JATIMTIMES - Hari Hewan Sedunia diperingati setiap 4 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan, kesejahteraan, dan kelestarian satwa di berbagai belahan dunia.
Indonesia sendiri dikenal memiliki kekayaan fauna yang sangat beragam. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang memiliki berbagai jenis satwa dengan habitat mulai dari hutan, pegunungan, padang rumput, pesisir, hingga kawasan konservasi.
Sejumlah satwa bahkan menjadi bagian penting dari kekayaan alam Jawa Timur. Beberapa di antaranya merupakan satwa khas Pulau Jawa dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Lantas, apa saja fauna khas Jawa Timur yang menarik untuk diketahui? Berikut sejumlah di antaranya.
1. Banteng Jawa

Banteng Jawa (Bos javanicus) merupakan satwa asli Pulau Jawa yang memiliki tubuh besar dan kuat. Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah tanduknya.
Banteng jantan dewasa umumnya memiliki warna tubuh hitam atau cokelat tua. Sementara itu, banteng betina cenderung memiliki warna tubuh cokelat muda hingga merah bata.
Di Jawa Timur, satwa ini dapat ditemukan di sejumlah kawasan yang memiliki hutan, savana, dan padang rumput. Taman Nasional Baluran dan Taman Nasional Alas Purwo menjadi dua kawasan yang dikenal sebagai habitat banteng Jawa.
Keberadaan banteng Jawa menghadapi sejumlah ancaman, terutama akibat berkurangnya habitat dan perburuan liar. Karena itu, kawasan konservasi memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan populasinya di alam.
2. Rusa Timor

Rusa timor (Rusa timorensis) juga termasuk satwa asli Indonesia yang dapat dijumpai di Jawa Timur. Satwa herbivora ini memiliki tubuh berukuran sedang dengan warna bulu yang bervariasi, mulai dari cokelat keabu-abuan hingga cokelat kemerahan.
Rusa jantan memiliki tanduk yang kokoh dan bercabang tiga. Dalam kesehariannya, rusa timor mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan, seperti rumput dan dedaunan, termasuk buah yang jatuh di sekitar habitatnya.
Salah satu kawasan di Jawa Timur yang menjadi habitat rusa timor adalah Taman Nasional Baluran. Lingkungan berupa padang rumput dan sabana menyediakan sumber makanan yang mendukung kehidupan satwa tersebut.
Dalam ekosistem, rusa timor berperan sebagai pemakan tumbuhan sehingga turut membantu menjaga keseimbangan vegetasi. Namun, perburuan liar dan perubahan habitat menjadi tantangan bagi keberlangsungan populasinya.
3. Merak Hijau

Merak hijau (Pavo muticus) menjadi salah satu fauna khas Pulau Jawa yang terkenal karena keindahan bulunya. Burung berukuran besar ini memiliki warna bulu yang dapat terlihat berbeda ketika terkena cahaya dari sudut tertentu.
Meskipun memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, merak hijau tetap mampu terbang. Satwa ini memakan beragam makanan, mulai dari biji-bijian, dedaunan muda, serangga, cacing hingga hewan kecil seperti kadal.
Habitat merak hijau umumnya berupa kawasan hutan dan padang rumput yang menyediakan makanan sekaligus tempat berlindung.
Di Jawa Timur, keberadaannya dapat ditemukan di sejumlah kawasan konservasi. Beberapa di antaranya adalah Taman Nasional Baluran di Situbondo, Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, serta Taman Nasional Meru Betiri yang berada di wilayah Jember dan Banyuwangi.
Populasi merak hijau masih menghadapi ancaman akibat gangguan dan perubahan habitat. Oleh sebab itu, perlindungan kawasan tempat hidupnya menjadi salah satu bagian penting dalam upaya konservasi satwa ini.
4. Lutung Jawa

Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) merupakan primata asli Indonesia yang tersebar di Pulau Jawa, termasuk wilayah Jawa Timur.
Satwa ini memiliki berat sekitar 7-9 kilogram dengan panjang tubuh yang dapat mencapai sekitar 65 sentimeter. Salah satu karakteristik menariknya terlihat pada perubahan warna rambut.
Lutung Jawa yang masih muda umumnya memiliki rambut berwarna oranye kejinggaan. Seiring bertambahnya usia, warna tersebut akan berubah menjadi lebih gelap hingga hitam.
Lutung Jawa merupakan satwa yang aktif pada siang hari dan lebih banyak menghabiskan waktu di atas pepohonan. Makanannya terdiri atas buah-buahan, dedaunan, bunga, biji-bijian, hingga serangga.
Hutan menjadi habitat penting bagi lutung Jawa karena menyediakan sumber makanan sekaligus tempat untuk berlindung dan beraktivitas. Keberadaannya juga mendukung keseimbangan ekosistem, salah satunya melalui perannya dalam penyebaran biji dari buah yang dikonsumsi.
Ancaman terhadap lutung Jawa tidak terlepas dari kerusakan dan penyusutan kawasan hutan akibat perubahan penggunaan lahan.
5. Elang Jawa

Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang memiliki ciri khas berupa jambul di bagian kepalanya.
Burung pemangsa ini dapat hidup di kawasan hutan primer, perbukitan hingga pegunungan. Di Jawa Timur, salah satu habitat elang Jawa berada di kawasan Tahura Raden Soerjo dengan ketinggian sekitar 500 hingga 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Dilansir Tahura Raden Soerjo, keberadaan elang Jawa sangat bergantung pada kondisi hutan sebagai habitatnya. Sebagai predator, satwa ini memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem melalui pengendalian populasi hewan yang menjadi mangsanya.
Elang Jawa juga termasuk satwa yang dilindungi. Kerusakan dan berkurangnya habitat menjadi salah satu ancaman terhadap keberlangsungan satwa endemik Pulau Jawa tersebut.
Pentingnya Menjaga Fauna Jawa Timur
Keberadaan fauna di alam bukan sekadar bagian dari kekayaan hayati. Setiap satwa memiliki peran tersendiri dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Ada satwa yang berperan sebagai predator untuk mengendalikan populasi hewan lain, ada pula yang membantu penyebaran biji dan menjaga keberlangsungan vegetasi di hutan.
Namun, keberadaan satwa liar masih menghadapi berbagai ancaman. Hilangnya habitat, perburuan, perdagangan satwa, hingga aktivitas manusia dapat memengaruhi populasi dan kelangsungan hidup berbagai jenis fauna.
Karena itu, konservasi tidak hanya berkaitan dengan perlindungan satwanya, tetapi juga menjaga habitat agar tetap mampu mendukung kehidupan mereka.
Peringatan Hari Hewan Sedunia setiap 4 Oktober dapat menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat kekayaan fauna Jawa Timur sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian satwa dan habitatnya.



