calendar, melibatkan negara undangan dari luar ASEAN, serta memungkinkan pertandingan memberikan poin ranking FIFA sebagai laga persahabatan internasional dalam kalender resmi.

FIFA ASEAN Cup juga masih sangat baru. Edisi 2026 merupakan edisi perdana sehingga belum memiliki sejarah panjang seperti ASEAN Championship.

Jadi, jika ukuran yang digunakan adalah tradisi dan sejarah di Asia Tenggara, ASEAN Championship masih memiliki keunggulan.

Namun, jika melihat keterlibatan FIFA, status kalender internasional, peluang menghadirkan pemain utama, serta format baru yang mempertemukan negara ASEAN dan tim undangan, FIFA ASEAN Cup menawarkan karakter kompetisi yang berbeda.

Dan Indonesia kini menjadi bagian dari sejarah tersebut setelah menjadi juara perdana FIFA ASEAN Cup Division 1 2026 dengan mengalahkan Thailand melalui adu penalti di SUGBK.